Ingin rasanya untuk mengetahui sampai manakah umur kita akan sampai, sehingga bila saat ajal mendekati kita, kita bisa lebih memanfaatkan dari sisa umur tersebut

1. Setiap Tahun Pasti Bertemu Dengan Tanggal Dimana Kita Dilahirkan

Manfaatkanlah Umur via https://www.google.com

Sejenak merenungi perjalanan hidup yang telah dilalui, tentang kehidupan yang selama ini sering terabaikan karena waktu dihabiskan untuk mengikuti ritme kehidupan yang bergerak cepat, seakan melebur ke dalam sebuah dimensi kehidupan yang semakin lama menjadi semakin usang. Sampai saat ini dengan usia yang telah berbilang tahun, semuanya berjalan begitu cepat. Setiap saat , usia bertambah dan umur pun berkurang. Entah coretan kisah apa yang sudah menghiasi buku catatan amal, rasanya masih sangat sedikit tinta warna kebaikan yang mampu ditorehkan, dan terasa tidak berimbang dengan usia yang telah Allah berikan selama ini.

Terkadang di saat pengulangan tanggal kelahiran menjumpai diri setiap tahunnya, maka disaat itu pula ingatan tentang kebermaknaan usia hadir menggelayuti. Umur dari tahun ke tahun terus berlari, menjauh, membawa jiwa dan raga. sehingga disaat seseorang berada di tanggal kelahirannya, seakan ia berada di sebuah rest area. Sebuah kesempatan untuk mengajak memuhasabah amalnya, memeriksa kendaraan jiwanya.

2. Mengimplementasikan dalam Benda

oli mesin via https://www.google.com

Advertisement

Bagaimanakah keadaan oli, rem, bensin, ban dan jarak tempuh yang sudah dicapainya ? Sejauh mana titik tolak yang sudah dilewati dan yang tak kalah penting ? sedekat apa pemberhentian terakhir yang hendak dituju ? Semoga umur yang berganti di setiap harinya, tidak menjadi penghias perpindahan waktu semata. Harapannya adalah keberkahanlah yang membingkai umur tersebut. Berkah itu tanda kasih sayang Allah. Berkah itu “Ziyaadatul Khoir” artinya bertambah kebaikan yang Allah karuniakan kepada hamba-Nya. Umur yang berkah berarti semakin bertambah usia, hakikatnya semakin bertambah bagus pula kebaikan hidupnya. Sehingga nanti bila tutup usia menghampiri, kita mengakhiri kehidupan ini dengan sebaik-baik akhir, Husnul Khotimah.

3. Diawali dengan Lahirnya Seorang Bayi

bayi polos via https://www.google.com

Kelahiran seorang bayi adalah saat dimulainya perjalanan sebagai seorang manusia di alam dunia ini. Tentunya atas izin Allah SWT, sang bayi akan melanjutkan fase kehidupannya sesuai dengan tahapan-tahapan perkembangan yang harus ia lalui. Ia akan mulai belajar merangkak, berjalan, berlari, berbicara, dan seterusnya. Dan kesemuanya adalah ritme perjalanan hidup seorang manusia sampai nanti ajal menjemputnya. Sebuah kelaziman bahwa sebuah kelahiran itu biasanya diawali dengan suara kumandang adzan, sedangkan kematian diakhiri dengan sholat jenazah sebelum ia dikuburkan. Seakan mengingatkan kita betapa hidup itu begitu singkat, hanya berjarak diantara adzan dan sholat.

4. Marilah Kita Renungkan

Akhirnya, marilah kita jadikan hidup yang sebentar ini bermakna, penuh manfaat bagi sebanyak-banyaknya ummat. Berbuatlah sekarang juga, dan jangan menunda, segera bangkit untuk berubah menjadi lebih baik, jangan ragu dan bimbang untuk melangkah, berjuanglah dengan penuh kegigihan, miliki kemauan yang kuat, gapai kesuksesan dan kebahagiaan sejati, bahagia dalam cinta dan kasih sayang-Nya.

5. Belajar dalam Hidup

Mari, kita belajar.

Menjadi pribadi yang lebih baik dan bersahaja.