Rentetan catatan-catatan menarik kita dapati selama berada di rumah. Sejak kecil bergulir ragam kenangan pahit dan manis datang silih berganti. Rumah memiliki roh untuk memikat penghuninya agar tetap nyaman berlindung di balik atapnya.

Setelah kita tumbuh dewasa dan angkat kaki dari rumah, nuansanya pun perlahan-lahan bergeser. Ragam pengalaman bersama dengan saudara sedarah waktu kecil  selalu memantik jatuhnya air mata. Mengapa tidak, cerita saat berada bersama selalu mengingatkan kita pada suatu masa yang teramat sukar untuk direngkuhnya bahkan untuk mengulangnya sekali lagi.

Apalagi saat kita sudah terpisah jauh dengan mereka. Berbeda kota atau pulau dalam periode waktu tertentu, entah karena urusan pekerjaan atau melanjutkan pendidikan, membawa rasa dan raga kita  selalu rindu dengan kenangan yang sudah bergulir sekian lama.

Terpisah jauh dengan adik kecil yang seumuran denganmu, akan meninggalkan rasa haru yang begitu dalam.  Rindu pun sesekali tak dapat terbendung lagi. Berikut lima alasan yang kelak membuatmu selalu rindu dengan kenangan masa kecil bersama dengan adik kecilmu selama bergumul di dalam rumah.

1. Sedarah tak selamanya searah

Kalimat sedarah tak selamanya searah begitu cocok untuk mewakili hubunganmu yang sering pasang-surut bersama adik kecilmu. Seringkali karena berbeda persepsi, hubungan antara kakak dan adik yang sejatinya sebagai kawan namun justru menjadi lawan. Cekcok pun tak bisa terelakkan lagi. Tak pelak untuk urusan sepele di dalam rumah pun harus diselesaikan dengan saling tonjok satu sama lain. Ah, hitung-hitung itu sasana gratis, tempat menempa diri tanpa membutuhkan biaya operasional.

Advertisement

Saat sudah ribuan kilo dari rumah baru disadari ternyata terpisah jauh dengan adikmu justru membuatmu semakin rindu dengan segala kenangan yang terjadi saat bersama dulu.

2. Kawan yang mahasetia dalam melangkah

Photo by Mircea Iancu from Pexels

Photo by Mircea Iancu from Pexels via https://www.pexels.com

Meski sering berantem akan tetapi memiliki adik kecil yang seumuran dapat diandalkan saat kita sedang membutuhkan bantuannya. Adik kecil yang pandai merayu hati kakaknya begitu mengerti sehingga ia ringan tangan untuk melayani permintaan dari kakaknya. Pergerakannya memang gesit ketika kita sedang membutuhkan bantuannya.

Ia juga teman yang setia mendampingimu dalam ayunan langkah setiap harinya. Tingkahnya membuatmu merasa bangga memiliki adik sepertinya. Hal ini membuatmu teramat rindu dengan ragam kebaikan yang pernah ia persembahkan untukmu.

3. Sering berebut pakaian

Photo by Bess Hamiti from Pexels

Photo by Bess Hamiti from Pexels via https://www.pexels.com

Advertisement

Karena usia yang tidak terpaut jauh, orang tua biasanya membeli pakaian secara bersamaan. Langkah ini diatur supaya tidak saling berebutan saat satu diantaranya tak mendapatkan jatah pakaian baru.

Bukan saudara namanya jika setiap harinya tak ada masalah, sehingga adakalanya sering terlibat dalam polemik termasuk karena berebut pakaian. Alasannya pun bermacam-macam: warna yang tidak disukai, modelnya yang terkesan kolot, ukurannya yang terlalu besar atau kecil, hingga satu di antaranya yang terlihat lebih keren. Sering berebutan pakaian pun tak bisa dihindari lagi.

Acapkali masalah seputar berebutan pakaian saat kamu kecil akan membuatmu kini semakin rindu dengan saudaramu yang telah terpisah kota denganmu.  Mengirimnya baju saat hari raya dapat dijadikan pilihan untuk mengungkit kenangan masa silam. Anggap saja itu sebagai medium pelepas rindu dari seorang kakak pada adiknya. Boleh dicoba.

4. Orang yang membuatmu selalu kesal

Photo by Victoria Borodinova from Pexels

Photo by Victoria Borodinova from Pexels via https://www.pexels.com

Memisahkan adik kecilmu dari tingkahnya yang suka usil ibarat mencoba untuk memisahkan rasa asin dari garam atau memisahkan rasa manis dari gula. Adikmu amat piawai dalam menciptakan tingkah usil di dalam rumah. Ia memang pandai menghiburmu saat lagi sedih, namun tak jarang ia juga sering membuatmu kesal.

Tingkah anehnya yang selalu bikin kepalamu pusing tujuh keliling justru akan membuatmu kini rindu dengan tingkahnya yang menggemaskan itu. Jangan lupa untuk membagi kabar dengannya saat sudah terpisah jauh. 

5. Teman main yang selalu ingin menang sendiri

Adik kecilmu selalu ingin menang sendiri, apalagi di depan sang kakak. Setiap berkumpul dalam permainan yang dilakukan secara bersama-sama, ia selalu ingin menunjukan diri sebagai sang pemenang. Jangan heran saat ia berada pada posisi sedang terancam kalah, maka ia akan ngotot dan membela dirinya seolah-olah ia tidak melakukan kesalahan apa-apa. Ia hanya ingin menunjukkan dirinya sebagai sang pemenang. Kita berhak untuk membentuknya dengan cara yang elegan, bahwa untuk menjadi sang pemenang harus mengedepankan sportivitas.

Sungguh terpisah jauh membuatmu akan selalu rindu dengan adik kecilmu. Lima hal di atas akan memantik jatuhnya air mata. Tentu kamu bersyukur memiliki adik yang telah mendukung langkah kakimu sejauh ini.

Toh, sebaik dan seburuk apapun tingkahnya, ia tetap sebagai adik kecilmu yang selalu mengharapkan tuntunan darimu. Jangan cepat menyerah saat ia sudah salah arah dan salah kaprah. Bantu dia untuk tetap bergerak menuju puncak kesuksesannya. Tuntun dia menuju tangga hidup yang lebih baik setiap harinya. Akhirnya, sudahkah engkau membantu adik kecilmu agar ia mampu mewujudkan impiannya? Ataukah engkau membiarkan ia tersungkur tanpa dibantu sama sekali?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya