Over thinker atau mereka yang selalu memikirkan sesuatu secara lebih dalam memang punya keunikan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Proses memutuskan sebuah permasalahan yang harus melalui pemikiran panjang, kegemaran mereka berkontemplasi, sampai kehati-hatian dalam melangkah jadi ciri khas yang dimiliki.

Kadang banyak orang yang masuk kategori over thinker merasa kebiasaannya ini membuat hidup semakin ribet. Terlalu banyak mikir, terlalu banyak pertimbangan, parno, lebay — adalah julukan yang biasa melekat pada orang-orang dengan kebiasaan ini.

Namun, di balik berbagai julukan yang disematkan pada mereka sebenarnya kebiasaan over thinking ini tak seburuk yang kamu kira, lho. Justru banyak keuntungan yang bisa kamu dapat karenanya. Apa saja? Baca selengkapnya di artikel Hipwee yang ini!

Jalan pikiranmu yang bagi orang “rumit” dan “njelimet” justru menunjukkan kalau kamu selalu ingin menghasilkan keputusan yang matang

Kamu selalu berpikir njelimet via giphy.com

Kamu menolak untuk berpikir simpel, atau dengan kata lain kamu memiliki pemikiran yang kompleks. Kamu terlalu berhati-hati dalam memikirkan sesuatu, kamu hanya ingin memastikan bahwa semuanya harus bisa berjalan sesuai rencana, dan dapat selesai tepat pada waktunya.

Advertisement

Mau nongkrong dimana, bareng siapa, jam berapa adalah contoh-contoh kecil yang sering menghampiri dirimu. Kalo nongkrong di kafe A terlalu rame, di kafe B sepi tapi tempatnya biasa aja, di kafe C enak sih tapi pelayannya judes. Kira-kira seperti itu-lah kebiasaan orang yang selalu overthink. Mau ngopi aja bingung, karena saking banyaknya pertimbangan, akhirnya kamu-pun hanya bikin kopi instan di kosan.

Dalam setiap keputusan yang diambil kamu tak hanya memikirkan kebutuhan diri sendiri. Ada kepentingan orang lain yang juga kamu pertimbangkan sepenuh hati

Pertimbanganmu panjang demi kebaikan banyak orang via mifftahhadi.blogspot.com

(mau beli kudapan buat orang rumah habis pulang kerja)

Hmmmm….bakso aja apa ya? Ah, tapi Bapak ‘kan gak suka bakso.

Hmmm….martabak aja deh. D’oh tapi adek gak bisa makan martabak yang manis banget.

Beli buah aja deh. Yah, tapi terlalu jauh. Ntar sampai rumah kemalaman.

(akhirnya putar balik dan memilih beli martabak. 15 menit terbuang sia-sia buat muter-muter nggak jelas sambil mikir)

Visi hidupmu tinggi. Urusan masa depan dan cita-cita sudah kamu pertimbangkan masak-masak sebelumnya. Kebanyakan orang yang over thinking ingin bekerja di bidang yang membawa kemanfaatan bagi sesama

mimpimu sangat tinggi via pixshark.com

Kamu memiliki impian, standar, target dan harapan yang sangat tinggi. Maka tak heran jika kamu memiliki pertimbangan yang tinggi pula untuk mewujudkannya. Hal ini-lah yang membuat kamu selalu mendorong dirimu sendiri.

Kamu rela kerja keras, belajar sampai malam demi bisa tembus seleksi pendidikan Dokter. Karena kamu yakin pekerjaan ini bisa memberimu jaminan masa depan yang baik. Terlebih, kamu pun tak ingin hanya hidup tanpa meninggalkan makna. Kamu ingin jadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama.

Dalam kamus para over thinker tak ada perjuangan yang layak dihadapi dengan setengah-setengah saja. Karena kekecewaan tidak bisa dengan mudah kamu terima, akhirnya kamu memilih total dengan meluangkan upaya sekuat tenaga

Kamu wajib belajar sekuat tenaga via familyhut.wordpress.com

Karena harapan yang tinggi itu kamu tak keberatan jika harus bekerja sekeras yang kamu bisa. Saat ujian kelas 3 SMA 2 semester fokus kamu habiskan untuk belajar-belajar-belajar tanpa jeda.

Begitupun ketika waktu ujian semester tiba. Kamu rela kurang tidur demi menghapal semua materi yang sudah diberikan sebelumnya. Kenapa kamu melakoni ini? Karena kamu tidak mudah menerima kekecewaan — jadi pihannya hanya bekerja mati-matian atau akan menyesal kemudian.

“You’re a clever strategist, but not all battles require tricks. Sometimes the simplest way to kill something is to swim up to it and bite it in half.”

Shaun HickThe Ghost And Its Shadow

…..tapi namanya juga over thinker. Berbagai kemungkinan yang (belum tentu) kamu hadapi di masa depan juga sudah kamu pikirkan jauh-jauh hari sebelumnya

Tapi namanya juga over thinker…cemas jauh-jauh hari sih biasaa via www.tabloidmotivasi.com

(2 bulan sebelum ujian)

“Mati, gue belum hapal rumus integral nih!”

(1 bulan sebelum ujian)

“Modyar aja gue Rotasi dan Keseimbangan benda tegar ini apaaan???”

(1 minggu sebelum ujian)

*sebenarnya udah siap maju ke medan perang* GUE BELUM SIAP APA-APA. MATI AJA GUE, PASTI GAK KETERIMA DEH INI! 🙁

Tapi sebenarnya kebiasaan ini gak merugikan, kok. Karena kamu justru jadi lebih semangat setelahnya

Langsung semangat setelahnya via giphy.com

*lagi tiduran* *ingat ujian minggu depan* *takut gagal*

BANGUN. LANGSUNG BELAJAR.

Kegemaranmu memikirkan sesuatu dalam-dalam juga sering menjalar ke ketertarikan buat belajar banyak hal

Jadi tertarik buat belajar banyak hal via giphy.com

Contohnya nih ya, kamu lagi baca novel yang ada cerita perang dan strategi militernya. Potongan kisah soal perang dan strategi militer ini nggak bisa dengan mudah kamu lupakan begitu saja. Kamu jadi tertarik untuk ngulik hal itu lebih dalam.

Kepikiran terus berhari-hari karena hal-hal remeh? Ya, biasaaa~

Tanpa sadar kebiasaan over thinking membuatmu jadi orang yang banyak tahu. Ngobrol sama orang dari beragam latar belakang bisa kamu lakukan, karena otakmu itu isinya macam-macam

Pandai bicara soal banyak hal via giphy.com

Diajak ngobrol soal masalah negara, kamu bisa. Karena kamu suka baca koran dan meriset isi beritanya lama-lama.

Diajak bercerita tentang perang di Afghanistan kamu juga gak kelimpungan. Semalam kamu bahkan gak bisa tidur karena memikirkan nasib anak-anak yang terlantar di penampungan.

Diajakin ngobrol santai tentang band yang lagi naik daun? Kamu bahkan sudah tahu behind the scene pembuatan video klipnya yang ternyata tidak spontan seperti yang banyak diberitakan media!

Kamu juga layak dijuluki orang yang “sabar”. Setiap tindakan harus dilakukan dengan kehati-hatian, agar nanti tidak menimbulkan penyesalan

Santai via lomography.com

Waktu temanmu bisa putus sama pacarnya karena alasan cemburu semata — kamu tidak bisa melakukannya dalam hubungan yang sedang dijalani.

Man, gak segampang itu man memutuskan komitmen. Harus dipikirkan dulu:

  • Apakah penyebabnya cukup kuat untuk putus?
  • Apa dampak putusnya kalian pada kehidupan masing-masing?
  • Yakin nih gak mau bertahan aja?

Kamu layak dicap sebagai orang yang “Sabar” karena tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan. Karena kamu ingin segala sesuatunya bisa berjalan dengan lancar, maka tak heran jika kamu suka memikirkan segala sesuatunya masak-masak. Kamu juga sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Julukan lain yang mampir ke kamu karena kebiasaan ini adalah “peka dan perasa.” Yup, kepedulianmu pada perasaan orang lain memang gak bisa dipandang sebelah mata

Peduli dengna keadaan orang lain via www.baomoi.com

Sifat over thinking membuatmu selalu memikirkan dampak perbuatanmu pada orang lain. Sebelum mengungkapkan sesuatu yang punya potensi menyakiti hati orang lain kamu selalu berpikir 2 kali. Kamu juga sering terjebak dalam situasi nggak-enak-minta-tolong-karena-nggak-enak-hati.

Kamu nggak enak hati mau minjem motor ke temen buat beli nasi padang, kamu nggak enak hati minta bantuan, blab la bla. Atas dasar itulah biasanya kamu menjadi amat sangat peduli dan sensitif terhadap keadaan orang lain.

Para over thinker biasanya jadi kelompok yang mampu bertahan pada idealismenya walau kelak sudah berkecimpung di kejamnya dunia kerja

Dipusingkan dengan rencana-rencana via lifehack.org

“Yang penting kerja lah! Apa aja, dibanding gue nganggur…”

Buat para over thinker keputusan melakoni sebuah pekerjaan tak seringan karena alasan pragmatis sebab membutuhkan uang. Mereka akan berpikir dalam dan lama, apakah pekerjaan ini sesuai dengan nilai dan visi yang dianutnya – apakah pekerjaan itu bisa memberikan dampak sebesar yang telah ia proyeksikan di kepala.

Ribet dan sangat idealis sih memang. Tapi justru kebiasaan ini yang membuatmu mampu bertahan menghadapi kerasnya dunia kerja nanti.

Ketika godaan aliran uang yang mengalir ke rekening bisa menyingkirkan nilai moral dan kejujuran– kebiasaanmu berpikir panjang akan jadi tali pengaman yang melindungimu dari tindak gegabah.

Kebiasaan over thinking memang membuat kepalamu penuh dan riuh. Tapi dari kebiasaan ini pula kamu punya integritas yang menyeluruh. Nah loh, kalau begini apa kamu pantas mengeluh?

Percaya diri via lomography.com

Kebiasaan ini memang tidak memberimu waktu istirahat dari kegiatan berpikir. Kamu sering menemukan diri senang berputar-putar dalam duniamu sendiri.

Tapi kebiasaan ini juga yang membuatm beranggapan bahwa tidak ada yang tidak mungkin. Kamu tak peduli dengan kata-kata orang lain yang meremehkan kemampuanmu, karena kamu yakin akan kemampuanmu dan kamu pasti bisa melakukannya. Kamu memiliki prinsip jika kamu dapat memikirkannya, maka kamu akan bisa memecahkan masalah tersebut.

Integritasmu pada diri sendiri dan orang lain tak lagi perlu diragukan. Kalau kamu bisa lama-lama memikirkannya pasti ada jalan yang bisa dicari untuk memecahkan masalahnya.

Nah, dari paparan diatas, apakah ada salah satu yang cocok dengan sifatmu? Namun meski kamu seorang overthinker sejati pastikan kamu bisa mengontrolnya ya, jangan jadikan itu sebagai kelemahan — namun jadikanlah ia sebagai kekuatanmu. So, let’s think!

Artikel ini terinspirasi dari laman lifehack.org, artikel aslinya bisa kamu lihat disini