Semua orang pasti sudah mengerti bahwa yang terkenal dari sifat wanita adalah anggun, baik, sabar, penyayang, tangguh, kuat, romantis, lemah lembut dan sebagainya. Iyaaa.. memang benar kami mempunyai itu semua namun kalian para pria seharusnya tak menyimpan ekspetasi kepada kami secara berlebihan bahwasannya kami para wanita hanyalah manusia biasa yang tetap bisa melakukan ke khilafan. Jangan hanya karena kalian merasa IBU yang melahirkan dan mendidik kalian itu adalah wonderwoman hingga kalian berpikir seperti itu. Resapi dan coba perhatikan IBU kalian dengan seksama mereka juga sama seperti kami manusia biasa, hanya saja ia menutupi kekurangan yang ia punya dengan segala cara apapun demi anaknya. Dan tentunya itu bukanlah keinginan kami melainkan kodrat dan takdir kami sebagai wanita. Kalian harus tahu beberapa hujatan yang kami sering terima hanya untuk mempertahankan orang yang kami sayang. Memang terlihat bodoh namun itulah yang membedakan kami dengan kaum pria. Dan seharusnya kalian menghargai. Bukan karena kami tidak berakal sehat namun itu semua karena kami lebih berpihak pada hati nurani kami dalam mengambil keputusan agar dapat menyelaraskan hati dan pikiran supaya seimbang dan tak ada penyesalan.

1. 1. “Sudah cantik, berpendidikan, tapi kok mau saja yah bertahan dengan pria cuek seperti itu.”

Bagi kami cuek itu bukan masalah selagi bertanggung jawab via https://www.google.com

Tak masalah saat kami mendengar hujatan seperti ini sampai ke telinga kami. Karena bagi kami memilih pasangan hidup bukan hanya perihal tampang, gelar, ataupun harta. Kami masih memberikan kesempatan selagi kalian masih membutuhkan kami dan menyayangi kami. Karena fakta membuktikan bahwa wanita berpikir materi dan hal lainnya bisa di cari bersama namun kesetiaan dan tanggung jawab adalah nomer satu yang tak semua pria mau mempertahankan sikap seperti itu. Dan kami juga sadar jika hanya bermasalah dalam perihal sikap kami bisa memaklumi karena kami menganggap para pria juga manusia biasa yang memiliki rasa bosan atau jenuh terhadap kami. Itulah alasan kami masih dapat mempertahankan.

2. 2. “Wanita tuh yah bisanya ngomel saja. Cerewet. Ribet. Kalau tidak suka kenapa tidak ditinggalkan saja.”

Cerewet itu tanda KEPEDULIAN via https://www.google.com

Jika kami masih suka bergumam tidak jelas dengan nada yang tidak teratur percayalah tandanya kami masih ingin mempertahankan kalian. Kami ingin kalian mengerti tentang kesalahan kalian walaupun itu sekecil apapun. Karena kami tahu kalian kaum pria bukan seorang paranormal yang mengetahui semua keinginan kami tanpa kami ucap. Bersyukurlah jika kalian masih kami marahi karena omelan kami hanyalah sebatas emosi sesaat. Kalian tahu kan jika amarah kami tahan bahaya nya juga ke kami-kami juga apa kalian rela lihat orang yang kalian sayang(kaum wanita) tergeletak sakit hanya karena menahan amarah. Hal itu tidak baik untuk kesahatan lho hehehehhehe…..

Advertisement

Bagi kami lebih baik memarahi kalian daripada kami harus membalas perbuatan kalian. Karena kami tidak akan pernah tega kepada semua orang yang kami sayang dalam berbuat sesuatu hanya karena alasan dendam. Kami sedikitpuntidak mempunyai dendam kepada kaum pria meskipun kalian menyakiti kami. Kembali lagi kami menganggap kalian adalah manusia biasa. Jika kalian menemukan kesalahan dalam diri dan perbuatan kami hal itu bukanlah sesuatu pembalasan namun kalian juga harus ingat bahwa kami hanyalah manusia biasa. Jadi tolonglah sama-sama menghargai.

3. 3. “Wanita tuh bodoh atau gimana sih mau saja memaafkan sesuatu yang sudah pernah pergi meninggalkan lalu menerima kembali kehadirannya seperti tidak ada pria lain saja.”

Hati wanita itu sangat pemaaf. Itulah kelebihan kamu. via https://www.google.com

Hahaha yang ini sih pengalaman saya banget yaaa saya akui iya entah apa yang merasuki pikiran saya, saya sendiri tidak mengerti. Bodoh? Iya. Menyesal? Tidak. Terpaksa? Tidak. Bagi saya hari kemarin adalah hari kemarin. Setiap hari berganti pasti “dimulai dari nol” . Hal kemarin itu baik buruk senang sedih itu semua udah gak ada. Yang ada adalah hari kosong yang wajib di isi dengan sesuatu hal yang lebih baru dan baik. Jadi bagi saya selagi ia ingin memperbaiki kenapa tidak di beri kesempatan. Toh kesalahan kebaikan kemarin ya sudah tidak ada. Yang ada bagi saya adalah kisah yang baru dengan orang yang sama. Jadi untuk menjalani hal baru tidak harus dengan orang yang baru juga. Lagi-lagi saya melihat bahwa seorang wanita tetap mengandalkan hati nurani nya, logika sih tetap dipakai namun tetap saja kalah dengan hati nurani. Itu benar……….

Pria lain sih ada namun kami para wanita tetap mengingat kembali kebaikan-kebaikan pria kami yang pernah dilakukannya. Bagi kami kesalahan adalah hal biasa dan masih bisa di toleransi selagi bukan mengenai masalah “perselingkuhan”. Dan bukan kami tak mempunyai akal pikiran tetapi karena kami berpikir bagi kami semua orang berhak di maafkan dan diberi kesempatan serta rasa simpati dan empati kami akan ikut berperan sehingga hati kami tak segan-segan lapang menerima kehadirannya kembali. Gitu lho *nadalembutmembeladiri*

4. 4. “Kenapa sih dek kamu tuh nekat banget mempertahankan dia. Memang kamu sudah di beri apa sama dia?” *ketikaorangtuaberbicara*

Dikasih kasih sayang yang pasti pah mah #kamiselalumembelamupria via https://www.google.com

Sampai-sampai orang tua juga lho yang berhadapan dengan kami. Mereka sih tidak menghujat namun seperti meragukan saja. Hingga kami juga memutar otak mencari solusi agar pembicaraan kami tak menyakiti mereka. Ini semua demi siapa, demi kaum pria. Kalian (kaum pria) tidak pernah mengerti kan akan hal ini semua. “Pah mah bukan maksud kami melawan kalian atau mengacuhkan segala ekspetasi papah mamah mengenai teman hidup kami. Dan bukan juga dia adalah yang paling terbaik untuk saya. Namun selama dia masih ingin memperjuangkan saya tidak ada salahnya juga kan pah mah bahwa saya juga ingin mempertahankannya. Bukan karena saya yakin banget dia bisa 100% membahagiakan saya pah mah namun selagi dia juga mau berusaha berjuang membahagiakan saya, papah, dan mamah tidak ada salahnya kan saya memberi dia waktu untuk membuktikan semuanya. Bukan karena dia memberikan segalanya untuk saya, namun usahanya adalah yang lebih penting mah pah daripada hasil jadi nya. Saya bukan juga wanita sempurna dia pun tahu kelemahan saya dia hanya orang lain yang masuk ke hidup saya dan berusaha untuk saya bagi saya itu sesuatu hal yang harus di apresiasi kan mah pah.” Kalian tahu (kaum pria) untuk berbicara seperti itu membutuhkan keberanian mental yang baik agar tidak salah paham. Dan bagi kami tidak masalah namun tetaplah bekerja sama karena kami manusia biasa yang mempunyai rasa lelah. Jika kami lelah bukan karena kami bosan hanya saja kami ingin kalian memahami kami. Sekali lagi ingat kamipun manusia biasa. Tetaplah tenang disisi kami tanpa bertanya kenapa. Karena sesuatu hal tidak semua beralasan.

5. 5. “Gue bosen deh dengerin lo berantem-baikan berantem-baikan kalau tidak bahagia tidak usah memaksakan. Dasar wanita.”

Ketika teman berbicara. ZZzzz via https://www.google.com

Ya itulah cobaan juga untuk seorang wanita. Kami diciptakan untuk dipilih bukan memilih. Kami tidak bisa asal mengungkapkan suatu hal kepadapria yang kami suka untuk kami jadikan pasangan. Yang ada juga kami menunggu pria mana yang memilih kami untuk menjadikan kami pasangan. Lagi pula setiap pria yang memilih kami juga bukan atas kemauan kami serta kemauan pria itu sendiri hanya saja mungkin takdir dalam hal ini berperan banyak hingga pahit dan manis akan kami telan sampai kami sendiri lelah. Jika kami memaksakan iya kami memang sering memaksakan namun kembali lagi kami kaum wanita hanya tidak ingin menyesal. Memutuskan pergi untuk sesuatu hal yang mungkin masih bisa di maafkan tidak akan mungkin kami lakukan. Semua itu butuh berpikir secara matang dan harus dilihat dari segi permasalahannya. Terbuktikan bahwa kami juga mempunyai akal pikiran yang sehat. Karena bagi kami hati serta pikiran itu memang harus seimbang. Jadi jika kami mengeluh ini dan itu harap maklumi bahwasannya kami juga manusia biasa yang memiliki emosi tidak stabil mungkin karena hal lain sama seperti dirimu kaum pria. Emosi terkadang hinggap dalam kepala kami namun agar tidak meluap-luap kepada pria kami, cara mengatasinya adalah dengan curhat kepada sahabat kami. Bukan kami ingin bermaksud menjelekkan nama mu namun kami hanyalah wanita biasa yang tak setangguh dirimu(kaum pria). Maka berhentilah mengganggap diri kami adalah yang sempurna dan berharap kami akan selalu membuat dirimu tertawa bahagia. Namun jangan jugalah pergi disaat kami menyebalkan. Kami HANYA MANUSIA BIASA.