“Sabar ya, yang kuat. Kamu pasti bisa melewatinya. Cobaan ini cuma sesaat, nggak akan lama-lama. Kamu sih, selama ini kelakuannya neko-neko aja. Mungkin ini yang namanya karma. Coba kamu banyak-banyak berdoa, ibadah, dan juga sedekah biar bebanmu diangkat sama Yang Maha Kuasa. Bla.. Bla.. Bla…”

🙂

Ketika seseorang dilanda kesedihan dan duka yang mendalam, banyak hal terjadi di dalam dirinya. Segala emosi campur aduk jadi satu, ia bahkan tak mengerti apa yang ia rasakan. Orang-orang sekitar datang silih berganti, berusaha menunjukkan empati dan dukungan untuk melewati masa-masa sulit. Namun seringnya, berbagai wejangan yang tujuannya menguatkan justru tak lekat di hati, dan terkadang menyebalkan.

Orang-orang yang sedang berduka memang tak berharap banyak. Punya seseorang yang menemani mereka di saat-saat sulit saja sudah jadi hal berharga yang sangat mereka butuhkan. Mereka tak butuh kata-kata. Ketimbang panjang lebar dijejali dengan wejangan, kalimat-kalimat sederhana ini lebih ingin didengar oleh setiap orang di muka bumi ini yang tengah dilanda duka sedalam-dalamnya.

1. Saat hidup sedang membawamu ke jalan yang dingin dan sunyi, ingatlah bahwa kamu tidak sendiri

Sering kali ketika musibah datang menghampiri, kita merasa benar-benar sendiri. Tak punya pegangan apalagi sandaran yang bisa dijadikan tempat berkeluh-kesah. Limbung dan hilang arah rentan menghampiri. Oleh karenanya, sebuah kalimat pengingat akan sangat berarti. Bahwa kamu tak pernah benar-benar sendiri.

2. Tak ada yang abadi di dunia. Termasuk rasa kecewa dan kehilangan yang sedang hinggap di relung hatimu sana

Perasaan sedih seperti awan kelabu yang menggelayuti sebuah kota yang murung. Ketika ada, mendadak segala kebahagiaan seperti tak pernah ada. Tapi ingatlah, mendung pun tak selamanya bertahan di atas sana. Musim akan berganti, begitu pula dengan perasaan sedih yang sedang menghinggapi. Kamu hanya perlu percaya dan sedikit bersabar saja.

3. Ada waktu-waktu tertentu yang langka, di mana sepenuhnya normal ketika kamu merasa tidak baik-baik saja

Advertisement

Tidak semua orang rela menampakkan kesedihan di depan orang lain. Tak mau dianggap cengeng, menjaga perasaan yang lain, sampai tak ingin menarik perhatian jadi berbagai pertimbangan. Karena kita tumbuh dengan wejangan, orang dewasa tak boleh menangis seperti anak kecil. Karenanya kamu memaksa dirimu untuk merasa lebih baik, walau sebenarnya kamu tak siap.

Jangan. Tak ada yang memaksamu untuk pulih secepat itu. Tak perlu buru-buru.

4. Kita semua manusia, punya batas kemampuan untuk menanggung segala hal. Punya hak untuk lelah dan berhenti sejenak

Kesedihan sering kali disamakan dengan kelemahan. Sebab itu kamu ngotot untuk bersikap tegar agar tak dianggap lemah. Sesungguhnya, hanya orang yang mengerti makna kesedihan lah yang tahu caranya mendapatkan kekuatan. Hanya orang yang mengerti rasanya terluka, yang bisa mengabadikan bahagia yang sebenar-benarnya ketika tertawa. Ya, kamu tidak lemah. Kamu hanya sedikit lelah. Beristirahatlah.

5. Tak ada yang lebih menenangkan dari segelas teh hangat dan kehadiran seseorang yang menemani tanpa banyak menghakimi

Bahagia adalah hal terbaik untuk dibagi, begitu juga dengan kesedihan. Tak ada yang menandingi penghargaan tertinggi untuk mereka yang ada di sampingmu di saat keduanya terjadi. Apalagi mereka yang mengerti bahwa yang kamu butuhkan bukan hadiah mewah, hanya segelas teh hangat dan pikiran yang siap untuk memahami.