7 Tips Jitu Menghemat Uang Saku ala Anak Rantau. Biar di Akhir Bulan Nggak Bokek Melulu~

tips menghemat uang saku ala anak rantau

Halo teman-teman seperantauan semua! Bagaimana keuangan kalian hari ini? Semoga masih mencukupi hingga akhir bulan ya! Tentunya sebagai anak rantau yang tinggal jauh dari orang tua akan sangat perlu untuk bisa menjaga keuangan agar bisa cukup hingga akhir bulan, terkadang hal inilah yang sangat sulit untuk dilakukan oleh teman-teman seperantauan.

Sama seperti saya, waktu awal saya masuk kuliah saya sulit sekali untuk memanage uang, tapi semakin ke sini saya semakin mahir untuk memanage uang tersebut. Berikut adalah 7 tips yang akan saya bagikan untuk bisa memanage uang hingga akhir bulan.

ADVERTISEMENTS

1. Membuat pembagian kebutuhan

PERURI | Uang Kertas & Logam

PERURI | Uang Kertas & Logam via https://www.peruri.co.id

Membuat pembagian kebutuhan sangatlah penting, karena dengan kita mengetahui mana kebutuhan yang sifatnya primer, sekunder dan tersier maka kita akan bisa memanage uang kita dengan baik. Apabila kita sudah mengetahui mana yang menjadi kebutuhan primer, sekunder dan tersier kita harus langsung mengutamakan kebutuhan primer terlebih dahulu.

Caranya adalah dengan menghitung uang yang didapat dari orang tua kalian dengan perhitungan kebutuhan primer 50%, kebutuhan sekunder 30% dan kebutuhan tersier 20%. Namun, sebisa mungkin hindari pengeluaran untuk kebutuhan tersier, karena uang yang dipergunakan untuk kebutuhan tersier dapat ditabung untuk masa depan kalian. Sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit.

ADVERTISEMENTS

2. Membuat tabungan

Photo de maitree rimthong provenant de Pexels

Photo de maitree rimthong provenant de Pexels via https://www.pexels.com

Membuat tabungan juga merupakan salah satu hal yang penting untuk bisa kita lakukan ketika kita sedang merantau, kita harus bisa berpikir bahwa kita hidup tidak untuk hari ini saja, atau untuk bulan ini saja, namun untuk bulan-bulan selanjutnya. Tabungan ini bisa kalian buat dengan tiga cara, yang pertama dengan menarik uang yang ingin ditabung biasanya sekitar 30% sampai 40% dari uang yang didapat dari orang tua untuk dimasukan ke dalam celengan yang kalian miliki.

Apabila kalian tidak punya celengan, kalian dapat membuatnya sendiri dengan kotak sepatu yang kalian miliki atau bisa juga menggunakan tempat makan. Apabila itu terlalu sulit, kalian dapat menggunakan cara yang kedua ini, kalian dapat membuat rekening baru di bank, memang itu akan lebih simple namun setiap bulannya uang kalian akan ditarik untuk uang administrasi tentunya itu akan memberatkan kalian bukan?

Nah, apabila kalian ingin lebih mudah dan murah lagi, kalian dapat menggunakan reksadana sebagai tempat untuk menabung, selain tidak ada biasa administrasi, reksadana juga memberikan bunga pertahunnya. Walaupun bunga yang diperoleh dari reksa dana kecil.

Terakhir yang terpenting adalah tabungan kalian bukan untuk kalian foya-foyakan. Tapi, untuk kalian simpan untuk masa depan, ataupun bisa kalian gunakan untuk uang darurat ketika kalian memerlukannya secara mendadak dalam jumlah yang cukup besar.

ADVERTISEMENTS

3. Kurangi jajan-jajanan

Photo de Lisa Fotios provenant de Pexels

Photo de Lisa Fotios provenant de Pexels via https://www.pexels.com

Sebagai anak kampus atau anak rantau jajanan biasanya sangat memikat hati, sembari ngumpul dengan teman-teman, sembari jajan. Sebagai anak rantau kalian harus bisa mencoba untuk mengurangi pengeluaran kalian untuk jajan-jajan. Memang kelihatannya kita jajan, kita menganggap jajan bukanlah pengeluaran yang besar.

Namun, kita harus lihat kembali kata-kata “Sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit.” Kata-kata inilah yang menggambarkan kita ketika jajan. Memang jajanan kita murah dan sedikit, tapi ketika kita terus melakukan itu, maka yang terjadi secara tidak sadar uang kita dikeluarkan dengan sangat banyak, dan akhirnya itu akan merusak money management.

ADVERTISEMENTS

4. Kurangi buka dan menggunakan situs belanja online

Photo de PhotoMIX Ltd. provenant de Pexels

Photo de PhotoMIX Ltd. provenant de Pexels via https://www.pexels.com

Belanja online merupakan salah satu penyebab uang kita habis sebelum waktunya pula. Kemudahan kita dalam membeli sesuatu yang kita ingini membuat kita lupa bahwa uang kita ada batasnya. Mungkin awalnya kita hanya membuka-buka saja dan mengecek barang-barang yang ada di situs belanja online tersebut, tapi secara tidak sadar pemikiran kita akan tersetir untuk membeli barang-barang tersebut.

Ditambah dengan berbagai promo dan diskon yang disediakan oleh situs belanja online tersebut, yang akhirnya barang yang sebenarnya tidak perlu untuk dibeli tersebut, kita beli. Nah karena itulah, kita harus coba untuk mulai menghilangkan kebiasaan membuka situs-situs belanja online ketika memang kita tidak perlukan, demi menghindari terjadinya beli-membeli barang-barang yang tidak seharusnya tidak kita beli.

ADVERTISEMENTS

5. Menghemat listrik kos

Photo de Burak K provenant de Pexels

Photo de Burak K provenant de Pexels via https://www.pexels.com

Listrik memanglah kebutuhan yang sangat kita perlukan untuk kehidupan kita sehari-hari apalagi untuk anak-anak rantau. Namun, terkadang mereka melupakan bahwa listrik yang mereka keluarkan seringkali digunakan untuk berboros-borosan, misalkan siang hari menggunakan lampu besar yang cukup boros untuk digunakan dan juga, tidak mematikan alat-alat listrik dan elektronik ketika pergi meninggalkan kamar kos.

Hal ini pula yang menyebabkan listrik boros. Apabila memang kalian membutuhkan lampu di kamar kalian karena kamar kalian tidak ada sumber cahaya lain selain lampu, maka kalian dapat menggunakan lampu lain yang terbilang lebih murah daripada lampu besar pada umumnya, seperti lampu led strip contohnya.

Led strip hanya membutuhkan listrik yang sedikit dan hal itu akan bisa menghemat listrik. Selain itu, kebiasaan menyalakan AC terus menerus juga yang menyebabkan listrik kita menjadi boros. Apabila malam hari dan udara sudah cukup dingin kita dapat menggunakan kipas kecil saja untuk memberikan kesejukan dalam ruangan, tidak perlu menggunakan AC yang dayanya sangat besar.

Harus diingat pula, bukan berarti ketika kalian pergi keluar sebentar, AC dimatikan dan setelah kalian masuk AC dinyalakan kembali. Hal itu malah akan membuat listrik lebih boros, karena daya yang diperlukan ketika AC baru dinyalakan akan lebih besar.

ADVERTISEMENTS

6. Hindari berpergian yang tidak perlu

Photo de mentatdgt provenant de Pexels

Photo de mentatdgt provenant de Pexels via https://www.pexels.com

Kita pula harus menghindari berpergian ke tempat-tempat yang sebenarnya tidak perlu, misalnya jalan-jalan ke mall, dan lain-lain. Hal ini harus kita hindari karena hal ini pula yang bisa dibilang membuat uang cukup banyak. Dengan perginya kalian ke tempat-tempat yang tidak diperlukan tanpa adanya kepentinga tertentu, itu hanya membuang ongkos transport.

Meskipun pergi dengan promo-promo yang ada di aplikasi transportasi online. Namun, tetap saja pasti akan membuang banyak uang. Misalnya, secara tidak langsung ketika kita pergi ke mall pastinya tidak mungkin sebentar, tentunya kita pasti akan makan atau minimal jajan di mall tersebut. Hal inilah yang akhirnya akan membuang banyak uang.

7. Mengatur laundry atau mencuci pakaian

Photo de Daria Sannikova provenant de Pexels

Photo de Daria Sannikova provenant de Pexels via https://www.pexels.com

Laundry yang kita lakukan untuk mencuci pakaian ataupun sprei kita harus kita beri batasan, misalnya dalam sstu bulan maksimal kita mengeluarkan uang untuk laundry adalah Rp 200.000,- tentunya ini sudah sangat cukup.

Namun, mungkin ketika kalian orang yang mudah berkeringat sehingga harus sering ganti pakaian, maka kalian dapat mencari laundry yang menyediakan laundry dengan member per bulan, karena dengan member per bulan pastinya akan lebih murah, karena kalian bisa mencuci dengan kuantiti yang banyak tanpa perlu memikirkan harus membayar berapa. Hal ini akan dapat membaru kalian untuk mengurangi pengeluaran kalian.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

une femme libre