Baru-baru ini telah terjadi kasus viral yang menimpa sekelompok anak-anak remaja di Jawa Tengah. Mereka menggunakan pembalut wanita untuk diminum air rebusannya sebagai pengganti sabu-sabu. Mereka menggunakan pembalut karena bahannya mudah didapatkan.

Selain itu, efek yang didapatkan ketika meminum air rebusan lebih dahsyat. Entah apa yang ada di kepala anak-anak remaja sekarang hingga mereka rela melakukan berbagai cara untuk menggunakan obat-obatan terlarang. 

Sungguh sangat disayangkan, jika hal ini terus terjadi bahkan menimpa semua anak-anak di Indonesia. Yuk, cari tahu tentang penyebab mengapa anak-anak ini sampai rela meminum air rebusan pembalut, kandungan-kandungan yang ada didalam pembalut, efek yang ditimbulkan dan juga cara pencegahannya agar kasus ini tidak terulang kembali khususnya untuk anak-anak remaja sekarang.

1. Berawal dari Eksperimen Sekelompok Anak Remaja Di Semarang, Jawa Tengah yang Ingin Mencoba Seperti "Apa Sih Rasa Sabu Itu?"

Munculnya rasa ingin tahu

Munculnya rasa ingin tahu via http://unsplash.com

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng masih mendalami fenomena remaja yang kecanduan air rebusan pembalut. Mereka nekat meminum air rebusan pembalut agar bisa merasakan sensasi sebagaimana mengonsumsi narkotika jenis sabu.

Advertisement

Remaja ini berasumsi bahwa pembalut tersebut memiliki efek yang sama seperti saat menggunakan sabu-sabu. Eksperimen menggunakan pembalut dimulai dari yang bekas pakai hingga membuka kemasan baru. Pembalut yang biasa digunakan mulai dari yang tidak bersayap (non wing) sampai yang bersayap (wing).

Sementara pembalut yang paling digemari adalah jenis bersayap, karena bisa memberikan sensasi fly yang lebih dahsyat. Dan tentunya remaja yang semuanya berjenis kelamin laki-laki akan merasa 'high' atau istilah lainnya 'ngefly' usai meminum rebusan pembalut tersebut.

2. Kasus Ini Mencuat Setelah Adanya Laporan Masyarakat yang Geram dengan Tingkah Laku Remaja yang Meresahkan

Adanya pengaduan dari masyarakat sekitar

Adanya pengaduan dari masyarakat sekitar via http://google.com

Fenomena anak-anak kecanduan pembalut rebus di Jawa Tengah awalnya diketahui dari laporan masyarakat yang resah dengan perilaku menyimpang generasi muda tersebut. Mereka kehilangan konsentrasi baik ketika di rumah maupun di sekolah.

Advertisement

Berdasarkan laporan tersebut, BNN bergegas melakukan penyelidikan dan melibatkan psikolog, terlebih korban sekaligus pelaku masih tercatat sebagai anak-anak. "Dari hasil keterangan anak itu ternyata dia bersama rekan-rekannya biasa merebus pembalut lalu diminum airnya rebusannya. Mereka merebus pembalut itu karena tidak bisa membeli sabu, padahal mereka ini ingin merasakan (sensasi sabu)".

Anak-anak tersebut mendapat ide merebus pembalut berasal dari kelompok anak lain yang terlebih dahulu melakukan kegiatan serupa.

3. Sedihnya Kasus Ini Sudah Pernah Terjadi Sebelumnya dan Banyak Menimpa Anak-anak Remaja di Pinggiran Kota Dengan Rentang Usia Antara 13-16 Tahun

Remaja dengan rentang usia 13-16 tahun yang jadi korbannya

Remaja dengan rentang usia 13-16 tahun yang jadi korbannya via http://pexels.com

Berdasarkan hasil penelitian dan pemeriksaan terhadap korban kecanduan tersebut, psikolog menyampaikan bahwa rata-rata mereka yang mencoba hal ini umumnya tinggal di pinggiran kota. Tidak mampu beli sabu tapi ingin nyabu, makanya mereka mencoba untuk bereksperimen bagaimana sih agar tetap bisa nyabu tapi tidak mempunyai uang.

Mereka bakal memutar otak untuk tetap bisa merasakan sabu walau tidak punya uang. Mereka pikir kalau meminta uang orang tua terus malu jadinya. Kalaupun mencuri agar mendapatkan uang banyak mereka takut ditangkap dan dipenjarakan oleh polisi.

Tak hanya itu, fenomena anak-anak kecanduan pembalut rebus sebelumnya juga pernah ditemukan di Karawang, Belitung Timur, dan Yogyakarta. Selain itu, rata-rata anak yang kecanduan masih sangat remaja sekitar usia 13-16 tahun.

4. Sedihnya Anak-Anak Remaja Menggunakan Pembalut Wanita (Softex) Sebagai Pengganti dari Sabu-Sabu

Katanya sih mirip sabu-sabu rasanya

Katanya sih mirip sabu-sabu rasanya via http://google.com

Anak-anak remaja yang menggunakan pembalut sebagai pengganti dari sabu mengatakan bahwa pembalut mudah didapatkan. Selain itu, adanya gel didalam pembalut yang sebenarnya berfungsi untuk menyerap air dan darah haid dapat memberikan sensasi fly yang dahsyat. Di dalam softex (pembalut) itu ada semacam sel yang bisa direbus dan bisa bikin fly.

Gel softex itu untuk menyerap air supaya enggak tembus. Dari gel didalam pembalut itulah yang membuat efek fly akan dirasakan oleh anak-anak pencandu. Pembalut yang paling banyak digemari biasanya yang bersayap karena efeknya bisa 2x lebih dahsyat dibandingkan yang tidak bersayap. Biasanya anak-anak pencandu akan mereka merebus dan menunggunya sampai dingin kemudian diminum.

Bahkan ada juga yang mencampurkannya dengan obat-obatan yang lain dengan asal-asalan. Pembalut yang dipakai pun ada yang baru dan ada juga yang bekas pakai. Bayangin coba betapa anehnya kelakuan remaja-remaja sekarang.

5. Tentu Saja Kandungan Bahan Kimia yang Terkandung di Dalam Pembalut Berbahaya. Kalau Sampai Masuk Tubuh Bisa-bisa Fatal Akibatnya

Kandungan yang terdapat di pembalut

Kandungan yang terdapat di pembalut via http://google.com

Pembalut umumnya digunakan wanita saat menstruasi. Namun, pembalut yang telah beredar di pasaran rupanya mengandung klorin yakni bahan kimia yang biasa digunakan sebagai pemutih. Di pembalut suka ada zat-zat kimia tertentu, dari chlorine sampai turunan alkohol.

Tergantung merek pembalut. Selain itu ada juga zat yang terkandung didalam pembalut yaitu dioxin, dimana jika dalam suhu panas kandungan tersebut dapat menguap dan masuk ke dalam tubuh. kandungan klorin pada pembalut wanita maupun pantyliner tidak aman bagi kesehatan organ intim wanita, seperti risiko terjadi iritasi, gatal-gatal, dan juga keputihan.

Inilah bahaya kandungan chlorine dan dioxin pada pembalut wanita. Selain itu, adanya kandungan bahan kimia yang digunakan untuk proses sterilisasi kuman-kuman, menghilangkan bau dan pemutihan kembali pada kertas bekas. Itu sama bahaya dengan kandungan chlorine dan dioxin.

Nah, kalau sudah tahu zat-zat apa saja dan apa bahayanya pembalut kenapa masih saja anak-anak remaja yang mau meminum air rebusan pembalut. Bisa-bisa fatal akibatnya jika anak-anak remaja masih saja nekat meminum air rebusan pembalut tersebut.

6. Tentunya Efek yang Diakibatkan dari Air Rebusan Pembalut Ini Bisa Bikin Halusinasi yang Luar Biasa "Ngeri"

Efek yang ditimbulkan bikin ngeri

Efek yang ditimbulkan bikin ngeri via http://pexels.com

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng menuturkan efek dari meminum air rebusan pembalut biasanya mereka akan merasakan fly, kepala ringan, dan halusinasi tapi seram. Mereka sulit menuturkan kengeriannya saking dahsyatnya efek yang ditimbulkan dari air rebusan tersebut.

Selain itu, remaja yang meminum air rebusan itu mengaku dirinya seperti ringan dan halusinasi, namun halusinasi yang mereka alami justru mengerikan. Efek yang ditimbulkan sama seperti ketika menggunakan obat-obatan seperti sabu-sabu.

7. Kalau Sudah Begini, Siapa yang Mau di Salahkan? Apakah Anak-anaknya Ataukah Orang Tuanya?

Tidak ada yang mau disalahkan dalam hal ini

Tidak ada yang mau disalahkan dalam hal ini via http://unsplash.com

Kalau sudah hal ini terjadi, siapa yang mau disalahkan? Anak-anaknya ataukah orang tuanya? Tidak ada yang ingin disalahkan atau menyalahkan. Baik anak-anak itu merupakan korban dari pengaruh buruk lingkungan sekitar.

Dan juga orang tua dari sang anak tentunya korban dari ketidaktahuan perilaku sang anak sehari-hari. Mungkin saja ketika anak-anak mereka di rumah, keadaan mereka normal atau baik-baik saja. Tidak menunjukkan tanda-tanda yang aneh sedikitpun. Tapi, kita tidak pernah tahu keadaan lingkungan sekitar kita bagaimana.

Yang paling penting sekarang adalah ketika anak-anak mengalami hal tersebut, segera memberitahukan bahwa hal tersebut salah. Dan harus di hentikan kebiasaannya karena berpengaruh buruk terhadap kesehatan anak-anak.

8. Kini Sudah Saatnya Kita Lebih Peduli Lagi Dengan Keadaan Lingkungan Sekitar. Jangan Sampai Generasi Penerus Bangsa Menjadi Rusak

Sudah saatnya untuk lebih peduli

Sudah saatnya untuk lebih peduli via http://pexels.com

Melihat kejadian ini, sudah seharusnya kita sadar bahwa pengaruh buruk tidak hanya mengancap diri kita sendiri tetapi mengancap orang lain baik anak kecil, remaja, dewasa bahkan orang tua pun dapat terkena pengaruh buruk jika tidak diantisipasi. Sudah saatnya kita menjadi lebih peduli lagi terhadap lingkungan sekitar.

Dan bagi teman-teman kalian yang mungkin mempunyai adik baik itu laki-laki maupun perempuan sudah sepatutnya dijaga dan diawasi pergaulannya agar tidak salah langkah. Karena mereka lah generasi penerus bangsa kita, Indonesia.

Masa bangsa kita rusak hanya karena pengaruh lingkungan yang tidak baik. Tentunya kita tidak boleh kalah dengan bangsa lain. Semoga kejadian ini merupakan kasus yang yang terakhir dan tidak ada lagi korban-korban karena kasus ini.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya