Untukmu yang Sedang Berada di Titik Terendah, Nggak Apa-apa Melakukan Kesalahan. Asal Pelan-pelan Bangkit Kembali, Ya!

belajar dari kesalahan

Hidup adalah sebuah cerita yang rumit yang dimulai ketika seseorang belajar dari apa yang dilihat dan apa yang terlintas di pikiran. Hidup adalah skema ketika menentukan arah dan merencanakan perjalanan. Tidak akan pernah lurus layaknya sebuah garis yang ditarik rapi disisi penggaris, hidup tidak setegak tiang yang ditanam dalam agar dapat berdiri.

Hidup juga akan tidak sekokoh pohon yang tetap berdiri saat diterpa badai. Yang lurus akan bengkok, yang tegak akan bungkuk dan yang kokoh akan roboh, nyatanya kehidupan memang demikian, pahit tapi itu obat. Merencanakan kehidupan adalah kewajiban dalam hidup, memulai kehidupan membutuhkan keberanian, karena konsep hidup adalah ketika kamu akan bergerak maka kamu akan menuai risiko untung dan rugi. Tidak mudah bukan?

Dunia ini kejam. Slogan yang digaungkan oleh mereka yang gagal dan terpuruk ketika keberuntungan tidak berpihak pada perencanaan hidup. Kesiapan sangat diperlukan dalam kehidupan. Kehidupan tidak hanya berbicara tentang sebuah kisah yang indah dan akhir yang bahagia layaknya FTV, namun kebalikannya. Roda waktu terus berputar kamu terus berjalan, jika kamu berhenti maka kamu akan tersingkir jatuh.

Putaran membuat kamu kadang di bawah kadang di atas yang mengartikan salah hidupmu tidak hanya ada kesedihan tapi juga kebahagiaan ini hanya soal permasalahan waktu. Mungkin kamu lelah, tapi jangan berhenti, agar kamu tidak terhenti berpeganganlah agar kamu tetap mengikuti arah putaran, hidup itu butuh perubahan.

Setiap perubahan hanya pemilik hidup yang berhak menentukan layak atau tidaknya perubahan. Untuk mendapatkan perubahan yang maksimal butuh langkah kecil, layaknya kesuksesan dimulai dari hal yang kecil. Mari melangkah untuk sampai pada kesuksesan.

Advertisement

1. Melakukan kesalahan

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels via https://www.pexels.com

Dalam hidup ini, tidak semata-mata membicarakan tentang teori, tapi bagaimana kamu mempraktikkan kehidupan, mengukir pengalaman, dan belajar dari pengalaman itu. Oleh karena itu, kamu butuh pembelajaran itu untuk melangkah menghadapi kisah hidup ini.

Selamat jika kamu sudah melakukan kesalahan karena sekarang kamu sedang belajar dari pengalamanmu sendiri. Tapi jangan diulangi lagi ya! Kesalahan cukup sekali karena kita akan melanjutkan ke tahap selanjutnya.

Advertisement

2. Menerima kesalahan

Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels

Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels via https://www.pexels.com

Jika di tahap satu kamu sudah melakukan kesalahan maka menangislah jika berat untuk kamu lalui. Tapi kamu bukan gagal kok hanya kamu belum berhasil. Arti kata belum berarti masih ada harapan untuk kamu menjadi lebih baik. Menangislah sewajarnya saja.

Karena di sini fase yang sulit, banyak yang gagal dan memilih mundur. Mereka tidak tahu jika pada tahap ini mereka hanya butuh menerima kesalahan dan sedikit perbaikan. Mundur adalah jalan yang terlalu cepat untuk kamu ambil saat ini.

3. Belajar dari kesalahan

Foto oleh Liza Summer dari Pexels

Foto oleh Liza Summer dari Pexels via https://www.pexels.com

Tadi kamu sudah punya kesalahan, dengan kesalahan itu kamu sudak punya pengalaman. Ingat ya belajar dari kesalahan orang lain juga pengalaman. Tapi ketika kamu belajar dari kesalahan sendiri maka kamu akan lebih kuat, karena kamu akan mengingatnya, merasakannya dan kamu pasti tidak mau gagal untuk kedua kalinya bukan?

Kesalahan pertama saja pahit, jadi pastikan kamu tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, atau istilahnya masuk lubang yang sama dua kali. Sakitnya juga dua kali, pahitnya juga dua kali.  Jadi, cukup sekali sakitnya, mari kita melangkah lagi.

4. Menciptakan perbaikan (bangkit)

Photo by Startup Stock Photos on Pexels

Photo by Startup Stock Photos on Pexels via https://www.pexels.com

Bangkit adalah kata motivasi untuk kamu semangat memperbaiki kesalahanmu. Ketika kamu kamu sudah tahu salah, kamu sudah menerima kesalahanmu atau istilahnya “nggak galau lagi”. Kamu juga udah belajar dari kesalahan pasti kamu sudah tau jalan yang terbaik.

Jika kemarin kamu sudah masuk lubang, maka kali ini kamu harus menutup lubangnya, biar tidak jatuh dua kali dan orang lain juga tidak jatuh di lubang yang sama. Yuk tolong-menolong.

5. Cintai perbaikan

Photo by Anna Shvets from Pexels

Photo by Anna Shvets from Pexels via https://www.pexels.com

Di fase ini kamu sudah berhasil melewati masa- masa sulitmu, kamu sudah tahu ke arah mana kamu akan bergerak. Kamu akan segera sampai di puncak. Tapi ingat ya! Saat kamu di puncak nanti jangan takabur. Jangan lupa  belajar dari pengalamanmu yang sangat pahit itu hingga kamu sampai di titik ini.

Selamat untuk kamu yang berhasil sukses. Tteruntuk kamu yang sudah sempat berhenti, obati lukamu, mari raih tanganku agar bersama-sama kita lewati tahap ini. Kuatkan dirimu yang terluka itu, kamu tidak perlu mengulang dari yang pertama, kamu hanya harus melanjutkan tahapannya. Semangat ya! Saya yakin kamu kuat, kamu adalah orang yang akan sukses. Seperti saya yang sekarang lagi berjuang menulis ini untuk jadi pengalaman.

Sebuah pesan yang dititipkan lewat tulisan ini adalah kutipan dari mereka yang pernah di titik terendah dalam hidupnya, mereka mencoba bangkit meskipun pernah patah, mereka dipatahkan namun tetap kokoh dan kuat melawan guncangan hidup, mereka tak menyerah hingga sekarang dunia telah mengenal mereka. Ssekarang dunia tersenyum pada mereka. Mereka telah berhasil melawati masa-masa sulitnya.

“Mungkin aku melakukan kesalahan kemarin,  tapi diriku yang kemarin tetaplah diriku, hari ini aku adalah diriku dengan segala kesalahanku, besok mungkin aku akan menjadi sedikit bijaksana dan itu adalah diriku juga, kesalahan ini menunjukkan siapa diriku, menciptakan bintang terang di rasi bintang dalam hidupku, aku harus mencintai sosok diriku apapun adanya diriku. Sosokku dimasa lalu, dan untuk sosok yang kuharap kan menjadi lebih baik” Kim Namjoon-BTS (BangTan Sonyeoundan)

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Mahasiswa Moto hidup: nikmati proses hidup

CLOSE