Cara Berdamai dengan Rasa Insecure di Usia 20an. Biar Hidupmu Jauh Lebih Tenang

Berdamai dengan insecure

Saat usiamu nggak lagi menginjak umur belasan tahun, banyak hal yang akhirnya kamu pelajari, tentunya mengenai makna hidup di dunia ini. Kamu semakin terlatih untuk memikul tanggung jawab, memikirkan soal cinta, masa depan, bahkan perihal rasa insecure yang sepertinya makin menjadi-jadi. Lalu, kamu juga semakin sering menjadi saksi teman-temanmu yang kelihatannya punya proses berbeda dengan dirimu.

Semakin terlihat orang-orang sebayamu tengah beranjak menentukan pilihan hidupnya sendiri, seperti bekerja, menikah, atau jadi usahawan muda yang sukses. Terkadang kamu jadi rendah diri, bingung, dan bertanya-tanya,

“Sebenarnya aku ini mau jadi apa? Kenapa saat ini cuma aku yang jadi penonton story kesuksesan orang-orang?”

Rasa-rasanya, media sosial makin hari bikin makin insecure, ya? Nah biar nggak menyesal di kemudian hari, coba deh, hadapi rasa insecure-mu dengan mulai belajar jadi pribadi muda yang tangguh. Yuk, ikuti tips agar bisa berdamai dengan rasa insecure di usia 20-an versi Riliv berikut ini!

Advertisement

1. Pahamilah bahwa saat usia 20-an, nggak berarti kamu harus tahu segalanya

Photo by Jeff Stapleton from Pexels

Photo by Jeff Stapleton from Pexels via https://www.pexels.com

Kalau kamu mengira, bahwa semua teman sebayamu sudah tahu mereka mau jadi apa, kamu nggak sepenuhnya benar. Karena sebenarnya, banyak dari mereka yang juga masih bingung dan merasakan ketakutan yang sama denganmu. Mereka juga sebetulnya masih menerka-nerka, seperti berandai-andai,

“Setelah ini apa ya?”

Advertisement

Jadi, kalau kamu sekarang nggak tahu apa-apa mengenai tujuan hidupmu, wajar banget! Berada di usia 20-an nggak membuatmu menjadi wajib banget tahu tentang apa yang harus kamu lakukan di masa depan. Masih banyak hal-hal yang bisa kamu coba. Tambah pengalaman sebanyak-banyaknya. Yang penting, jadilah pribadi yang mau untuk terus belajar!

2. Belajar buat nggak gampang peduli omongan orang lain. Toh setiap orang pasti akan punya pendapatnya masing-masing

Photo by Oleg Magni from Pexels

Photo by Oleg Magni from Pexels via https://www.pexels.com

Kadang-kadang, kamu jadi merasa bersalah karena punya pilihan yang berbeda. Kamu juga merasa aneh dengan dirimu sendiri, karena punya keyakinan yang nggak sama dengan orang-orang di sekelilingmu. Misalnya, saat teman-temanmu menginginkan pernikahan di usia 20-an, sedangkan kamu lebih memilih untuk memulai karir dan mengembangkan diri terlebih dahulu. 

Advertisement

Terlihat berbeda, bukan? Memang yang kelihatannya nggak seragam akan memicu banyak perdebatan dan mengundang pendapat orang lain. Nggak jarang orang-orang di sekitarmu jadi sering mengomentari dan menganggapmu remeh. 

Inilah saat yang tepat bagimu untuk belajar bertahan dengan pilihan hidupmu sendiri. Kamu nggak harus selalu mendengarkan apa kata orang. Karena, kamu yang menjalani dan bertanggung jawab atas pilihanmu sendiri. 

Mulailah belajar untuk menyaring mengenai pandangan orang-orang, tentang mana yang baik sebagai saran, atau pandangan mana yang sebaiknya diabaikan dan nggak usah kamu dengarkan sama sekali. 

3. Terima kegagalan sebagai pelajaran berharga. Kegagalan bukanlah hal yang dapat mendefinisikan siapa dirimu. Pengalamanmu-lah yang bisa melakukannya

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels via https://www.pexels.com

Kayaknya terlalu naif deh kalau misalnya kita berharap akan berhasil ketika kita sendiri baru sekali mencoba. Memang, nggak mudah untuk menerima kegagalan. Wajar jika saat ini kamu merasa sedih dan kecewa. 

Tapi, jangan biarkan kegagalan yang menimpa dirimu mendefiniskan jati diri yang kamu punya. Bukan kegagalan, tapi pengalamanmulah yang bisa menentukan siapa dirimu sesungguhnya. Kamu akan dinilai berdasarkan pengalaman apa saja yang pernah kamu lalui, bukan dari kegagalan apa saja yang pernah kamu terima. 

4. Nggak perlu membandingkan diri sendiri dengan orang lain

Photo by Bich Tran from Pexels

Photo by Bich Tran from Pexels via https://www.pexels.com

Meskipun sulit—apalagi dengan hadirnya media sosial—membandingkan diri sendiri dan orang lain perlu banget untuk dikurangi, atau bahkan nggak dilakukan sama sekali. Kita adalah orang-orang yang dilahirkan dari ayah dan ibu yang berbeda, pengalaman yang berbeda, kemampuan yang berbeda, dan tujuan hidup yang berbeda. 

Lantas, mengapa membandingkan diri sendiri dengan proses orang lain belakangan ini jadi terasa masuk di akal? Padahal kan, sudah jelas kalau hal ini nggak banyak membawa manfaat. 

5. Di usia ini materi bukanlah yang jadi segala-galanya. Mumpung masih muda, cobalah hal-hal baru yang nggak akan mungkin kamu lakukan di usia lanjut

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels via https://www.pexels.com

Kalau kamu tertarik dengan dunia seni, mulailah belajar dari sekarang. Kalau kamu nggak suka dengan matematika, mulailah cari hal-hal yang membuatmu tertarik dan kamu merasa nyaman berkecimpung di dalamnya.

Nggak ada kata terlambat untuk memulai! Semua orang yang handal pernah berada di posisi 0. 

Sebelum nantinya kamu punya tanggung jawab dengan pasangan ketika kamu sudah menikah dan punya anak, lebih baik kamu menggunakan waktu luangmu sekarang ini dengan hal-hal yang kamu sukai dan inginkan!

6. Berada di usia 20-an buatmu nggak membutuhkan terlalu banyak teman, pisahkan orang-orang yang mendukungmu dari mereka yang selalu membuatmu semakin merasa insecure 

Photo by JESSICA TICOZZELLI from Pexels

Photo by JESSICA TICOZZELLI from Pexels via https://www.pexels.com

Teman dan lingkungan sangat mempengaruhi diri kita. Banyak orang yang punya kemampuan di atas rata-rata, tapi nggak percaya diri, karena ia tinggal di lingkungan yang kurang mendukung dan membuatnya jadi merasa insecure.

Tips agar tidak insecure berikutnya adalah dengan memiliki lingkungan yang suportif. Meskipun jumlahnya nggak banyak dan bisa dihitung jari, hal ini lebih bermanfaat daripada kamu punya banyak teman tapi seringkali membuatmu jadi ragu-ragu untuk punya cita-cita dan mengembangkan diri sendiri. 

Akan selalu ada orang yang nggak suka denganmu. Pahamilah, bahwa kamu memang nggak bisa menyenangkan semua orang. Kamu bahkan nggak dibayar untuk itu!

7. Ketahuilah bahwa kamu sudah lebih dari cukup

Photo by Sharon McCutcheon from Pexels

Photo by Sharon McCutcheon from Pexels via https://www.pexels.com

Inilah bagian terpenting dari tips agar tidak insecure. Setiap orang dikaruniai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Terkadang hidup membuat kita jadi lupa untuk menyadari kelebihan yang kita punya. 

Alih-alih bersyukur tentang potensi diri, kita cenderung lebih suka untuk membandingkan diri dengan orang lain. Bahkan, kita berharap untuk memiliki dan mengambil alih kelebihan yang orang lain punya dan nggak ada pada diri kita. 

Hal ini secara berangsur-angsur, akan membuat kita jadi sulit berkembang. Bahkan, nggak jarang rasa insecure akan mengampiri. Hilangkan kebiasaan nggak sehat ini. 

Tips agar tidak insecure, cobalah untuk merasa cukup. Sadarilah bahwa kamu memang lebih dari cukup. Cintalah dirimu sendiri melebihi keinginanmu untuk jadi orang lain. 

Hal-hal yang kamu temui di media sosial belum tentu seindah seperti kelihatannya. Hal inilah yang perlu kamu sadari, sehingga kamu bisa membangun dan mengembangkan diri. 

Jadilah versi terbaik dari dirimu sendiri. Kamu sudah keren tanpa harus menjadi orang lain. Be a masterpiece, rather than being a replica of someone!

Referensi:

  1. https://www.forbes.com/sites/francesbridges/2017/07/28/20-things-i-learned-in-my-20s/#7e0cc2224bf5

Ditulis oleh Safira Adnin Karlina dari Riliv.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE