Menjadi pria idaman berarti mengetahui apa yang diinginkan  wanita. Pada umumnya, pria-pria tahu kalau wanita senang diperhatikan, dipuji, dan disayang. Dan strategi ini selalu berhasil pada waktu PDKT sampai jadian. Ketika hubungan telah meningkat menjadi pernikahan, cara ini tidak berhasil lagi. Pria menjadi frustasi, demikian pula wanita. Semakin keras mereka mencoba untuk menyenangkan pasangannya, yang terjadi adalah kebalikannya. Wanita makin membenci mereka. Apa yang terjadi ? Di manakah kesalahannya ? Dan mengapa ? Ceile, jangan ngaku pria sejati kalo belum tau ini.

1. Pria sejati puas bisa memberi lebih dari harapan wanita

Pria sejati tuh begini via http://dizaz.me

Para pria merasa puas ketika mendapatkan apa yang diinginkan, bahagia apabila harapan terpenuhi, dan frustasi saat semuanya tidak berjalan sesuai dengan rencana. Demikian pula dengan persoalan "pria idaman" ini. Wanita mengatakan kepada seseorang sebagai pria idamannya jika apa yang diinginkan, diharapkan, dan dibutuhkannya terpenuhi. Jika pria bisa memenuhinya, maka kamu bisa disebut sebagai pria idaman. Memang kelihatannya mudah, namun sulit untuk dilakukan karena yang namanya keinginan itu tidak ada batasnya. Ingin begini, ingin begitu, ingin ini, ingin itu…kapan habisnya ? Namun ketahuilah para pria sejati, ketika wanita menemukan pria idamannya, dia akan memberikan segala yang dimilikinya, termasuk hidupnya sendiri.

2. Inilah sifat pria sejati

Sebagai seorang pria, memenuhi keinginan wanita yang dicintainya adalah tugas dan arti hidupnya. Jika pasangannya meminta sebuah sepeda motor, ia akan berusaha untuk membelikan sebuah mobil. Jika wanita yang dicintainya meminta sebuah rumah, maka ia akan membelikan dua buah rumah. Ketika wanita menginginkan S2, pria akan memberikan S3. Pria merasa berarti ketika bisa memenuhi keinginan mereka, apalagi jika melebihi harapannya. Itu sifat pria sejati.

Advertisement

Baginya, memenuhi keinginan wanita nilainya 10, kalau melebihi keinginannya maka bernilai 20. Tergantung sejauh mana lebihnya, semakin lebih dari harapan maka nilainya semakin tinggi. Semakin mendekati nilai 100, semakin sejatilah seorang pria.

3. Cara pria sejati menunjukkan cinta bukan dengan rayuan melainkan bukti nyata, berjuang ya!

Pernyataan cinta seorang pria sejati via http://imamelkubu.blogspot.com

Cara pria menunjukkan cintanya adalah dengan memberikan sesuatu yang besar. Semakin besar dan semakin banyak sesuatu yang diberikan itu, nilainya akan semakin tinggi pula. Nilai yang tinggi ini, cukup untuk beberapa saat, anggap saja beberapa minggu. Nah, selama waktu itu pula, si pria akan berhenti memberi. Karena dia merasa sudah menunjukkan kebesarannya cintanya.

Mereka yang membuktikan cinta dengan bukti-bukti nyata adalah seorang pria sejati. Mereka yang koar-koar nggak jelas, yang pinter ngerayu-ngerayu doang, wajib ditinggalkan para wanita, apalagai gombal doang. Gile lu Ndro!

4. Pria sejatilah yang menunjukkan cintanya dengan hal-hal yang besar

Pria sejati identik dengan hal yang besar via http://panduantipscewek.wordpress.com

Ketika berpacaran, seorang pria mungkin melakukan hal-hal kecil terlebih dulu untuk mengambil hati seorang wanita, seorang ya, seorang. Tindakannya bisa berupa ucapan selamat ulang tahun, memberikan bunga, membukakan pintu rumahnya, atau meneleponnya untuk mengucapkan selamat tidur. Setelah menikah, pria jarang melakukan hal ini. Dia merasa hal-hal kecil bernilai kecil pula bagi seorang wanita. Sebagai gantinya, dia mengejar hal – hal yang besar. Hal-hal yang besar meen, hal yang besar.

5. Begini wanita menilai bukti cinta seorang pria

Cara wanita memberi nilai berbeda dengan cara pria. Wanita tidak mengenal nilai 10 atau nilai 100, kecuali saya. Ya iyalah, masa mobil sama ucapan selamat malam sama, ya enggaklah. Oke, kembali ke teori. Artinya, sesuatu yang besar bernilai 1, dan yang kecil juga bernilai 1. Sebuah mobil dengan sebuah ucapan selamat malam sama – sama bernilai 1 di hadapan wanita. Cara ini berlaku pula ketika wanita memberikan cintanya. Jika ia membersihkan rumah, ia merasa telah memberi 1 poin kepada pasangannya. Padahal tiap pagi, dia membikinkan kamu sarapan, membuatkan kopi, dan menyiapkan koran di atas meja makan. Berarti 3 poin di pagi hari! Malam harinya, menyiapkan makanan, membuatkan pisang goreng, dan air panas untuk kamu mandi. Ini juga 3 poin. Kalo hari libur, bisa lebih banyak nilainya….

6. Pria sejati tidak mengenal omong kosong, setiap kata sayang yang dia ucapkan berarti benar-benar sayang, walau bawaannya bercanda

Sampai titik ini, kita bisa melihat ada perbedaan cara dalam memberikan nilai. Pria mengenal nilai besar dan nilai kecil, sedangkan wanita hanya mengenal satu jenis nilai. Jika pria tidak memahami hal ini, kamu akan terheran-heran dengan hubungan percintaan. Seorang pria merasa telah memberikan banyak kepada wanita yang dicintainya, sementara si wanita merasa bahwa dia tidak mendapatkan sebanyak yang dia berikan. Karena itu, jangan heran kalau pemenang dalam pertengkaran adalah para wanita!

Itulah teori umum bagaimana wanita menilai cinta seorang pria. By the way, saya termasuk kategori yang tidak percaya pada teori ini. Nggak masuk akal kan? Masa sih ucapan selamat malam sama nilainya dengan mobil ? Weeeh…..itulah alasan kenapa pria – pria licik berani omong kosong sama wanita. Alasannya, pria – pria licik mengetahui teori ini Ndro. Hadeh!

Saya tahu bahwa, suatu hubungan membutuhkan take and give. Harus ada yang memberi dan harus ada yang menerima. Ketika nilainya tidak seimbang, akan muncul ketidakpuasan. Yang memberi terlalu banyak akan menuntut kelebihannya. Jika pria tidak mendapatkan imbalannya, akan berakibat fatal alias pemutusan hubungan. Jika tidak ada penyelesaian terhadap ketidakpuasan ini, maka PHK bisa terjadi. Jika masalah ini dibiarkan, hasil akhirnya bisa diketahui. Hanya tinggal menghitung hari.