Tidak Apa Tidak Good Looking, Asalkan Berpengetahuan Luas

Tuhan adalah the greatest creator ever. Kesempurnaan Tuhan sebagai pencipta terlihat pada ciptaannya yang beragam. Begitu juga manusia, setiap orang itu berbeda, ada yang Tuhan ciptakan dengan fisik rupawan, yang lain dengan wawasan yang mengagumkan. Dan di antara itu, ada juga orang yang sangat berperasa dan sangat peka terhadap lingkungan. 

Salah satu fenomena yang menarik adalah banyak orang yang merasa insecure atau bahkan membenci diri sendiri lantaran tidak memiliki bentuk fisik sesuai standar orang kebanyakan. Ada yang diet mati-matian hanya demi bentuk tubuh yang ideal, membeli pelbagai macam produk perawatan hanya untuk mensejajarkan diri dengan orang lain. Ada banyak orang orang yang sulit bisa menerima diri sendiri ketika dia terlahir dengan fisik yang kurang menarik.

Selain itu, sangat jelas, ada yang absen dari masyarakat dewasa ini, dan itu adalah satu-satunya aset yang menjadikannya manusia: akal tempat bersemayamnya pengetahuan. Orang yang memiliki penampilan menarik lebih mempunyai privillage daripada mereka yang mempunyai pengetahuan yang lebih luas, itu benar adanya.

Melalui tulisan ini saya ingin bilang kepada teman-teman yang belum bisa menerima dirinya sendiri, kamu tidak akan rendah jika tidak memiliki wajah rupawan atau bentuk tubuh yang ideal. Ada yang lebih penting dari itu, yang paling berharga yang dimiliki manusia: pengetahuan. Untuk mendapatkan pengetahuan yang luas kamu tidak perlu memiliki fisik yang menarik. Fisik bukanlah segalanya.

Advertisement

1. Pengetahuan Adalah Aset Abadi dan Mudah Diakses

Photo by Khausal Moradiya on Pexels

Photo by Khausal Moradiya on Pexels via https://www.pexels.com

Jika fisik yang rupawan bisa kita sebut sebagai sebuah privillage, maka pengetahuan adalah anugerah terbesar. Orang tidak harus mengocek ratusan sampai jutaan rupiah setiap bulannya untuk mengakses pengetahuan. Kuncinya hanya mau, prinsipnya adalah setiap orang adalah guru, setiap situasi adalah pembelajaran.

Selain itu pengetahuan yang luas adalah aset yang abadi. Ia tidak akan hilang hanya karena bertambahnya usia. Ia tidak akan berkerut ketika menua, bahkan ia akan semakin lekat. Banyak kita lihat akademisi yang masih produktif menyumbangkan pemikirannya meskipun sudah tua. Misalnya Buya Syafi'i Ma'arif, Prof. Azyumardi Azra, Prof. Amir Syarifuddin.

Advertisement

2. Menciptakan Komunisasi yang Berkualitas

Photo by Pauxels on Pexels

Photo by Pauxels on Pexels via https://www.pexels.com

Salah satu manfaat memiliki pengetahuan yang luas teman-teman bisa nyambung dan mampu mengkaji pelbagai topik pembicaraan. Dengan pengetahuan yang luas teman-teman nggak pernah kehabisan bohon obrolan ketika berkomunikasi dengan siapa saja. 

Salah satu permasalahan manusia saat ini adalah lingkungan komunikasi yang membosankan. Hal ini disebabkan terhambatnya konunikasi akibat pengetahuan yang cetek, di mana berikutnya mempengaruhi kualitas komunikasi.

Advertisement

Seringkali kita lihat ada yang berkumpul, nongkrong, yang dibicarakan  hanyalah hal remeh temeh, maksud saya ada yang hanya menggunjingkan orang lain. Atau ngobrol seputar kehidupan selibriti. Tentu saja setiap orang memiliki makna apa yang penting bagi diri mereka, tapi coba bandingkan mana yang lebih bermanfaat misalnya bicara tentang toleransi dengan berbagai perspektif daripada membicarakan siapa pacar baru salah satu artis tanah air saat ini.

        Saya tertawa lepas membaca twit-twit di Twitter yang menurut saya relate sekali dengan keadaan ini. Misalnya ada yang nge-tweet, Aku baru habis putus dengan pacarku, karena aku bahas Karl Marx. Dan temannya bilang dia nggak suka yang begituan, nggak kuat. Iya nggak sih, saya pikir membosankan juga jika topik obrolan selalu sama, basa-basi doang.

Hmm, tapi entah lah, aku belum pernah pacaran soalnya. Yang penting, ini menunjukkan betapa pentingnya pengetahuan dalam sebuah komunikasi.

3. Bermanfaat bagi Lingkungan Sekitar

Photo by Monstera on Pexels

Photo by Monstera on Pexels via https://www.pexels.com

Memiliki wajah yang cantik atau gagah memang menyenangkan, orang yang memilikinya dikagumi oleh orang-orang yang di sekitarnya. Lalu, setelah itu apa? Nothing. Orang yang memiliki tampang rupawan hanya akan memberikan dampak pada dirinya sendiri.

Tapi dengan berpengetahuan luas kamu bisa memberikan dampak pada lingkungan sekitarmu, dan kamu bisa menerima hasil dari itu. Maksudnya, peluang terciptanya hubungan timbal balik lebih besar. Nggak terlalu buruk kan kalau tidak rupawan?

Hidup yang bermakna adalah hidup yang dapat memberikan manfaat terhadap orang lain.

4. Jika Kamu Berpengetahuan Luas, Orang Tidak Peduli dengan yang Lainnya

Photo by Oladimeji Ajegbile

Photo by Oladimeji Ajegbile via https://www.pexels.com

Ada ungkapan, orang yang rupawan dikagumi sebelum dia duduk, sedangkan orang yang berpengetahuan dikagumi setelah dia duduk. Maksudnya, orang yang memiliki bentuk fisik yang menarik dikagumi oleh orang lain seketika setelah orang-orang melihatnya. Sedangkan orang yang berpengetahuan dikagumi setelah orang-orang merasakan seniri manfaat dari pengetahuan yang ia miliki.

Lagian, misalnya orang-orang tidak akan lagi mempersoalkan bentuk fisikmu lagi setelah kamu mampu menggetarkan mimbar khutbah Jum’at misalnya. Sama, seperti yang ditunjukkan oleh mu’adzin Rasulullah. Setelah orang-orang melihat betapa dalamnya pengetahuan yang kamu miliki, orang-orang tidak akan peduli lagi soal rupamu, warna kulitmu, agamamu, latar belakangmu.

5. Yang Paling Penting Itu Bersyukur

Photo by Giftpundits.com on Pexels

Photo by Giftpundits.com on Pexels via https://www.pexels.com

Pada akhirnya membanding-bandingkan itu tidak sepenuhnya baik. Sebab masing-masing sesuatu memiliki takarannya sendiri-sendiri. Tidak etis membandingkan ikan dengan burung, mereka hebat dengan cara meeka sendiri-sendiri.

Terlahir dengan penampilan yang menarik (katanya good looking) ya syukur, berterima kasih kepada Tuhan atas apa yang telah dia berikan. Kalau terlahir dengan penampilan yang biasa-biasa saja, atau (maaf) masuk dalam kategori jelek dalam penilaian manusia, ya nggak masalah. Itu tidak akan mengakhiri hidupmu. Itu baru terlahir tidak menarik, bagaimana terlahir dengan keadaan kekurangan fisik. Ini nggak akan ada habisnya.

Sekali lagi, kepada teman-teman yang merutuki dirinya sebab tidak terlahir dengan fisik menarik seperti orang lain, mari berhenti, dan mulai menatap ke depan. Ada banyak hal lainnya yang dapat dieksplorasi daripada menyesali diri sendri. Ingat yang paling dalam mengarungi kehidupan itu adalah pengetahuan. Mari fokus terhadap apa yang kita punya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penulis adalah seorang mahasiswa jurusan Hukum Tata Negara di UIN Imam Bonjol Padang. Kesibukan sebagai mahasiswa selain kuliah adalah organisasi. Beberapa tulisan penulis telah dimuat baik di media cetak, buku antalogi, dan media online. Penulis menaruh minat yang dalam terhadap filsafat, politik, dan sastra. Penulis dapat dihubungi di osckardo4575@gmail.com

CLOSE