Pengalaman 2 tahun Belajar, Bermain dan Bekerja #AyoKeUK

Banyak orang berpikir kuliah di UK sangatlah mahal, tetapi anda akan sangat terkejut mengetahui bahwa total biaya kuliah di UK lebih murah dibanding Australia dan Amerika. Selain itu, kuliah Master di UK hanya membutuhkan waktu 1 tahun. Tidak hanya biaya yang lebih murah, pengalaman hidup yang didapatkan pun jauh lebih berharga

1. Bingung memilih negara tempat melanjutkan sekolah

University of Glasgow (Foto Pribadi)

University of Glasgow (Foto Pribadi) via https://www.facebook.com

Saya ingat pertama kali ketika saya berpikir untuk melanjutkan sekolah saya, tepatnya pada waktu saya baru memasuki semester 7 di suatu universitas swasta di Jakarta di tahun 2003. Saya mengutarakan keinginan saya kepada orang tua, orang tua, dimana saya mempunyai cita-cita melanjutkan sekolah tingkat master ke luar negeri.

Orang tua menyanggupi dengan syarat, kondisi keuangan yang mereka punya terbatas, sehingga saya harus banyak berhemat. Pilihan pertama tentu saja saya memilih Australia,. Tiga pertimbangan kenapa saya memilih Australia:

Advertisement

1. Nilai tukar mata uang yang rendah

Saya berdiskusi dengan salah satu agent pendidikan yang biasa memberangkatkan banyak pelajar Indonesia ke Australia

2. Banyak Orang Indonesia

Advertisement

Saya takut mengalami shock culture, takut susah menemukan makanan yang masuk ke lidah dan ketakutan – ketakutan lainnya yang kelak bisa bikin saya homesick

3 Dekat dengan Indonesia

Memudahkan Orang Tua untuk mengunjungi anak nya

Cukup lama saya menjadikan Australia sebagai tujuan utama saya untuk melanjutkan sekolah, tetapi di pertengahan tahun 2004, ketika saya sedang membuat skripsi, pikiran saya terganggu akan pertanyaan, “Apa gunanya saya lanjut kuliah ke tingkat master kalau hal tidak dewasa seperti itu masih ada dalam pikiran saya?”.

Saya pun mulai mencoba mencari informasi perihal Kuliah di Amerika, karena sedari remaja kita melihat film tentang kehiduan sekolah di Amerika, tentu kita berkeinginan untuk pergi ke Amerika dan merasakan suasana kehidupan seru seperti film yang kita tonton.

Tapi lagi-lagi, ketika saya mencari informasi tentang Amerika, banyak yang memberi masukan kepada saya, kehidupan disana tidak seindah yang saya bayangkan. Selain itu, biaya kuliah di Amerika jauh lebih mahal dibanding kuliah di Australia.

Jadi, kembali lagi ke pilihan pertama saya, Australia? Bagaimana Negara di Eropa? German, Paris, Belanda? Wah, harus belajar bahasa lagi donk, secara bahasa utama mereka bukan bahasa Inggris.

Bagaimana dengan Negara Inggris sendiri? Jika saya mencari Negara yang bahsa utamanya adalah bahasa Inggris, kenapa tidak langsung aja belajar di Negara tempat bahasa Inggris berasal? Seumur hidup saya belum pernah menginjakkan ke Negara Eropa.

Inggris, suatu Negara kerajaan yang memiliki sejarah Panjang. Saya juga membaca dimana ketika Christopher Colombus menemukan Amerika, gelombang perpindahan warga inggris ke Amerika sangat banyak. Tidak hanya itu, banyak filsuf dan penemu-penemu berasal dari Inggris. Bisa dibayangkan, Universitas Oxford didirikan tahun 1096. Hampir 1000 tahun sumbangsih nya bagi pendidikan di Dunia.

Menarik memang untuk belajar di Inggris, tapi saya langsung kepikiran biaya pendidikan disana. Ketika di pertengahan tahun 2004, nilai 1 Poundsterling adalah Rp 18ribuan. Itu 2x lipat dari nilai Dollar Australia dan 1,5x lipat dari nilai Dollar Amerika. Perhitungan sederhana saya, biaya pendidikannya tentu jauh lebih mahal juga. Tentu saja saya tidak mau memberatkan orang tua.

Ada sekitar 2-3 minggu pikiran saya bimbang untuk menentukan Negara tujuan saya untuk melanjutkan kuliah. Suatu hari saya membaca di Koran, ada pameran pendidikan UK. Saya pun datang dan mencari informasi selengkap-lengkapnya. Hal yang mengejutkan pun terjadi, ternyata Total biaya kuliah di UK, lebih murah dibanding di Australia dan jauh lebih murah dibanding Amerika. JIka saya bisa gambarkan, Total biaya pendidikan paling murah diantara ke – 3 negara tersebut adalah: Inggris (UK) termurah, Australia di pertengahan dan Amerika termahal. Tidak percaya? Silahkan disurvey

Tidak hanya itu, di UK kuliah Master hanya membutuhkan waktu selama 1 tahun saja, beda dengan di Austalia atau di Amerika yang membutuhkan waktu 2 tahun. Singkat cerita, saya pun memantapkan untuk melanjutkan sekolah di UK dan jurusan yang saya mau ada di kota Glasgow (Skotlandia). Saya pun mempersiapkan nilai IELTS dan dokumen-dokumen untuk prasyarat kuliah saya tersebut.

#AyoKeUK #WTGB #OMGB

2. Keramahan Penduduk UK

Asrama Kampus

Asrama Kampus via https://www.facebook.com

Juli 2005 saya berangkat ke Glasgow, dua bulan lebih awal sebelum kegiatan Kampus saya dimulai. Saya sengaja ingin berangkat lebih awal karena ingin memahirkan bahasa inggris saya, terlebih menurut informasi yang saya peroleh, aksen Glasgow lebih susah di dengar dibanding aksen-aksen kota di UK lainnya.

Ketika pertama kali menginjakkan kaki di kota Glasgow, angin berhembus kencang menyambut saya. Padahal itu musim panas lho. Tapi yang membuat saya terkejut, keramah-tamahan orang-orang Glasgow ketika menyambut saya, sebagai orang asing yang datang ke kota mereka

Hal itu dimulai ketika saya di Bandara Glasgow, di bagian imigrasi, kemudian berlanjut selama perjalanan dengan Taxi dan kemudian ketika saya mendaftar ulang di kampus saya. Awalnya saya berpikir, ah ini pasti karena saya menggunakan jasa mereka. Mereka harus ramah kepada “konsumen” mereka.

Keesokan harinya, saya pun mencoba menikmati kota dengan jalan-jalan ke taman kota Glasgow. Disana saya bertemu dengan pawai orang-orang yang berjalan sambil membawa music dan alat-alat kemeriahan lainnya, tiba-tiba ada penduduk kota Glasgow menyapa saya dan berkata “Kamu terlhat kagum dengan kemeriahan parade ini?”. Saya jawab, tentu saja. Dan saya pun terlibat obrolan kecil dengan orang tersebut.

Ketika orang tersebut mengetahui saya dari Indonesia, alangkah terkejutnya mereka berkata “Saya turut sedih mengenai kejadian Tsunami di Negara kamu. Apakah keluarga kamu baik-baik saja?”. Ketika saya menjawab, baik karena Jakarta jauh dari Aceh, tapi saya tetap saja sedih karena banyak korban jiwa. Tidak disangka, orang tersebut memberhentikan beberapa rombongan orang yang lewat tersebut dan berteriak dengan keras “Hai kawan, orang ini dari Indonesia. Kita tau Indonesia baru kena musibah Tsunami. Mari kita hibur teman kita ini”. Ajaib, rombongan kecil orang itu pun tiba-tiba kompak mengajak saya ke parade tersebut dan memeluk saya dan mereka menyampaikan belasungkawa nya dan kemudian mengajak saya untuk tidak terlalu sedih dan bergembira bersama mereka.

Tidak hanya itu, terkadang ketika saya harus hangout dengan teman-teman di pub, walaupun orang disana banyak yang mabuk, tapi tidak ada mabuk yang rese. Saya juga pernah menonton bola bersama warga Glasgow, entah saya mendukung Celtic atau Ranger, tapi berita soal pendukung bola di Inggris yang rusuh (Hooligan), tidak saya temukan disana. Sangat mengesankan bagi saya

Selain itu, saya pernah berjalan keliling kota Glasgow hingga hari menjadi gelap dan saya tersesat. Di tengah jalan, saya bertemu 2 penduduk lokal dengan badan di penuhi tatoo dan mereka berjalan di samping kiri dan kanan saya. Sepanjang jalan saya di ajak ngobrol dan ketika saya mencoba menjauh dari mereka, tangan mereka pun dengan cepat menarik saya. Cukup lama saya berjalan bersama mereka sambil berdoa agar saya baik-baik saja. Ternyata mereka mencoba mengantarkan saya ke halte bus terdekat yang menuju asrama saya dan mereka berpesan agar saya hati-hati di jalan. Sungguh luar biasa

#AyoKeUK #WTGB #OMGB

3. Ceilidh Dance, Kilt, Bagpipe dan Haggis

Ceilidh Dance (Foto Pribadi)

Ceilidh Dance (Foto Pribadi) via https://www.facebook.com

Apalagi ketika penduduk Glasgow merayakan suatu acara dan ada pertunjukan ”Ceilidh dance” (tarian tradisional Skotlandia), wah menyenangkan sekali. Menari dengan lawan jenis dan tarian itu sangat bersemangat dan menggembirakan. Orang lokal Glasgow selalu mengingatkan kami (penduduk luar) sehabis menari dengan perempuan Skotlandia, jangan terbawa perasaan ya

Tidak hanya itu, alunan Bagpipe sangat indah terdengar, membuat kita berdecak kagum. Banyak orang berpikir, memainkan Bagpipe itu gampang, seperti meniup terompet atau seruling. Itu salah. Saya pernah coba ikut kursus memainkan Bagpipe, wah sulit sekali. Peniup Bagpipe harus mempunyai nafas panjang dan paru-paru yang besar nampaknya, karena untuk membunyikan selama 5 detik saja sangat sulit.

Makanan traditional skotlandia yang sangat terkenal adalah Haggis. Untuk yang punya kolesterol tinggi atau tidak suka makan jeroan binatang, jangan coba-coba makan ini ya

Tidak hanya itu, Skotlandia punya festival tahunan yang wajib di lihat, yaitu Highland Games. Festival ini menampilkan lempar kayu, lempar batu dan bermain Bagpipe. Saya sangat kaget ketika para peserta diharuskan memakai kilt (Pakaian traditional Pria Skotlandia berbentuk seperti rok) tetapi mereka dapat dengan lincah melempar kayu dan batu yang sangat besar ukurannya.

Ngomong-ngomong soal Kilt, pada awalnya penasaran, di kota sedingin Glasgow, kok para Pria nya tidak kedinginan ya hanya dengan pakai Rok? Suatu hari ketika ada acara kampus dan banyak teman-teman yang ingin memakai kilt, saya pun menyewa kilt dan memakai nya ke Kampus (padahal lagi musim dingin, suhu dibawah 10 derajad celcius). Ajaib, bagian dalam tubuh saya tidak kedinginan, karena bahan kilt itu sangat tebal, seperti saya memakai Jacket dibagian bawah tubuh saya

Tipikal penduduk Skotlandia dan penduduk Inggris berbeda. Penduduk Skotlandia secara fisik, badan mereka lebih besar dibanding penduduk Inggris. Penduduk Skotlandia berbicara kepada orang dengan suara keras dan cepat, berbeda dengan orang Inggris dimana suara mereka tidak terlalu keras dan tidak terlalu cepat. Banyak orang berpikir, berbicara dengan oarng Skotlandia seperti sedang berantem, tetapi nyatanya tidak. Persamaan antara penduduk Skotlandia dan Inggris adalah, mereka ramah dan helpful

#AyoKeUK #WTGB #OMGB

4. Belajar sambil Jalan-Jalan

Kota Edinburgh (Foto Pribadi)

Kota Edinburgh (Foto Pribadi) via https://www.facebook.com

Selama saya kulia di Glasgow, saya mengikuti organisasi di PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) Glasgow. Tugas dan tanggung jawab saya adalah mengurus event, merencanakan tamasya buat teman-teman PPI Glasgow dan sebagai tour guide jika ada teman-teman PPI di kota lain yang berkunjung ke Glasgow. Saya dipilih karena hobby saya sedari dulu memang jalan-jalan

United Kingdom terbagi 3 wilayah: England, Skotlandia dan Wales. Selama saya tinggal di Glasgow, saya menjelajahi hanya 2 wilayah saja, Skotlandia dan England.

Ibukota Skotlandia adalah Edinburgh dan kota terbesarnya adalah Glasgow. Skotlandia adalah Negara yang indah, memiliki pegunungan, lembah, perbukitan, padang hijau, hutan dan pantai yang patut di nikmati. Fakta yang menarik adalah:


  • Permainan Golf diciptakan di Skotlandia dan terdapat beberapa lapangan golf terbaik di Dunia, salah satunya di kota St. Andrews

  • Banyak penyulingan wiski yang dapat di kunjungi

  • Jutaan orang di seluruh dunia nenek moyangnya berasal dari Skotlandia, dimana pada abad 18 gelombang emigrasi terjadi

  • Tidak hanya itu, tempat wisata terkenal di Skotlandia yang wajib dikunjungi: Edinburgh Castle, Loch Lomond dan Loch Ness yang terkenal karena adannya “monster”, Wallace Monument, Air terjun Steal dan masih banyak lagi.

Bagaimana dengan Inggris? Banyak juga tempat indah dan bersejarah yang menarik untuk dikunjungi:


  • Oxford dan Cambridge: Tempat kampus tertua dan terbaik di Dunia

  • Liverpool: The Beatles

  • Nottingham: Robin Hood

  • Bath, Bibury dan York: Kota yang sangat indah menurut saya

  • Manchester: Team sepakbola Favorit saya

  • Bristol: Melihat perusahaan pembuat pesawat, Airbus

  • Stonehenge: Batu sebesar raksasa, yang entah bagaimana caranya bisa berdiri tersusun rapi

  • Buckingham Palace: Tempat para bangsawan Inggris berada

  • Castle yang ada di Warwick, Leeds dsb

#AyoKeUK #WTGB #OMGB

5. Ayo ke UK

Buckingham Palace (Foto Pribadi)

Buckingham Palace (Foto Pribadi) via https://www.facebook.com

Intinya, selama 2 tahun saya tinggal di UK (1 tahun sekolah dan 1 tahun bekerja), saya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Tidak hanya materi pendidikan yang saya dapatkan di kampus, tetapi berinteraksi dengan penduduk UK yang sangat ramah dan membantu dan menikmati tempat wisata yang menarik dan indah menjadikan semua itu suatu pengalaman hidup yang sangat berharga untuk saya kenang.

Hal itu pula yang membuat saya merekomendasikan adik kandung saya (kuliah S2 dan S3 di Newcastle) serta sepupu dan teman-teman saya untuk membuat mereka mempertimbangkan UK sebagai salah satu tujuan belajar sekaligus wisata bagi mereka. Dengan total biaya study yang lebih murah dan waktu belajar yang lebih singkat, mereka bisa mendapatkan itu semua

Jadi untuk kamu yang membaca artikel ini:

1. UK adalah tempat menyenangkan untuk belajar, bermain dan berinteraksi

2. Total biaya tidak semahal yang kamu kira

3. Di negara lain, 2 tahun dihabiskan untuk belajar master, sedangkan di UK, kamu cukup 1 tahun saja

So, Tunggu apa lagi?

#AyoKeUK #WTGB #OMGB

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya