United Kingdom atau UK dikenal sebagai negara dengan kemajuan yang pesat. UK juga identik dengan negara yang kota modernnya penuh dengan gedung-gedung pencakar langit maupun hiruk-pikuk kehidupan penghuninya yang sibuk. Meskipun begitu, pesona UK juga dapat dinikmati dari keindahan daerah pedesaan yang tersebar di penjuru negeri Harry Potter ini.

Yang menarik adalah terdapat salah satu desa kecil di UK yang bukan merupakan jajaran destinasi unggulan UK namun namanya populer di kalangan masyarakat Indonesia. Bahkan nama desa tersebut menjadi salah satu judul novel dan film yang diminati oleh masyarakat. Ya, nama desa itu adalah Edensor.

1. Kisah Andrea Hirata yang Ternyata Nyata

Desa Edensor mendapatkan perhatian yang luas dari masyarakat Indonesia sejak nama tersebut didapuk menjadi salah satu judul dari tetralogi novel sukses karya Andrea Hirata yang berjudul "Laskar Pelangi". Desa Edensor tidak menjadi latar tempat yang mendominasi cerita ini namun memiliki peran yang penting berkaitan dengan kenangan maupun impian sang tokoh utama.

Advertisement

Kepopuleran tersebut menggiring banyak orang untuk menyelidiki mengenai kebenaran Desa Edensor. Tidak sedikit orang mengira bahwa Desa Edensor hanyalah desa khayalan Andrea Hirata. Nyatanya desa tersebut adalah sebuah desa yang benar-benar ada. Desa Edensor (dibaca Ensor) ini terletak di lereng Bukit Derbyshire tepatnya di distrik Derbyshire Dales, Derbyshire, East Midlands, UK.

2. Desa Mungil yang Menyimpan Pesona Alam Luar Biasa

Gerbang menuju Desa Edensor

Gerbang menuju Desa Edensor via http://www.wylveraleisure.com

Di novel Edensor, Andrea Hirata mengisahkan bagaimana wujud Desa Edensor: "Lereng-lereng bukit yang tak teratur tampak seperti berjatuhan, puncaknya seakan berguling ditelah langit sebelah barat. Bentuknya laksana pita kuning dan merah tua. Pegunungan tinggi yang tak berbentuk itu lalu terurai menjadi bukit-bukit hijau dan lembah-lembah nan luas.

Di dasar lembah sungai berliku-liku di antara pepohonan. Rumah-rumah petani Edensor yang terbuat dari batu-batu yang kukuh dan berwarna kelabu bak pulau di tengah ladang yang diusahakan". Deskripsi tersebut sangat tepat menggambarkan bagaimana lingkungan Desa Edensor. Lingkungan pemukiman yang asri dan hijau menjelma bak negeri dongeng yang berada di kehidupan nyata.

3. Edensor yang Bukan Desa Biasa

Rumah-rumah penduduk Desa Edensor

Rumah-rumah penduduk Desa Edensor via https://mediayohana.wordpress.com

Advertisement

Keindahan yang luar biasa dari Desa Edensor muncul bukan tanpa alasan. Desa ini sebernarnya merupakan desa buatan atau desa model yang dihuni oleh para pekerja dari Chartsworth House. Pada awalnya letak Desa Edensor berada di area Chartsworth House miliki Duke of Devonshire ke-6, William Cavendish, di dekat Sungai Derwent. Dikarenakan lokasi Desa Edensor terdahulu yang dianggap mengganggu pemandangan di kediamannya, Duke of Devonshire ke-6 memindahkan desa tersebut pada tahun 1839.

Arsitektur yang terdapat di Desa Edensor juga unik. Meskipun lokasi desa berpindah, Desa Edensor tetap didesain sebagaimana arsitektur semula. Rumah-rumah yang terdapat di Desa Edensor memiliki desain yang masing-masing konon diambil dari ilustrasi di buku Encyclopedia of Cottage, Farm, and Villa Architecture karya John Cladius Loudon. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika terdapat berbagai desain seperti gaya Jacobean, Norman, dan Tudor Inggris hingga Italian Villa dan Swiss Cottage. Di sekeliling desa terdapat jeruji yang menjadi pelindung desa agar hewan-hewan ternak tidak memasuki kawasan ini. Oleh karena itu, kawasan ini dikenal kebersihan dan keasriannya.

4. Hal-hal yang Dapat Dilakukan di Edensor

Hijaunya Gereja St Peter Edensor

Hijaunya Gereja St Peter Edensor via http://www.siwimars.com

Meskipun bukan tujuan wisata utama di UK, Desa Edensor menyimpan banyak sisi menarik untuk dijelajahi. Pengunjung dapat berjalan menyusuri jalanan desa yang lengang dan damai. Desa yang dihuni oleh sekitar tiga puluhan rumah ini dapat dijelajahi dalam waktu yang singkat. Pemandangan perbukitan yang hijau dan lembah yang indah dapat memanjakan mata pengunjung.

Selain menyusuri indahnya pedesaan khas UK, pengunjung juga dapat mengunjungi landmark dari Desa Edensor yaitu Gereja St Peter. Gereja ini dibangun pada tahun 1869 oleh arsitek bernama Sir George Gilbert Scott. Gereja setinggi 50,5 meter tersebut menyimpan banyak kisah menarik di dalamnya seperti penginggalan Mary Queen of Scouts, bunga abadi dari Queen Victoria, hingga makam dari saudari John F. Kennedy yang bernama Kathleen Kennedy.

5. Jalan Menuju ke Edensor

Bus nomor 218 siap beraksi

Bus nomor 218 siap beraksi via http://dustybin321.blogspot.com

Perjalanan menuju ke Desa Edensor dapat dimulai dari Kota Sheffield. Kota Sheffield merupakan ibukota dari South Yorkshire. Berangkat dari Stasiun Sheffield Interchange (terminal terpadu di City Center), pengunjung dapat naik bus nomor 218 jurusan Bakewell untuk bertolak ke Desa Edensor. Bus 218 merupakan satu-satunya bus yang melewati Desa Edensor dan beroperasi setiap jam pada hari kerja.

Perjalanan akan berlangsung sekitar 45 menit. Perjalanan tersebut melewati Peak District National Park yang merupakan salah satu taman nasional tertua di dunia. Pengunjung dapat memilih antara dua tempat pemberhentian yaitu pemberhentian yang tepat di depan Desa Edensor ataupun di lapangan parkir Chatsworth. Dari sana, pengunjung dapat memulai petualangan di desa negeri dongeng ini.

#AyoKeUK #WTGB #OMGB

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya