Banyak tulisan yang secara ide sebenarnya bagus dan menarik tapi terlewat begitu saja hanya karena si penulis gagal mengawalinya dengan kalimat pembuka yang ciamik. Sementara judul-judul yang terlalu bombastis, justru seringnya terkesan menipu karena ternyata isinya sangat hambar, lebih-lebih melenceng dari judul.

Maka kalimat pembuka menjadi amat penting. Kalimat pembuka yang menarik dan efektif akan membuat pembaca tergugah untuk membaca kalimat-kalimat berikutnya hingga tuntas. Sebaliknya, first sentence yang lemah dan bertele-tele hanya akan membuat pembaca malas lalu beralih ke hal-hal lain dengan satu kali klik.

Berikut ini saya coba berbagi beberapa jenis kalimat yang bisa kita gunakan sebagai pembuka tulisan, yang bakal bikin orang yang baca jadi ketagihan!

1. Kalimat yang informatif bisa jadi kekuatan utama. Di sini, kamu akan membuat penasaran pembaca

Kalimat pembuka berbentuk informatif barangkali adalah yang paling umum digunakan, karena memang secara teknik penulisan paling mudah. Kita hanya perlu menyampaikan sebuah fakta sebagai pengantar tulisan, tanpa harus banyak memoles dengan diksi-diksi yang melangit.

Namun biarpun hanya pembuka, dan bukan sebagai inti tulisan, usahakan fakta yang kita sampaikan adalah yang tidak terlalu umum apalagi fakta keras yang rasanya semua orang sudah tahu tanpa perlu kita kabarkan. Prinsipnya, semakin fakta yang kita pakai jarang diketahui orang, semakin ia berpotensi untuk menggelitik rasa keingintahuan pembaca. Contoh:

“India adalah negara penghasil film paling produktif di dunia.”

Advertisement

Lalu untuk memperkuat kalimat ini, dapat kita tambahkan fakta pendukung pada kalimat-kalimat berikutnya. “Dalam kurun waktu satu tahun, jumlah film yang diproduksi di India mencapai 1.600 buah film. Sebagai perbandingan, film Hollywood yang diproduksi di Amerika hanya mencapai angka 600 dalam waktu yang sama.”

Bandingkan dengan fakta umum seperti, “Nasi goreng adalah makanan enak khas Indonesia,” atau “Berolahraga setiap hari akan membuat tubuhmu sehat.

Tulisan yang belum-belum sudah membosankan seperti ini secara tidak langsung akan mengindikasikan kepada pembaca bahwa tulisan tersebut hanya akan berkutat seputar hal-hal remeh yang sudah diketahui umum.

2. Selain informatif, unsur interaktif itu juga penting agar pembaca ‘betah’ berlama-lama di tulisanmu

Sederhananya, kalimatif interaktif adalah kalimat yang mengajak pembaca berinteraksi, seperti sebuah dialog antara penutur dan pendengar.

Paling umum berbentuk direct question, bisa menanyakan pengetahuan pembaca seperti “Tahukah kamu, bla bla bla……….” (jenis ini masih berkaitan dengan penjelasan nomor 1 tentang kalimat fakta), menanyakan pengalaman seperti “Apakah Anda pernah bla bla bla?”, menanyakan pendapat seperti “Apa yang akan Anda lakukan seandainya bla bla bla….” atau bentuk pertanyaan lainnya.

Bisa juga berbentuk perintah meski seringnya tidak benar-benar dimaksudkan untuk menyuruh. Lihat contoh berikut:

“Tutup matamu sejenak dan bayangkan wanita dangan wajah terburuk yang pernah kau lihat seumur hidupmu. Jika sudah, kalikan sepuluh, kalikan sepuluh lagi, lalu kalikan lagi sepuluh. Nah, seperti itulah rupa wanita yang ku temui tadi bagi di depan rumahku.”

3. Kalimat yang kontradiktif juga bisa jadi senjata ampuh untuk boost ketertarikan pembaca, lho! Gini contohnya

Kalimat kontradiktif dalam hal ini bisa kalimat yang bertentangan dengan pendapat umum, atau mengandung unsur yang saling berlawanan dalam satu kalimat terebut.

Misalnya:

“Nenekku ingin aku mendapatkan pendidikan, maka ia melarangku bersekolah.”

Kalimat di atas adalah ucapan seorang antropolog ternama, Margaret Mead. Terlepas dari hal itu, rasanya siapapun yang mendapati kalimat semacam itu di awal tulisan tentu akan tergugah sesaat lantas bertanya, “Maksudnya?” Kemudian melanjutkan membaca untuk mencari tahu maksud si penulis.

4. Atau mungkin kalian bisa juga gunakan kalimat komparatif alias perbandingan, supaya pembaca juga ikut larut ke dalam setiap alur tulisan

Tips Menulis Artikel Blog Jika Kehabisan Ide via http://2.bp.blogspot.com

Cara lain untuk membuka tulisan adalah dengan memakai kalimat yang membandingkan dua hal. Bisa perbandingan antara dua hal yang sepadan, bisa juga membandingkan satu hal melalui hal lain (analogi).

Jika Leonel Messi adalah senjata pamungkas dalam permainan tiki-taka Barcelona, maka Andik Vermansyah adalah Leonel Messi-nya Timnas Indonesia.” Lalu pembahasan berikutnya semestinya akan berfokus pada ulasan peran dan kehebatan Andik di Timnas.

Contoh lainnya:

Layaknya seorang anak kecil yang melonjak-lonjak gembira karena mendapat mainan baru, seperti itulah reaksi Karman saat cintanya diterima oleh Marni.”

5. Atau, boleh juga memakai kalimat provokatif. Eits, tapi yang sopan dan sesuai kaedah jurnalistik, ya…

menulis via https://pexels.com

Eits, tapi kalimat provokatif tidak selamanya buruk, ya. Justru dalam situasi tertentu, kalimat provokatif yang lugas dan tegas sangat baik untuk ditempatkan di muka tulisan, sebagai penegasan awal sekaligus informasi hendak ke arah mana tulisan itu berjalan. Dapat dikatakan, kalimat provokatif dalam hal ini adalah kalimat opini yang disampaikan dengan to the point dan gaya penalaran yang kuat.

Sujiwo Tejo adalah salah satu penulis yang – menurut saya – sangat jago dalam hal ini. Dia pandai mengawali tulisan dengan kalimat yang ‘menantang’ tapi sekaligus menggugah. Misalnya:

Saya akan awali tulisan ini dengan mengatakan: bangsa ini bodoh karena nilai Matematika-nya masih rendah.”

“Pelantikan presiden sebaiknya outdoor, sumpah jabatannya dinaungi oleh payung kaum umbrella girl.”

“Cinta bukan harga pas, tapi juga tak mengenal kembalian.”

“Tabahlah seperti perempuan, saban hari mereka memandikan anak, tapi tak pernah mereka menuntut adanya mesin cuci anak.” (yang ini gabungan kalimat provokatif dan komparatif)

***

Sebenarnya masih banyak lagi jenis kalimat yang dapat kita gunakan sebagai pembuka tulisan yang efektif, seperti kalimat deskripsi, kalimat deklaratif, kalimat kutipan, dan sebagainya. Tapi lima jenis yang saya ulas di atas kiranya cukup sebagai tambahan referensi dalam berlatih.

Semoga bermanfaat.