Kongko bersama teman memang menyenangkan, tapi ada beberapa momen yang membuatmu nggak nyaman. Yaitu saat bercandaannya sudah mulai sindir-sindiran. Dan kamu termasuk sebagai salah satu yang paling sering menjadi korban sindiran. Mereka menyindir sikapmu yang kekanak-kanakan. Kamu dianggap bocah. Sebal nggak sih?

Awalnya memang biasa saja, namun semakin ke sini mereka semakin menjadi-jadi. Dari yang tadinya terima saja, lama-lama risih juga. Kamu jadi merasa diremehkan. Kalimat semacam “Bocah, bocah” sering kamu dengar dari mulut mereka. Kamu jadi bingung “Kok begini sih?”. Padahal kenyataannya kamu sama seperti mereka, merantau, mandiri, dan sudah kuliah. Hmm.. resah.

1. Pengetahuanmu terhadap hal-hal dewasa masih minim. Keluguan dan kepolosanmu ini membuat teman-temanmu menganggapmu masih bocah saja

Terlalu lugu via www.unsplash.com

Advertisement

Dalam pergaulan (terutama cowok), terkadang kamu butuh untuk tahu banyak hal meski itu nggak kamu sukai. Sekalipun itu hal-hal tabu atau ‘dewasa’, biar nggak dibilang kuper. Mungkin obrolan teman-temanmu agak sedikit nakal, tapi nggak jadi masalah bagimu untuk mengikutinya asalkan kamu nggak ikut-ikutan.

Nggak cuma soal bahasan ‘nakal’, topik pembicaraan orang dewasa lainnya juga perlu pelan-pelan kamu pelajari. Misalnya, saat temanmu membicarakan soal menikah kamu nggak perlu menghindar saja. Meski kamu belum kepikiran menikah, nggak ada salahnya untuk menyimak dan mendengarkan soal pernikahan. Biar kamu nggak dianggap ABG terus.

2. Mungkin juga karena kebiasaanmu yang susah diajak ngobrol serius. Sudah waktunya mengurangi bercanda nggak jelas kali, ya

Bercanda mulu sih via www.unsplash.com

Berkelakar memang perlu, tapi di usiamu yang kini sudah nggak lagi muda kamu mesti menguranginya. Bukan karena bercanda itu nggak baik cuma karena memang sudah waktunya kamu serius dalam menjalani hidup. Kurang-kurangi bercanda nggak jelas sebab biar temanmu sudah terlebih dahulu menyadari bahwa nggak setiap saat mesti tertawa. Mereka sudah mengurangi bercandaan nggak jelas seperti dulu lagi. Kalau kamu masih seperti dulu, yang susah diajak diskusi serius, jangan heran kalau mereka risih sama dirimu. Wajar jika mereka beranggapan kamu masih seperti anak ABG.

3. Topik obrolan yang kamu sukai beda dari teman-teman seusiamu. Saat mereka membicarakan isu-isu sosial kamu malah asyik bercerita tentang jokes receh milenial

Tambah pengetahuan via www.unsplash.com

Advertisement

Bertambahnya usiamu seharusnya meningkatkan kesadaran mereka tentang untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi sesama. Contohlah temanmu yang sudah mulai aktif membicarakan isu sosial, lingkungan, bahkan politik di tongkrongan. Mereka sudah move on dari bahasan remeh sehari-hari seperti serial kartun, jokes receh, gosip artis di lambe turah dan lain-lain. Sebenarnya sih nggak apa-apa kalau itu kesukaanmu, cuma mungkin mesti dikurangi. Ingat kamu sudah bukan bocah lagi. Kamu pemuda, calon penerus bangsa.

4. Circle pertemananmu juga memengaruhi pandangan orang kepadamu. Kurangi kongko nggak jelas sama mereka yang suka hura-hura

Kurangi kongko-kongko nggak jelas via www.unsplash.com

Circle pertemanan bisa merepresentasikan kepribadianmu. Sederhananya begini, kamu mungkin aslinya sudah dewasa, tapi saat kongko dengan mereka yang masih bocah terkadang membuat orang lain melabelkan sesuai dengan tongkronganmu. Lagipula, di usiamu sekarang ini sudah sepantasnya kamu mengurangi kongko nggak jelas seperti dulu. Kamu mesti membatasi berteman dengan mereka yang hidupnya hanya hura-hura saja.

5. Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari mungkin kamu bertanggung jawab, tapi secara sikap dan kepribadian, masih seperti bocah. Jadi, ya introspeksi diri

introspeksi diri via www.unsplash.com

Kedewasaan seseorang dilihat dari bagaimana kamu bersikap. Kamu mungkin sudah mandiri, punya uang sendiri, sebentar lagi selesai kuliah, tapi kalau sikapmu masih seperti anak-anak tetap saja akan dilabeli bocah. Kamu mesti belajar menerima kritikan, jangan gampang marah. Kamu mesti memandang masalah dari berbagai sisi, jangan melulu merasa benar. Kamu mesti bijaksana dalam menyikapi hidup. Setiap gerak-gerikmu harus mencermikan kedewasaan. Sudah waktunya bebenah. Yap, kamu mesti berubah.

Mengontrol apa yang pandangan orang lain memang susah, tapi kamu masih bisa mengubahnya. Sebab sejatinya pandangan orang lain adalah cerminan dirimu. Kalau kamu mau mengubah citramu maka kamu mesti mengubah kepribadianmu. Barangkali mungkin memang kelakuanmu masih seperti bocah, jadi nggak ada cara lain selain memperbaiki sikap diri.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya