Kecuali kamu hidup di zaman batu, kamu pasti memiliki paling tidak satu akun social media. Lalu muncul pertanyaan baru: gimana sih mengelola social mediamu? Kapan terakhir kali kamu update? Postingan seperti apa yang kamu share? Hati-hati guys, sekarang ini social media sudah lebih dari sekedar alat penghubung. Jangan sampai gara-gara tidak berhati-hati menyaring postinganmu, kamu kehilangan kesempatan kerja yang berharga.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa saat ini “cleanness atau kebersihan akun social media para pencari kerja menjadi salah satu nilai utama yang dipertimbangkan employers. Jobvite survey mengungkapkan bahwa 92 persen employers menggunakan social media sebagai bagian dari rekruitmen. Lalu, Careerbuilder mencatat 60 persen employers menggunakan jejaring sosial untuk mencari tahu apakah calon karyawan secara profesional sesuai dengan pekerjaan tersebut atau tidak.

Perekrutan melalui media sosial juga semakin populer di kalangan perusahaan startup. Banyak startup yang mendapatkan calon pekerja mereka melalui social media.

1. Google your name

Yup! Cari tahu apa kata Google tentang dirimu. Jika ternyata hasil menunjukkan ada konten-konten kurang layak yang asalnya dari salah satu akunmu, kamu perlu menelusuri asalnya dan langsung memperbaikinya. Dengan begitu, image-mu akan tetap menarik.

2. Clean up your profile

Advertisement

Pastikan foto profil kamu mewakili sisi profesionalmu, terutama pada akun LinkedIn. Jika kamu ingin memberikan good impression pada calon employers, gantilah foto profilmu yang akan membuatmu terlihat lebih professional. Lalu, hapus deh postingan yang kurang layak atau sekiranya dapat memperburuk citramu.

3. Be consistent

be consistent

be consistent via https://gfycat.com

Konsistensi adalah hal penting untuk membangun image-mu. Informasi yang ada pada social media harus selaras dengan informasi yang kamu cantumkan di dalam resume. Maka dari itu, kamu perlu mengecek kembali apakah nama, pendidikan, pengalaman bekerja, atau informasi personal kamu yang lain sudah benar dan konsisten.

4. Pay attention to details

pay attention

pay attention via https://giphy.com

Teman atau follower mungkin tidak akan memperhatikan ketika kamu salah mengeja ‘your’ dan ‘you’re’ di salah satu statusmu. Akan tetapi, calon employer kamu akan memperhatikannya. Karena itu, selalu pastikan bahwa kamu memberi perhatian lebih pada detail sekecil apapun sebelum kamu mem-posting sesuatu.

5. Be social

be social

be social via https://www.cio.com

Advertisement

Well, ketika berbicara mengenai media sosial, tentu kamu harus membuat kehadiranmu di dunia maya diperhitungkan. Caranya dengan bergabung dan berpartisipasi secara aktif di grup atau komunitas online yang sesuai dengan bidang keahlianmu. Berinteraksilah dengan orang lain di dalam jaringan sosial yang sama, sehingga kamu bisa memperoleh pandangan yang lebih luas tentang dunia profesional dan bahkan membantumu menemukan kesempatan kerja yang baru.

6. Be offensive

Kamu harus menahan diri saat ingin memberikan komentar atau update status yang sifatnya menyerang. Kalau kamu ingin lebih baik di karirmu, penting untuk menjaga profesionalisme kamu dengan menghindari tindakan yang kurang sopan semacam itu.

7. Complain about previous employers

complain

complain via https://giphy.com

Selain tidak beretika, mengeluhkan dan berbicara buruk mengenai mantan employer kamu hanya akan meninggalkan kesan buruk tentang diri kamu sendiri.

8. Spread negative issues

Negativity

Negativity via https://imgur.com

Saat ini, hoax sangat mudah menyebar di social media. Jangan mengorbankan integritasmu hanya untuk membagikan berita semacam itu di platform media sosialmu. Sebelum mem-posting atau membagikan isu-isu sensitif, ada baiknya cari tahu kebenarannya.

9. Post inappropriate photos and videos

Inappropriate

Inappropriate via http://jiujiubjj.com

Berpikirlah dua kali sebelum posting apapun. Karena kamu tidak tahu dampak apa yang bisa muncul dari posting-anmu. Jadi, jangan pernah mem-posting foto ambigu atau video aneh yang dapat merusak kredibilitasmu.

10. Tell lies

Tell lies

Tell lies via https://giphy.com

Walaupun ini sangat jelas, tapi masih banyak yang melakukan kesalahan ini. Penting untuk mencantumkan profil dan kualifikasi yang menarik, tetapi jangan pernah membesar-besarkannya melebihi kemampuanmu, karena pada akhirnya apa yang kamu tampilkan adalah suatu kebohongan.

Bagaimana? Apakah akun social media-mu sudah mengikuti panduan-panduan di atas dan bisa melamar kerja di startup?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya