“Jadi kapan kamu mau mulai mikirin komitmen? Punya pasangan deh?”
“Ah aku sih nanti-nanti aja. Belum sukses, belum jadi apa-apa nih!”

Di era modern ini, kerap kali kita temukan orang-orang yang mirip dalam ilustrasi percakapan di atas. Mereka nampak mengakrabi kesendiriannya, terkadang bahkan dalam periode waktu yang cukup lama. Bukan karena mereka tak laku atau melulu karena alasan belum mampu melupakan mantan kekasihnya. Tapi lebih karena merasa belum layak membuka hati, sebab kesuksesan belum dimiliki.

Advertisement

Jika kamu memang salah satu di antaranya, bernapas legalah terlebih dahulu. Ada kalanya kamu perlu istirahat sejenak dari segenap rutinitas dan deadline-deadline yang setiap hari menerpa pikiranmu. Di saat seperti ini, justru kamu layak mendapatkan cintamu. Masih belum yakin kenapa ini jadi saat yang paling tepat untuk membuka hatimu? Di artikel ini Hipwee khusus paparkan alasannya untukmu.

1. Berkomitmen bersama seseorang di tengah perjuangan bisa terlihat menyulitkan. Namun bersama dia yang tepat, malah dukungan yang kamu dapat

Bersamamu, aku bisa

Bersamamu, aku bisa via 1.bp.blogspot.com

Ngapain pacaran sekarang? Ribet ah! Nanti dianya manja minta ditemenin ke mana-mana. Jangan-jangan waktunya cuma habis buat pacaran, kerjaan terbengkalai.

Sah-sah saja sih jika kamu berpendapat demikian. Memang hal serupa tidak sedikit terjadi di kehidupan nyata. Alih-alih menunjukkan rasa sayang dan perhatian, kamu tidak enak menolak atau tak tega membiarkan kekasihmu sendirian. Lantas waktumu yang seharusnya dicurahkan untuk bekerja, dikorbankan demi memanjanya.

Advertisement

Sesungguhnya semua itu bisa kamu atasi bila kamu cermat mengatur dan mengelola penggunaan waktumu selama 24 jam. Tidak seharusnya seluruh waktumu digunakan untuk bekerja atau berpacaran saja. Ini juga soal apakah kamu memang membersamai orang yang tepat. Apabila kamu dapat menemukan sosok yang tepat dan memahami dirimu seutuhnya, bukan lagi kecurigaan, kecemburuan, hingga monopoli waktu yang kamu dapat. Melainkan dukungan penuh yang penting kamu terima saat tengah merangkaki tangga kesuksesan. B

2. Punya seseorang yang mendampingi membuat kalian mengeluarkan sisi terbaik dari diri. Adakah pembakar semangat yang lebih baik dari ini?

Ketika kamu mendukung kekasihmu agar meraih suksesnya, apakah kamu juga tidak termotivasi untuk mengimbanginya? Jika kekasihmu sudah sukses, apakah kamu juga ingin pasrah begitu saja menerima keadaanmu yang sekarang? Tidak bukan? Tentunya kamu juga ingin mengimbangi sebagaimana ia terlihat. Bahkan tidak mustahil kamu termotivasi mencapai kesuksesan yang jauh lebih tinggi di atas pasanganmu.

Dalam keadaan yang masih belum sukses, kamu akan dipaksa berpikir tentang tujuan hidupmu sendiri sekaligus membuat rencana-rencana nyata untuk menggapai kesuksesan. Dengan memiliki kekasih, kamu tak akan berpikir untuk main-main lagi. Perjuangan terbaik akan selalu kamu berikan, sebab di matanya tak ingin kau ciptakan kekecewaan.

3. Mendampingimu saat belum jadi apa-apa membuatnya mencintaimu apa adanya. Momen paling nadir dalam hidupmu pun akan bisa ia terima

Selalu ada saat di atas dan di bawah

Selalu ada saat di atas dan di bawah via scms.machteamsoft.ro

Alangkah bahagianya menemukan seseorang yang mampu menerima ikhlas keadaanmu di kala masih merangkaki tangga kesuksesan. Pada umumnya, pasangan yang seperti itu begitu diidamkam banyak orang karena tak banyak menuntut dan dapat menggenapi segala kekurangan. Ia juga setia karena jadi saksi nyata mulai dari kamu bukanlah siapa-siapa hingga kemudian jadi pribadi yang benar-benar pantas dan sukses.

Pasangan demikianlah yang mampu melihat kebaikan-kebaikanmu, ketika kamu sendiri bahkan tidak mampu melihatnya. Ia akan menjadi penjagamu, yang mana selalu mengingatkanmu kala luput atau melakukan kesalahan-kesalahan kecil hingga yang fatal. Dia dapat melihat potensimu dan punya sugesti kuat kalau kamu patut ditunggu. Karena suatu saat nanti kesuksesanmu akan datang dengan peran dirinya di baliknya.

4. Ia akan bisa melihatmu sebagai manusia. Sebab kelak, semua yang didapat adalah hasil usaha bersama

Apapun kamu, kamu tetap manusia

Apapun itu, kamu tetap manusia via s-media-cache-ak0.pinimg.com

Lazimnya hubungan percintaan, di awal hubungannya selalu terasa manis. Kamu akan diperlakukan bak raja atau ratu. Setiap orang mencoba menjadi sempurna di mata pasangannya. Tapi coba saja kalau hubunganmu sudah mencapai bulan keenam atau setahun! Apakah kamu masih bisa memperoleh perlakuan semanis itu? Tidak kan? Jangankan berlaku bak putri raja, kamu bahkan sudah berani bertingkah konyol saat bersamanya.

Saking tidak adanya lagi yang ditutupi, kamu tak akan ragu lagi menunjukkan kelemahanmu padanya. Kamu dapat berbagi semua kegagalanmu padanya. Sebaliknya, ia juga memberikan saran-saran terbaiknya untuk kamu lakukan. Melalui proses ini, kamu dan dia akan memahami suatu titik atau fase di mana ketika kalian sudah terjatuh, tidak boleh lupa untuk bangkit lagi. Begitu pula dengan hubungan kalian. Kalian bersumpah untuk tetap setia lewat peristiwa tersebut.

5. Proses yang dijalani membuat cinta kalian teruji. Saat sedang limbung-limbungnya nanti, perjuangan bersama ini bisa diingat kembali

Kurang lebihnya tak akan jadi masalah lagi

Kurang lebihnya tak akan jadi masalah lagi via yarr.me

Jika keempat poin di atas telah kalian lewati, kesuksesan yang kelak dimiliki akan membuat kalian menyadari. Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Begitu pun hubungan yang dijalani bersama. Semua adalah hasil akumulasi dari penerimaan, kesabaran, dan keinginan tanpa henti untuk terus belajar.

Saat kalian sedang keras kepala, merasa tak bisa menemukan jalan tengah berdua — perjuangan yang pernah dialami bersama membuat kalian tak menyerah begitu saja. Kalian sudah bersama sebelum jadi apa-apa. Dukungan masing-masing mendorong untuk meraih impian bersama. Ikatan ini tak seharusnya ditinggalkan begitu saja.

Jadi, gak perlu menunggu sukses ‘kan untuk mulai membuka hati? Justru momen terbaikmu untuk mengisi hati bisa dimulai dari saat ini.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya