Hari ini gelap ya? Lebih tepat hari-hari usai hati kita patah. Matahari masih bersinar seperti hari-hari sebelumnya, senja juga masih datang kurang lebih pukul 4.20 dengan romantismenya. Tapi tidak dengan hati yang baru saja patah hati. Sepersekian detik setelah kenyataan pahit itu dialami, mendadak seluruh penjuru hati gelap, sukar sekali membedakan mana sinar mentari pagi, terik, atau senja. Semua sama menjadi satu warna yang samar, abu-abu.Hari ini gelap ya? Lebih tepat hari-hari usai hati kita patah. Matahari masih bersinar seperti hari-hari sebelumnya, senja juga masih datang kurang lebih pukul 4.20 dengan romantismenya. Tapi tidak dengan hati yang baru saja patah hati. Sepersekian detik setelah kenyataan pahit itu dialami, mendadak seluruh penjuru hati gelap, sukar sekali membedakan mana sinar mentari pagi, terik, atau senja. Semua sama menjadi satu warna yang samar, abu-abu.

 

1. 1. Untukmu yang baru saja patah hati, menangislah.. Dunia terlalu acuh untuk mengerti perasaanmu

Tak pernah ada yang salah dengan air mata

Tak pernah ada yang salah dengan air mata via http://www.4shared.com

Menangislah sejadinya, menangislah hingga matamu bengap, menangislah hingga kamu tidak dapat lagi terisak, menangislah hingga kamu tertidur lelap. Sakitmu butuh diluapkan, abaikan saja suara sumbang diluar yang berkata “ngapain ditangisin, move on dong”. Hatimu tidak butuh kalimat itu, sakitmu hanya butuh dikeluarkan dari ruang sesak yang kamu beri nama hati. Menangislah semampumu, tapi jangan sampai kamu mengabaikan dirimu sendiri. Beri batas waktu sampai kapan dirimu mau seperti ini, dan buatlah komitmen dengan batinmu sendiri. Kepingan luka itu menjelma menjadi air mata yang butuh kamu alirkan. 

2. 2. Jangan mengemis kasihan, berpatah hatilah secara elegan. Kemasi barangmu, siapkan playlist music favoritmu, berpergianlah...

cobalah solo traveling

cobalah solo traveling via http://travelmush.com

Ada banyak cara meluapkan sedihmu selain dengan memenuhi timeline sosial mediamu dengan berbagai status-status galau yang menyiratkan kamu sedang patah hati. Menyepilah jika butuh ketenangan, jangan berharap orang-orang disekitarmu harus mengerti keadaanmu saat ini. Segera kemasi ranselmu, jangan lupa siapkan playlist music favoritmu juga. Tentukan destinasi yang akan kamu kunjungi, traveling adalah salah satu cara menenangkan diri dari patah hati. Mendengarkan lagu favorit di tengah perjalanan bisa menenangkan gelisah kita. melihat dunia luar dan berbagai kegiatan orang-orang disekelilinga akan memberikan kita suatu pelajaran untuk lebih meningkatkan syukur pada diri kita.

Pikiranmu juga butuh udara segar, beri reward dengan pergi traveling. Pemandangan yang indah secara tidak langsung mengalihkan lukamu. Dalam perjalanan kamu juga akan tersadar, banyak alasan yang masih bisa membuatmu bahagia, dia yang menyakitimu bukan satu-satunya pintu bahagiamu. Sedikit demi sedikit kamu berhasil mengumpulkan niat untuk menyembuhkan luka hati.

3. 3. Sempat kamu abaikan, tetapi keluarga dan teman-teman adalah orang yang nyatanya selalu ada untukmu

keluarga adalah harta yang kamu miliki

keluarga adalah harta yang kamu miliki via http://blog.togethercounts.com

Setelah puas pergi sejenak untuk traveling,pulanglah segera. Banyak yang menantimu. Jangan biarkan dirimu merasa sendirian. Teman dan keluarga mungkin sempat kamu abaikan semenjak ada si dia, tapi ketika dia meninggalkanmu teman-teman dan keluargamu masih ada untukmu. Berkumpul dan mendengarkan cerita-cerita bahkan lelucon mereka membuat sakit hati kita teralihkan. Dan dari sini kamu juga sadar, masih banyak orang yang menyayangimu. Patah hati memang membuat kita terpuruk bahkan terkadang kita menjadi putus asa seakan tidak ada lagi harapan yang indah akan hidupmu ini.  Dia yang meninggalkanmu tidak seberharga teman dan keluargamu yang nyatanya selalu ada bahkan disaat yang kamu anggap berharga itu pergi. Tersenyumlah, kamu tidak pernah sendirian.

4. 4. Masa depanmu masih sangat panjang, dia yang meninggalkanmu hanya satu dari banyak kerikil kecil yang menjadi sandunganmu

fokus kembali apa yang kamu cita-citakan

fokus kembali apa yang kamu cita-citakan via http://weknowyourdreams.com

Dia yang meninggalkanmu mungkin memberimu luka yang mendalam, tapi takdirmu tidak semata-mata berubah hanya karena dia pergi dari hidupmu. Buka kembali mind map hidup yang pernah kamu buat, catat mana saja yang sudah kamu capai, dan tandai yang belum sempat kamu capai. Susun strategi lagi, mulai dari semangat, wujudkan mimpi-mimpimu yang sempat tertunda. Berkumpul dengan komunitas yang sesuai dengan passion bisa menjadi obat lukamu. Dengan melakukan hal yang berguna selain memberi energi positif untuk diri sendiri, lingkunganpun juga mendapat manfaatnya.

Selesaikan segera studimu, karena dunia yang baru sudah menanti kita. tunjukkan pada dia bahwa dia terlalu bodoh pernah menyia-nyiakanmu, pada kenyataannya kamu adalah sosok tangguh yang seharusnya patut untuk diperjuangkan. 

5. 5. Pada ujungnya, melupakan adalah masalah waktu. Setidaknya kamu berhasil berdamai dengan hatimu

ikkhlas memang tidak mudah, tapi bukan berarti tidak mungkin

ikkhlas memang tidak mudah, tapi bukan berarti tidak mungkin via http://lovethispic.com

  Tidak ada kata mudah untuk melupakan  dan mustahil juga untuk melupakan orang yang sudah pernah berbahagia dengan kita. kata banyak orang, melupakan adalah soal waktu,  Dimana kita bisa terbiasa lagi tanpanya seperti saat sebelum dia hadir dalam hidup kita. semua pembiasaan itu membutuhkan waktu, dan tiap pribadi berbeda-beda dalam menjalaninya. Ada yang cukup cepat, adapula yang hingga bertahun-tahun. Pada akhirnya melupakan tidak sebatas bagaimana kita bisa lupa dengannya, tapi bagaimana diri kita ikhlas dia sudah pergi dari hidup kita. berdamai dengan hati mungkin salah satu cara untuk perlahan belajar makna ikhlas.

Ketika kita mampu berdamai dengan hati kita sendiri, kita tidak perlu lagi melupakan. Berbesar hati membuat kita lebih tegar dalam proses menyembuhkan luka. Sulit untuk mencapai tingkat ini, tapi bukan berarti ini mustahil. Ingatlah .. “Hidupmu adalah segalanya, kamu berhak berbahagia atas hidupmu” dengan rasa peduli terhadap diri sendiri, kamu tidak akan membiarkan luka terus melemahkanmu. Dengan niat yang ada dalam batinmu sendiri, perlahan walaupun harus memulainya dengan merangkak, kamu pasti akan bangkit. Warna abu-abau samar itu akan cerah lagi, bersiaplah menyambut masa mendatangmu.. karna semua wanita pantas berbahagia.

 

Teruntuk yang sedang berpatah hati, mungkin juga untuk diriku sendiri.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya