Membahas tentang gunung dengan segala aspek yang termasuk di dalamnya selalu menarik perhatian. Ajaib, cantik, tangguh, kuat, baik, dan misterius adalah beberapa keistimewaan dari sebuah gunung. Selain itu, gunung adalah guru. Banyak hal yang dapat kita pelajari ketika melakukan pendakian. Bukan hanya sekedar rasa bahagia dan bangga ketika bisa berhasil berdiri di puncak tertingginya tapi juga dalam proses perjalanannya.

Dan semakin hari, mendaki gunung bukan lagi sebuah kegiatan yang hanya sering dilakukan oleh para pria tapi juga wanita. Pasti tahu dong instagram @wanitagunung, semua postingan dan caption yang terdapat di dalamnya adalah foto para wanita yang melangkahkan kaki ke gunung.

By the way, buat apa sih perempuan (wanita) naik gunung? Mending di rumah atau jalan-jalan ke mall. Tenang. Sejauh-jauhnya kaki ini melangkah ke atas gunung, tetap rumah adalah tujuan utama. Sedangkan, mall adalah pendukungnya. Lagipula, penting untuk diketahui, bahwa wanita yang suka ke gunung, sama istimewanya seperti gunung itu sendiri.

Jadi, untuk pria-pria yang punya (calon) pacar atau (calon) pendamping hidup yang suka ke gunung, kamu mesti baca ini. Alasan mengapa wanita yang suka mendaki gunung layak untuk dipertahankan.

1. Siapa bilang kami tidak bisa mengalah? Kami bisa kok

Jangan memaksakan diri via https://drive.google.com

Pasti sering lihat dong meme-meme di sosial media tentang cewek itu tidak mau mengalah, cewek itu selalu benar. Percaya deh. Itu nggak sepenuhnya benar loh, wahai pria-pria. Wanita yang suka mendaki gunung yang tingginya beribu-ribu mdpl, pun akan mengalah juga. Dia tidak akan memaksakan diri jika tahu sudah tidak sanggup lagi untuk melangkahkan kakinya. Karena sesungguhnya, bahwa ada seseorang di sana, yang sedang tidak bersamanya, tapi mendoakannya agar selalu selamat, yaitu kamu. Jadi, karena dia tahu bahwa keselamatannya sangat diharapkan, walaupun dia ingin, dia lebih memilih mengalah dan tidak meneruskan.

2. Walau awalnya sulit, kami tetap belajar masak

Karena memasak itu menyenangkan via http://www.bluetripper.com

Alam itu mengajarkan banyak hal kepada siapa pun yang mau belajar. Apalagi ketika benar-benar berada di alam bebas misalnya gunung, kita disediakan semua bahan makanan, tinggal kita yang mesti belajar cara mengolahnya. Mungkin awalnya sedikit sulit, tapi lama-kelamaan akan menjadi hal yang menyenangkan jika mau mencoba. Jadi, di gunung pun kami mengusahakan untuk bisa masak, apalagi memasak untukmu di dapur.

3. Karena sesungguhnya kami juga anti ribet

Advertisement

Bawalah yang diperlukan via https://drive.google.com

Katanya, kami itu adalah makhluk paling ribet sedunia. Hello? Lagi-lagi dijelaskan, pernyataan itu nggak sepenuhnya benar. Wanita yang suka mendaki gunung, tahu apa-apa saja yang perlu dibawa dan tidak perlu dibawa. Kami juga tahu kok, apa yang perlu dimasukkan ke dalam karil kami yang kapasitasnya juga terbatas, karena semakin banyak bawa benda-benda yang tidak diperlukan justru akan meribetkan diri sendiri di perjalanan. Penting juga diingat, kami juga berpikir, sebisa mungkin jangan menyusahkan teman seperjalanan. Nah, teman seperjalanan aja nggak mau kita susahin apalagi teman hidup.

4. Sepertinya kami juga kuat

Beban boleh berat tapi jangan lupa tersenyum via https://drive.google.com

Membawa karil sambil melewati jalur-jalur pendakian yang tidak mudah, kami kuat kok walaupun berjalan sedikit lebih lambat dan lebih banyak istirahatnya. Asalkan ada kalian di belakang untuk mendorong dan menyemangati kami.

5. Cantik tak terbatas

Bagi yang ingin tahu ig para wanita gunung @wanitagunung via https://www.instagram.com

Apa pendapatmu tentang kata cantik? Cantik itu memiliki arti yang tidak terbatas, teman. Wanita memang akan tempak lebih cantik ketika dia bersolek, memakai dress dan high heels. Tetapi jangan lupa, pesona wanita ketika mendaki gunung. Menenteng karil, pakai sepatu gunung, celana kargo, kaos oblong atau kemeja flannel, bisa memunculkan definisi baru dari kata cantik. Pernah nggak dengar abang-abang di jalur pendakian, yang kita nggak saling kenal, tapi menyemangati begini, “Semangat kakak! Karena cewek cantik itu bukan hanya yang pakai heels dan dress tapi kalian juga yang menenteng karil”. Hayoo, pasti tambah semangat kan nanjaknya?

6. Sabar dan penyayang

Oke. Wanita adalah makhluk yang penyabar. Kami tahu, gunung itu tidak pendek dan tidak mudah untuk didaki. Kami tahu perjalanan masih panjang. Tetapi demi sebuah hasil yang istimewa, salah satu caranya adalah bersabar sambil berusaha. Karena memang tidak ada yang mudah di dunia ini termasuk untuk meyakinkan diri sendiri bahwa kamu adalah the one and only Mr. Right. Gunung yang mungkin hanya akan didaki sekali dalam seumur hidup saja, kami masih sabar mendakinya apalagi kamu yang akan selalu dilihat setiap hari seumur hidup, yang belum tentu memiliki pola pemikiran yang sama dengan kami, yang setiap hari akan memberi kejutan-kejutan dengan segala tingkah lakumu, di situlah kesabaran kami akan terlihat.

Nah, kalau tentang sayang, ini sih tidak perlu diragukan lagi. Wanita yang suka mendaki gunung itu berarti dia menyayangi alam. Mengapa kami suka mendaki gunung? Jawabannya mungkin tidak tahu dan masih dalam proses mencari sebuah jawaban. Sama seperti kami mencintaimu. Jangan tanyakan alasannya, karena kami pun tidak tahu. Yup. Alam aja kami saying, apalagi kamu.

7. Kami anti “terserah”

Istirahatlah ketika lelah via https://drive.google.com

Lanjut atau berhenti? Terserah. Big no! Kami tidak akan mengatakan itu. Ketika kami mampu, kami akan melanjutkan. Ketika kami merasa lelah, kami tidak akan sungkan untuk meminta break time atau istirahat. Karena gunung adalah sebuah tempat misterius, bahkan lebih misterius dari makna kata “terserah”, jadi kami juga sudah seperti dituntun untuk bisa menjawab dengan tegas apa kemauan kami. Hanya ada dua pilihan dan terserah tidak termasuk di dalamnya.

8. Pada akhirnya dan pada dasarnya pria membutuhkan wanita begitupun sebaliknya.

Karena saling membutuhkan maka wajib dipertahankan via https://drive.google.com

Mengapa? Karena seperti yang sudah dijelaskan dari poin-poin sebelumnya, di balik segala kelebihan, kami tidak akan bisa membuktikannya jika tidak ada kamu, iya kamu, yang di masa kini dan di masa depan akan selalu mempertahankan dan membutuhkan kami. Seperti kutipan dalam buku Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia “Jangan panggil aku perempuan sejati jika hidup berkalang lelaki. Namun bukan berarti aku tak butuh lelaki untuk aku cintai”.