Saat tahu orang yang selama ini kamu sayang ternyata tak punya rasa yang sama besarnya seperti yang dirimu punya, semuanya jadi terasa pahit dan terlihat abu-abu. Dari sebuah cinta kita belajar banyak hal, salah satunya pendewasaan diri. Semua yang terjadi selalu punya hikmah dan makna di baliknya. Sakitmu yang sekarang akan menjadi bahan bakar semangatmu kemudian. Namun kalau kamu tak tahu caranya berdamai dengan luka, bisa saja dirimu kembali jatuh berkali-kali.

Saat kamu berani jatuh cinta, kamu juga harus berani dengan risiko ‘jatuh’ karena kamu maupun pasanganmu bukanlah makhluk sempurna. Melakukan kesalahan jadi hal yang wajar dan siklus patah hati perlu kamu cicipi agar dirimu paham, bahwa kita memang tidak bisa berharap terlalu banyak pada manusia. Alih-alih menyimpan dendam dan doa-doa yang buruk padanya yang menciptakan lubang di hatimu, lebih baik kamu resapi maknanya dari setiap yang terjadi padamu. Hal ini yang bisa kamu petik setelah hatimu remuk redam.

1. Akan ada saatnya melepaskan lebih baik daripada terus bertahan dalam kesakitan

Lebih baik melepaskan via Www.unsplash.com

Advertisement

Kali ini kamu tidak boleh lagi terlihat remeh, karena memang sudah bertahan untuk sebuah cinta yang salah dan kebahagiaanmu sendiri diabaikan. Dia tidak bisa lagi menganggapmu mudah setelah kamu sadar bahwa melepaskan jauh lebih baik daripada terus bertahan meski itu menyakitkan. Awalnya mungkin ada bagian di hatimu yang akan terasa kosong, tapi nyatanya kamu tidak lagi terjerat benalu dan membuatmu kini bernapas lega. Lukamu tidak menjelma menjadi kesepian, kamu punya waktu lebih banyak untuk teman-teman kesayanganmu.

2. Kamu tidak bisa menilai seseorang hanya dari permukaan, bahkan orang yang terpecaya bisa mengkhianatimu

Jangan hanya memandang permukaan via Www.unsplash.com

Hati manusia itu bagaikan lautan, tidak ada yang tahu dan bisa menebak sedalam apa perasaan itu. Bukan tak mungkin, orang yang kamu percayai ternyata bisa begitu saja mengkhianatimu. Lagi-lagi selalu ada makna baik pada sebuah patah hati yang mengajarkanmu untuk lebih berhati-hati dalam menilai seseorang. Memang sudah seharusnya kamu tidak memandang seseorang hanya sebatas permukaan, yang menurutmu buruk bisa saja lebih punya hati dibanding orang yang kamu anggap pujaan. Begitupun dia, kamu dipandang remeh olehnya, ternyata mampu lebih kuat dari yang dirinya bayangkan.

3. Kamu memang perlu memperbaiki diri. Bukan untuk membuatnya menyesal, tapi untuk orang-orang yang mencintaimu dan masa depanmu sendiri

Perbaiki diri via Www.unsplash.com

Kalau hatimu tak remuk redam, mungkin kamu tidak akan bergerak memperbaiki diri karena sudah merasa nyaman dengan semua yang ada sampai lupa bahwa ada banyak hal yang terlewatkan. Setelah lukamu menganga, kamu harus bekerja lebih keras, belajar lebih giat dan alihkan kesedihanmu dengan kesibukan.

Advertisement

Jangan buktikan apa-apa kepadanya, tapi buktikan pada dirimu sendiri bahwa kamu bukanlah orang yang layak diremehkan. Kamu pun harus ingat bahwa selain dia yang menyakitimu, kamu masih punya banyak teman-teman dan keluarga yang menyayangimu yang akan ikut bangga saat kamu mencapai kesuksesan.

4. Kalau memang dia tak bisa lagi diandalkan, kamu sendiri harus mantapkan langkah agar tak lagi salah arah

Mantapkan langkah via Www.unsplash.com

Dari luka yang dia berikan, kamu pun menjadi lebih berhati-hati dalam memilih. Berhati-hati dalam melangkah agar tak lagi terpeleset di lubang yang sama, kamu akan menjadi lebih bijak dalam menilai seseorang. Kelak, kamu pun menemukan dirimu yang baru, yang tidak lagi bisa diremehkan siapapun hatimu bukan untuk lagi dilukai.

5. Hidup akan selalu penuh kejutan dan kamu memang harus siap dengan perubahan

Hidup memang selalu penuh kejutan via Www.unsplash.com

Waktu terus bergulir dan dunia akan terus berputar. Mereka tidak akan menunggumu lebih lama. Kamu tak perlu menunggu waktu yang menyembuhkan, kamu memang harus siap menghadapi kehilangan. Hidup memang penuh kejutan, dan perubahan-perubahan yang terjadi juga tidak bisa kamu pungkiri.

Kamu hanya akan tertinggal terlalu jauh saat kamu hanya menunggu waktu menyembuhkan rasa sakit di dada. Masih banyak hal yang harus kamu hadapi selanjutnya. Perihal hatimu yang remuk redam mungkin akan terasa tidak ada apa-apanya dibanding hal menakjubkan baru yang akan kamu temui di depan sana.

Tidak ada cerita cinta yang bisa menghindari pahitnya cinta itu sendiri. Dari dia yang mengkhianatimu dan pergi berlalu, membuatmu sadar bahwa kamu perlu memperbaiki dirimu. Jangan berikan dendam terbaik sekalipun untuknya, tapi buktikan kemampuanmu pada dirimu sendiri bahwa kamu adalah orang yang layak dicintai.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya