“Ramadan tiba … Ramadan tiba … Ramadan tiba … Marhaban Ya Ramadan … Marhaban Ya Ramadan …” begitulah kira-kira lirik lagu Opick yang selalu membahana saat Ramadan tiba. Tentang kegembiraan umat muslim di seluruh dunia menyambut bulan yang suci dan penuh ampunan ini.

Kegembiraan bisa menjalankan salat tarawih yang hanya bisa dilaksanakan saat bulan Ramadan, kegembiraan bertemu dengan teman-teman semasa SD, SMP, SMA, bahkan kuliah yang mendadak aktif untuk mengadakan buka puasa bersama dan ada banyak kegembiraan yang datang saat bulan Ramadan tiba.  

Untuk sebagian orang yang memilih untuk merantau, mudik dan bertemu dengan keluarga besar di kampung halaman merupakan kebahagiaan yang tiada tara, dan untuk yang bekerja, kegembiraan pun datang ketika mendapatkan parcel dan Tunjangan Hari Raya (THR) dari tempat kerja, yang jumlahnya bisa untuk membeli barang-barang dan juga diberikan ke orang tua. Lantas bagaimana dengan yang tidak bekerja atau memlih resign dari tempat kerjanya?

1. Memutuskan untuk resign

Maaf, saya resign!

Maaf, saya resign! via https://www.pexels.com

Setiap orang punya alasanya masing-masing untuk resign dari tempat kerjanya. Lama atau baru tidak menjamin seseorang tetap bisa bertahan di posisinya saat ini. Entah karena sallary yang tidak mencukupi, job grade yang tidak kunjung naik, atau lingkungan yang membuat tidak nyaman. Semua keputusan itu ada di tangan kita. Mau tetap bertahan atau keluar. Jika kalian memilih untuk resign, siaplah untuk semua konsekuensi yang harus kalian hadapi.

Advertisement

 

 

 

2. Ternyata mencari pekerjaan baru itu tidaklah mudah

Ternyata tidak mudah mencari pekerjaan baru

Ternyata tidak mudah mencari pekerjaan baru via https://www.pexels.com

Advertisement

Tidak semua harapan berjalan sesuai dengan rencana. Berharap mendapatkan pekerjaan baru dengan sallary yang tinggi, job grade yang sesuai, sampai dengan lingkungan yang asyik terkadang hanya sampai pada angan-angan. Nyatanya, kita harus memulainya dari nol lagi. Cari loker sana sini, apply semua job yang sesuai background pendidikan, sampai dengan interview di mana-mana. Ternyata mencari pekerjaan baru itu tidaklah mudah.

3. Menekuni kembali hobi yang sempat terbengkalai

Menekuni kembali hobi yang semapt terbengkalai

Menekuni kembali hobi yang semapt terbengkalai via https://www.pexels.com

Dulu, selama berkerja tidak ada waktu untuk menekuni hobi. Semua waktu habis di tempat kerja. Bangun pagi-pagi, macet-macetan di jalan, kerjaan yang seakan tidak ada habisnya, pulang larut malam dan badan sudah meminta haknya untuk diistirahatkan. Sekarang semenjak resign ada banyak waktu untuk diri sendiri. Untuk menekuni dan mengasah kembali kemampuan pada diri. Serta mempunyai banyak waktu untuk menyalurkan hobi-hobi yang sempat terbengkalai agar lebih berkembang kompetensi pada diri kita. Dan mungkin, jika kita menekuninya, bisa menjadi hobi kita akan menghasilkan uang.

4. Punya banyak waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah

Punya banyak waktu untu quality time bersama Allah

Punya banyak waktu untu quality time bersama Allah via https://www.pexels.com

Karena pada dasarnya kita adalah kepunyaan-Nya, maka tidak lain tugas kita adalah selalu ada dijalan-Nya dan menjalankan apapun yang sudah diwajibkan oleh Allah SWT. Apalagi di Bulan Ramadhan ini setiap ibadah yang kita lakukan akan dilipat gandakan pahalanya. Kita punya banyak waktu untuk beribadah kepada-Nya. Menghidupkan kembali solat-solat sunah dan membaca Al-Quran yang mungkin jarang kita lakukan saat kita sibuk dengan bekerja. Dan sekarang kita punya banyak waktu untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah.

5. Punya banyak waktu bersama keluarga

Nikmatnya bisa berkumpul bersama keluarga

Nikmatnya bisa berkumpul bersama keluarga via https://www.pexels.com

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kita selalu disibukan dengan bekerja sampai larut. Berangkat pagi-pagi disaat orang rumah belum bangun semuanya, dan pulang larut malam disaat semua sudah terlelap. Belum lagi di weekend kita sibuk dengan jadwal bukber yang seakan tidak ada habisnya. Paling bisa berkumpul saat sahur dan hanya sebentar karena harus rapih-rapih untuk kembali bekerja.

Sekarang, kita punya banyak waktu untuk dapat berkumpul dengan keluarga. Sahur bersama, buka puasa bersama, dan juga salat tarawih bersama. Sungguh ketikmatan yang tiada duanya bisa berkumpul dengan keluarga di bulan Ramadan ini.

6. Bapak, Ibu, Maaf Tahun Ini Tidak Ada THR untuk Kalian

Pak, Buk, maaf tidak ada THR untuk kalian tahun ini

Pak, Buk, maaf tidak ada THR untuk kalian tahun ini via https://www.pexels.com

Pak, Buk, maaf, tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada parcel dan THR yang bisa aku berikan tahun ini. Tapi jangan khawatir bapak dan ibu, aku sedang berusahan untuk memantaskan diri untuk kehidupan yang lebih baik. Cukup doakan selalu anakmu yang sedang berjuang ini.

Barangkali, sesuatu ditunda karena hendak disempurnakan, dijauhkan karena hendak diselamatkan, dan menghilang karena akan segera digantikan – Ayat Suci.  

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya