#WisataFilipina-Kota Zamboanga, Saatnya Kita Menelusuri Budaya Latin yang Ada di Selatan Filipina

Menelusuri Budaya Latin di Selatan Filipina

Ngomong-ngomong apakah di antara kalian ada yang suka nonton Telenovela? atau doyan nonton series ''Casa de Papel''? Mungkin ada yang tertarik dengan kebudayaan Latin, terkhusus hispanik? Pengen pergi liburan ke Spanyol dan beberapa negara Amerika Latin lainnya, tapi, budget-nya lagi krisis? 

Tenang, kalian gausah jauh-jauh kok buat dapatin vibes itu semua, soalnya di selatan Filipina terdapat kota yang sangat kental dengan kultur latinnya lho. Yups namanya, Zamboanga. Memang seberapa ''latin'' sih kota ini? Okay, berikut lima hal unik yang bikin kalian (para hispanophile) wajib tambahkan kota ini ke dalam bucketlist kalian, theree youu gowww!!!

Advertisement

1. A Brief History: Spanish Occupation

Photo by nephocode

Photo by nephocode via https://www.nephicode.com.

Dikutip dari situs resmi Britannica, pada tahun 1635 Zamboanga sudah ditemukan oleh orang-orang Spanyol dan berusaha untuk mendudukinya. Pada abad ke-7 tempat ini dibangun oleh pemerintahan Spanyol kala itu dengan bangunan-bangunan standarisasi Eropa, yang dilengkapi dengan benteng-benteng untuk menghalau serangan dari luar.

Hingga tahun 1898 Filipina secara resmi terbebas dari cengkraman Spanyol. Dengan waktu yang relatif lama tersebut, membuat proses asimilasi dan akulturasi antara budaya Spanyol dan lokal sangat mudah terbentuk, sehingga tak heran jika jejak-jejak perpaduan budaya tadi masih kental nuansanya di Zamboanga.

Advertisement

2. Locals here Hablan Español

Photo by International The News Lens

Photo by International The News Lens via https://international.thenewslens.com

Hal pertama yang bisa kita rasakan ketika menginjakan kaki ke Zamboanga adalah bahasanya. Bahasa daerahnya, yaitu chavacano merupakan bahasa kreol dari bahasa Spanyol dan juga bahasa lokal Filipina sendiri. Dilansir dari website Geo Currents Info ada sekitar 700.000 penutur bahasa tersebut, yang mana tersebar mulai dari barat daya Filipina hingga timur laut Kalimantan.

Oh iya, bahasa kreol ini juga dinobatkan sebagai salah satu bahasa kreol tertua di dunia lho. Dengan adanya asimilasi linguistik semacam ini, membuat orang-orang di Zamboanga memiliki pemahaman yang cukup terhadap bahasa Spanyol. 

Maka jangan heran, jika ada pedagang street food di sana yang bisa berkomunikasi dalam bahasa spanyol ya hehe. Maka dari itu, gak usah jauh-jauh ya bagi kalian yang mau belajar atau mendalami bahasa Spanyol, tinggal ke Zamboanga aja.

Advertisement

3. Bangunan Tua Menghiasi Kota

Photo by Google Images via Tripadvisor

Photo by Google Images via Tripadvisor via https://www.google.com

Okay yang selanjutnya ini kita mau cari-cari yang ''estetik'' sebentar ya bund. Di beberapa titik kota Zamboanga kita akan menemukan beberapa bangunan yang bergaya Spanyol. Hal itu bisa kita nikmati di beberapa tempat wisata yang bernilai historis, seperti Balai Kota Zamboanga, Fort Pilar, dan beberapa gedung beraroma Latin lainnya.

Gak heran memang, jika Spanyol telah menanamkan pengaruhnya mulai tahun 1500-an di kota ini, sehingga jejaknya pun masih bisa kita lihat, lewat beberapa seni arsitektur yang tetap terawat dengan apik. Pasti tambah instagramable kalau kita take a photo berlatar bangunan-bangunan tadi ya.

4. Cuisine: Perpaduan Timur dan Barat

Photo by Out of Town

Photo by Out of Town via https://outoftownblog.com

Aduh, setelah seru-seruan sana-sini, ternyata capek juga ya. Kulineran yuk! Jadi, seperti yang disinggung sebelumnya, Zamboanga ini juga cukup tersohor lho dengan makananya. Salah satu makanan yang dipengaruhi oleh hasil kolonialisasi Spanyol, yaitu Paella Chavacana.

Meskipun begitu, cita rasa kelezatan lokal di dalamnya masih bisa kita rasakan. Selain Paella Chavacana, terdapat juga beberapa makanan khas yang sama lezatnya, seperti ensalada chamba, chupa kulo, lato, curacha, dan masih banyak lagi yang lainnya. Waduh, jadi lapar kan, walapun cuman ngebayangin aja hehe.

5. The Asian Latin City

Photo by Gramho

Photo by Gramho via https://gramho.com

Aight. Berdasar poin-poin yang telah dipaparkan di atas, memang gak salah juga kota ini dijuluki sebagai ''Kota Latinnya Benua Asia''. Hal ini bisa dilihat dari karakteristik budaya hispanik yang masih terasa kental di setiap sudut kotanya, mulai dari bahasa, seni arsitektur, hingga makanannya yang tak lepas dari pengaruh budaya Spanyol.

Oh iya, fun fact juga bahwa tempat ini merupakan satu-satunya di Asia yang penduduknya menuturkan bahasa Spanyol lho, wihhh makin gak sabar bukan buat pesan tiket ke sana hehe. Jadi, gausah jauh-jauh kan ya buat nikmati vibes dari kebudayaan Latin, terkhusus hispanik.

Informasi mengenai Filipina ini aku dapatkan di www.wisatafilipina.com. Informasinya sangat beragam, mulai dari tempat wisata, hotel, kuliner, diving, ESL, pilgrimage, sampai muslim-friendly, semuanya ada di sini. Selain isinya lengkap dan terpercaya, website milik PDOT Indonesia ini juga dilengkapi panduan wisata serta berbagai fitur keren dan seru yang membuatku semakin tertarik untuk menjelajah Filipina. Ditambah lagi, ada berbagai kuis berhadiah menarik yang bisa aku ikuti. Tentunya ini sangat mengobati kerinduanku untuk bisa liburan ke Filipina. It’s More Fun in the Philippines!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Merupakan seorang mahasiswa S1 di Universitas Padjadjaran dengan penjurusan hubungan internasional. Sedang membangun dan mengasah keterampilan menulis

CLOSE