Dalam benakmu, kira-kira seperti apa kisah percintaan generasi millennials? Bisa dibilang masa kasmarannya generasi millennials terlalu diumbar-umbar. Hal ini karena munculnya beragam media sosial (medsos) dan penggunaannya yang semakin meningkat. Tak hanya lewat kata-kata, para anak muda zaman sekarang ini memang dianggap cuek banget soal kehidupan pribadinya. Mereka kerap memperlihatkan kemesraan dan rasa galaunya di dunia maya.

Belum lagi hadirnya aplikasi kencan yang dimanfaatkan generasi millennials untuk mendapatkan pasangan. Meski sudah diwanti-wanti kalau aplikasi itu sebaiknya jangan diseriusi, tetap saja anak muda sekarang mempercayainya. Mari telisik bersama lima masalah cinta generasi millennials sebenarnya yang masih perlu di-pukpuk atau nggak berikut ini.

1. Putus cinta bikin putus asa. Gampang down dan minderan

gampang minderan via www.pexels.com

Advertisement

Generasi millennials yang putus asa gara-gara cinta bikin mereka mudah sekali down dan minderan. Hal ini berasal dari medsos yang bikin mereka mudah stalking kehidupan pacar atau gebetan. Dari medsos, siapapun bisa menemukan kalau orang yang disayang apakah benar selingkuh atau sudah bahagia sama yang lain. Kalau seperti ini, biasanya anak muda akan kepoin penggantinya siapa dan down seketika. Karena anak muda sekarang ini kerap kali merasa kalau yang menggantinya itu lebih keren, lalu minder dan merasa dirinya nggak ada apa-apanya dibanding yang lain. Para anak muda ini sering melihat kalau orang-orang yang menurut mereka jauh lebih baik dibanding mereka sendiri, lambat laun memunculkan anggapan kalau mereka nggak pantas untuk pasangannya.

2. Kemajuan zaman saat ini membuat generasi penerus berbeda pola pikirnya. Kalau dulu berlomba-lomba nikah duluan, sekarang malah cuek untuk menempuh hidup baru

menikah itu apa sih? via www.pexels.com

“Emangnya nikah itu apa sih?”

Perkembangan yang terjadi saat ini ternyata membuat para anak muda berbeda pola pikirnya dengan orangtua di masa lalu. Kalau dulu orangtua sibuk berlomba-lomba siapa yang menikah duluan, anak-anak sekarang malah lebih cuek untuk menikah. Saat ini, mereka lebih suka menyibukkan diri untuk pendidikan, karir, jalan-jalan ke berbagai kota dan negara, serta hangout bareng teman-teman. Menikah memang bukan prioritasnya generasi millennials.

3. Banyak anak muda yang bingung menafsirkan makna, bahkan tanda baca juga. Para anak muda kekinian pun menjadi ribet sendiri cuma karena hal sepele ini

banyak yang bingung menafsirkan kata dan tanda baca via www.pexels.com

Advertisement

Anak muda zaman sekarang ternyata banyak yang bingung dalam menafsirkan makna kata. Mereka ini cenderung sensitif membaca kata dan sering bertanya soal makna dari kata-kata yang diucapkan pasangan atau gebetannya. Hal ini karena mereka nggak mau salah menafsirkan kata, makanya jadi ribet sendiri mencari ke sana – ke mari maknanya. Nggak jarang juga kalau generasi millennials ini juga suka ribet memahami tanda baca dalam teks chat yang dikirim orang tersayang.

4. Selalu muncul pertanyaan dalam hati “Kenapa gue nggak kencan-kencan juga ya?”

kenapa masih nggak kencan-kencan juga ya via www.pexels.com

Satu-persatu kerabat menikah bikin anak muda merasa kesepian juga. Ketika itu, mereka akan merasa ingin segera punya pasangan secepatnya. Tapi, mereka cuma sibuk galau saja tanpa usaha keras untuk mencari teman kencan. Makanya, rasa galau generasi penerus sering banget diumbar dan bikin galaunya mereka nggak hilang-hilang.

5. Cewek zaman sekarang menganggap kalau dirinya sudah lebih dewasa dari usianya. Dan mereka berpikir kalau calonnya masih perlu banyak berbenah

cewek merasa lebih siap untuk menjalankan hidup ke depannya via www.pexels.com

Perkembangan zaman yang terjadi kini membuat para cewek  banyak melakukan hal-hal dalam hidupnya. Nggak cuma sibuk kuliah dan kerja tetap, cewek juga menyempatkan diri untuk ikutan sesekali acara organisasi atau gabung ke projek teman. Pokoknya, cewek merasa dirinya sangat matang dan sudah siap melanjutkan hidup berikutnya. Di sisi lain, mereka selalu berpikir kalau calon pasangan hidupnya nanti masih perlu berbenah diri. Karena cowok dipandang masih suka main-main sama dunianya sendiri.

Masalah cinta yang dialami generasi millennials memang berbeda jika dibandingkan dengan orangtua dulu. Sekarang, anak-anak muda terbuka sekali tentang kisah asmaranya mau itu bahagia atau sedih sekalipun. Menurutmu, kisah asmaranya anak-anak muda masa kini perlu banget dipukpuk atau nggak? Terlalu banyak drama kah?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya