Suatu siang, di basement sebuah restauran dua sahabat lama yang dulunya satu kampus bertemu lagi:

Risang: Eh Yog, apa kabar lo sekarang? Kerja di mana?

Yogie: Gw sekarang wartawan di Koran Selalu Terbit. Lo?

Risang: Oh, kalau gw jadi content writer gitu di Website Selalu Update. Gimana kabarnya Rara?

Yogie: Wah, gak tahu. Terakhir sih kayaknya masih nunggu panggilan

Risang: Kirain dulu dia yang duluan kerja, secara kan dia lulusnya cepat dan cumlaude

Yogie: Gak tahu deeeh…

Advertisement

Ilustrasi pembicaraan di atas bisa jadi semakin sering terdengar tatkala kamu sudah lulus dan sedang berjibaku mencari pekerjaan. Adakalanya teman yang kita kira pintar dan bisa dengan mudah mendapat pekerjaan justru mengalami hal sebaliknya. Bukan tak mungkin pula, mereka yang biasa-biasa saja justru bisa lebih cepat bekerja.

Dalam hati kamu pasti bertanya-tanya, mengapa hal tersebut bisa terjadi? Bukankah seorang yang pintar harusnya bisa dengan mudah mendapat pekerjaan?

1. Saat mereka yang berotak cemerlang jumawa dengan kemampuannya, orang yang mau belajar justru tidak pernah bosan belajar sebanyak-banyaknya

mereka belajar sebnayak-banyaknya

mereka belajar sebnayak-banyaknya via www.askmen.com

Salah satu kekurangan orang pintar yang bisa jadi membuatnya sulit mendapatkan pekerjaan adalah ia merasa sudah memiliki pengetahuan segudang. Apalagi bila yang bersangkutan merupakan lulusan dari universitas ternama dengan nilai di atas rata-rata. Rasa percaya diri dan jumawa berlebihan inilah yang justru membuatnya tidak disukai oleh perusahaan. Padahal ketika kita memasuki dunia kerja, kemauan untuk belajar tidak kalah penting dari sebuah kepintaran.

Advertisement

Kesadaran belajar inilah yang dimiliki oleh mereka yang memiliki kemauan untuk selalu belajar. Orang seperti ini tidak ragu mempelajari berbagai hal kapan saja, di mana saja, dan dengan siapa saja. Buat mereka, belajar tidak hanya bisa dilakukan di bangku kuliah tapi juga di berbagai tempat baru yang ia datangi. Mereka anti bersikap sok tahu serta tak malu mengakui tentang suatu hal yang memang belum diketahui. Maka dari itu meski mungkin secara intelektual mereka biasa saja, tapi karena mereka selalu mau belajar pengetahuan mereka pun selalu berkembang.

2. Saat orang pintar melihat kesalahan sebagai kegagalan, orang yang mau belajar justru melihatnya sebagai pelajaran

kegagalan sebagai pelajaran

kegagalan sebagai pelajaran via www.diffcapllc.com

Orang yang mau belajar menyadari bahwa resiko dari keinginan mempelajari berbagai hal adalah melakukan kesalahan. Mereka tahu bahwa untuk dapat menguasai hal baru yang belum diketahui sebelumnya, kemungkinan untuk berhadapan dengan kegagalan sangat besar. Ketika pertama kali memasak cake misalnya, kamu tentu akan merasakan bagaimana kue yang gagal karena tidak mengembang, kemanisan, dan lain sebagainya.

Tapi meski menyadari resiko gagal, mereka tidak serta merta mengurungkan niat untuk belajar. Orang yang mau belajar selalu melihat kagagalan bukan sebagai “kesalahan” melainkan “pelajaran”. Hal berbeda justru terjadi pada orang pintar. Mereka seringkali merasa superior dan selalu berusaha terlihat sempurna sehingga tak jarang anti dengan yang namanya kegagalan. Pada akhirnya jika dibandingkan dengan orang yang mau belajar, orang pintar tidak memiliki pengalaman yang cukup karena ketakutan mereka untuk gagal.

3. Mereka yang mau belajar tidak mudah menyerah meski dihantam kegagalan berulang kali. Sementara orang yang hanya sekadar pintar bisa saja menyerah saat berhadapan dengan kegagalan yang sama

tidak mudah menyerah

tidak mudah menyerah via www.livemans.com

Tidak hanya mampu melihat kegagalan sebagai pelajaran, orang yang mau belajar juga memiliki mental baja untuk terus mencoba meski berulang kali mencicipi kegagalan. Mereka selalu percaya bahwa keberhasilan adalah akumulasi kegagalan yang terus diperbaiki. Mental untuk terus mencoba meski berulang kali gagal inilah yang diinginkan sebuah perusahaan dari karyawannya.

Kelak apabila sudah bekerja kita tentu akan diberi banyak tantangan untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan. Sebagian mungkin akan memilih untuk menyerah karena tak tahan dengan kesulitan yang datang. Sementara orang yang mau belajar akan terus berusaha sampai semua keinginannya tercapai. Hal inilah yang terkadang tidak dimiliki oleh orang pintar yang tidak akrab dengan kegagalan.

4. Orang yang selalu mau belajar tak pernah ragu belajar dari orang di sekitar. Mereka sadar ilmu bisa di dapat kapan saja dan dari siapa saja

tidak mau belajar drai orang lain

tidak mau belajar drai orang lain via www.businessinsider.sg

Kebanyakan orang yang mau belajar bukanlah tipe orang yang jumawa dengan kemampuannya. Meski memiliki kemampuan tertentu, mereka tidak enggan untuk belajar dari banyak orang. Karenanya orang seperti ini tidak ragu untuk belajar dari orang lain mengenai hal-hal yang tidak diketahui.  Mereka tidak pernah merasa lebih hebat dari orang di luar dirinya.

Sementara itu orang pintar seringkali terjebak dengan kesadaran bahwa mereka punya kemampuan di atas rata-rata. Tak jarang manusia seperti ini melihat orang lain memiliki kemampuan di bawahnya. Tidak heran kalau orang pintar sulit sekali mau belajar dari orang lain. Padahal untuk dalam urusan pekerjaan nanti ada banyak ilmu yang bisa jadi kita dapatkan dari orang di sekitar.

5. Kemauan mereka untuk selalu belajar membuat pengetahuan yang dimiliki tidak berhenti. Ilmu mereka terus terbaharui

tidak pernah merasa pintar

tidak pernah merasa pintar via www.larryuy.com

Senang mencoba berbagai hal baru juga menjadi sifat istimewa dari mereka yang selalu mau belajar. Mereka tidak nyaman tinggal dalam lingkungan yang itu-itu saja. Seperti tadi Hipwee sudah katakan bahwa orang yang suka belajar akan senang mempelajari segala hal. Karenanya pengetahuan dan pengalaman mereka akan bertambah setiap harinya.

Maka dari itu tak mengherankan bila orang yang mau belajar akan terlihat lebih “seksi” jika dibandingkan oleh mereka yang hanya sekadar pintar. Perusahaan membutuhkan orang dinamis yang mau terus berubah seiring dengan perkembangan zaman yang terjadi. Mempelajari berbagai hal baru juga membuat kemampuan seseorang terus bertambah.

6. Orang yang selalu mau belajar tidak pernah merasa pintar. Mereka selalu haus untuk belajar dan terus belajar

tidka pernah merasa pintar

tidka pernah merasa pintar via www.lifehack.org

Tidak merasa bahwa dirinya pintar adalah kelebihan utama dari orang yang mau belajar. Walaupun memiliki kemampuan, mereka tidak merasa jumawa sehingga terus mau belajar. Mempelajari banyak hal sebanyak-banyaknya menjadi kelebihan dari orang yang berada dalam kategori ini. Mereka juga tidak pernah malu untuk belajar dari orang sekitar siapapun orang tersebut.

Rasa ingin tahu yang besar serta sikap rendah hatilah yang sesungguhnya membuat ia terus bertambah kemampuannya. Mereka selalu haus untuk belajar dan belajar hingga pada akhirnya pengetahuan mereka bisa jadi melebihi orang yang hanya sekadar pintar.

Kecerdasan intelektual dan besaran nilai di atas kertas saja terbukti tidak mampu mengantarkan kamu menggaet pekerjaan tertentu. Pada akhirnya, kemampuan dan kemauan bekerja sebaik-baiknya turut pula mempengaruhi keberhasilanmu di dunia kerja kelak.

Tulisan ini terinspirasi dari laman Life Hack. Artikel aslinya dapat kamu akses di sini.

Featured Image by: www.wisegeek.com

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya