Meski kini kesempatan perempuan untuk bekerja sudah sama besarnya dengan pria, masih banyak lahan-lahan pekerjaan yang diidentikkan dengan kaum adam. Bila bukan menjadi minoritas, perempuan yang kerja di sana sering juga dianggap tak pantas. Ini juga barangkali yang membuat orangtuamu mengatakan ‘mau jadi apa?’ waktu kamu yang cewek ingin kuliah di jurusan-jurusan maskulin seperti teknik metalurgi, teknik listrik, dan jurusan teknik-teknikan lainnya.

Namun yang namanya rezeki memang harus dicari. Dan passion bila memungkinkan juga semestinya dituruti. Seperti kisah tujuh perempuah hebat ini, yang berkarya di dunia laki-laki. Tapi tidak ada rasa rendah diri, sebab semuanya punya kesempatan asalkan punya nyali dan kemauan untuk menjadi diri sendiri.

1. Nanik Fransiska Dewi, seorang tambal ban di Malang yang viral setelah fotonya diunggah di media sosial

Tambal ban cewek via jadiberita.com

Tukang tambal ban adalah profesi yang sering disematkan pada kaum pria. Selain karena peralatannya yang tajam dan serba berat, juga tempatnya yang kotr dan  harus berakrab-akrab dengan oli dan noda-noda lainnya, membuatnya jauh dari kesan ‘cewek-banget!’. Namun beberapa waktu lalu netizen dihebohkan oleh foto seorang gadis tukang tambal ban.

Namanya Nanik Fransiska Dewi, perempuan 18 tahun asal kota Malang yang sehari-hari membantu suaminya mengoperasikan kios tambal ban. Foto Nanik yang sedang menambal ban jadi viral di dunia maya. Yap. Nanik bukan cuma berdiri di belakang meja kasir menunggu pemakai jasa bayar, melainkan langsung turun ke lapangan ikut menambal ban. Semangat Nanik dalam membantu perekonomian keluarga ini harus kamu teladani. Meski jauh dari gengsi tinggi, asalkan halal dan tidak melanggar aturan, profesinya layak dijalani.

2. Konstruksi biasanya ditangani dan dipimpin oleh laki-laki, namun pembangunan Tol Cisumdawu dipimpin oleh seorang perempuan tangguh bernama Wida Nurfaida

Advertisement

Wida Nurfaida, pemimpin pekerja konstruksi via www.harnas.co

Sama seperti tambal ban, dunia kontruksi juga identik dengan laki-laki. Beton-beton berat dan medan-medan yang terjal dianggap terlalu keras untuk dijalani perempuan. Kalau ada perempuan yang bekerja di perusahaan properti, biasanya hanya ditaruh di jabatan-jabatan administratif yang tidak banyak turun lapangan.

Tapi Wida Nurfaida mematahkan itu semua. Dia adalah perempuan yang memimpin pembangunan terowongan tol Cisadawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan). Sebagai kepala satuan kerja dari, Wida turun langsung ke lapangan untuk mengoordinasi dan memastikan proyek ini berjalan sebagaimana mestinya. Wida tidak hanya duduk di belakang meja dan koordinasi dengan pihak investor, tapi juga mengurusi soal medan yang terjal dan tahan labil, sampai

“Kiprah perempuan di Kementerian PUPR sudah sangat terbuka lebar. Tantangannya kita sebagai perempuan harus bisa membuktikan kita punya kemampuan dan kecakapan yang sama bahkan tidak kalah dengan laki-laki,” -Wida Nurfaida, kepada pu.go.id

3. Selama ini dunia penerbangan masih didominasi oleh pria. Tapi pilot perempuan mulai muncul mewarnai dirgantara. Dua

orang ini buktinya

Sarah Widyianti Kusuma via jadiberita.com

Sama seperti profil-profil polwan yang membuat netizen terpesona, dunia penerbangan Indonesia mulai terbuka pada pengemudi perempuan. Dulu pesawat selalu dikendalikan oleh pria, kini banyak pilot perempuan yang mulai menabung jam terbang. Di antara adalah Sarah Widyanti Kusuma dan Patricia Yora. Keduanya berasal dari maskapai Garuda Indonesia.

Sarah tentunya tidak asing lagi untuk penonton setia televisi, karena dulu pernah menjadi kontestan Indonesian Idol. Gagal di kompetisi tarik suara, Sarah banting stir menempuh pendidikan pilot di Sekolah Tinggi Ilmu Penerbangan Curug. Di usia 21, Sarah sudah mengantongi 2500 jam terbang, dan kini dia sudah mengantongi izin menerbangkan pesawat jenis Airbus untuk berbagai rute dalam negeri ataupun luar negeri.

Sementara Patricia Yora, yang lebih muda daripada Sarah ini juga sudah mulai mengikuti seniornya. Hingga kini jam terbang Yora sudah mencapai 1500. Sama seperti Sarah, Yora juga sudah mengantongi izin mengemudikan pesawat jenis Airbus yang terkenal kemutakhirannya.

4. Kalau pembalab pria didampingi oleh umberella girl. Kalau pembalap perempuan didampingi siapa? Coba kita tanya pada Alexandra Asmasoebrata

Alexandra Asmasoebrata via www.tribunnews.com

Valentino Rossi, Fernando Alonso, Ananda Mikola, Moreno Suprapto, dan Rio Haryanto adalah nama-nama yang sudah biasa lalu lalang di dunia balapan. Tapi ternyata balapan bukan hanya didominiasi oleh kaum pria, lho. Ada Alexandra Asmasobrata adalah salah satu perempuan yang berkarir di dunia balap, yang mengantongi rekor Muri sebagai pembalap perempuan pertama di Indonesia.

Bukan hanya itu, Alexandra juga merupakan pembalap pertama di Asia, yang berhasil menyabet berbagai penghargaan nasional maupun internasional. Alexandra tidak takut dengan dunia balap yang super keras dan rawan kecelakaan. Prinsip Alexandra, kita harus mau mencoba. Sebab tanpa mencoba, kita tidak akan tahu rasanya kesuksesan.

“Justru kalau semua berjalan mulus-mulus saja, aku akan tetap di situ-situ saja. Walaupun melawan laki-laki itu juga enggak gampang. Misalnya sepak bola, laki-laki lawan laki-laki saja susah. Apalagi aku harus melawan laki-laki,” -Alexandra, seperti yang dikutip dari careernews.

5. Transjakarta yang besar tidak menyurutkan niat dari perempuan-perempuan ini. Rezeki memang harus dicari

Henny Prichatiningsih via metro.news.viva.co.id

Pernakah kamu melihat sopir angkot atau kopaja yang seorang perempuan? Kalaupun ada, populasinya tentu tidak sebanyak pria. Dunia jalanan, kerasnya jalan raya, memang selalu diidentikkan dengan pria. Namun kini profesi sebagai sopir angkutan umum sudah mulai terbuka untuk kaum hawa, salah satunya sopir Transjakarta.

Hingga saat ini kurang lebih sudah ada 80 sopir perempuan transjakarta yang mengelilingi Jakarta setiap harinya. Salah satunya adalah Henny Prichatiningsih, yang sudah 6 tahun menjadi sopir transjak. Sebelumnya, Henny sudah mencoba berbagai profesi baik di Indonesia ataupun di Australia. Ketika kembali ke Indonesia, bukannya menekuni karir sebelumnya, Henny justru tertarik menjadi sopir transjakarta.

6. Apa yang muncul di pikiranmu ketika mendengar kata Kopassus? Tiga perempuan ini membuktikan bahwa prajurit tak melulu kaum adam

Sersan Eka Patmawati via aliminarsenal.blogspot.co.id

Kopassus atau Komando pasukan khusus adalah pasukan yang diseleksi secara khusus dari TNI AD. Sebagai pasukan khusus, Kopassus juga dituntut untuk berprestasi dan memiliki skill-skill yang mumpuni. Kopassus biasanya identik dengan lelaki. Tapi kini ada Eka Patmawati, seorang anggota perempuan Kopassus yang berpangkat sersan dua. Sebelum menjadi anggota militer, Sersan Eka adalah seorang model. Bila dulu Sersan Eka berurusan dengan berbagai busana dan higheels, kini dia berurusan dengan terjun payung, menembak, dan bela diri.

Hidup di dunia laki-laki, Sersan Eka dituntut untuk bisa melakukan segalanya. Keahlian, ketangkasan, kecerdasan dan daya tahan tinggi dituntut untuk selalu siap demi membela negara. Selain sersan Eka, masih ada beberapa anggota perempuan Kopassus yang tidak kalah berprestasinya.

7. Dunia tambang yang keras dihuni oleh banyak pria. Tapi Raras Hayu Lumanti punya cerita sebagai pekerja tambang diantara ribuan pria

Raras Hayu via us.wolipop.detik.com

Bagi seorang pria pun, banyak orang tua yang merasa enggan anaknya berkarir di dunia tambang. Selain harus siap ditempatkan di lokasi-lokasi khusus yang jauh dari rumah, medan sulit, dan jarang pulang, pekerja tambang juga harus selalu siap dengan risiko pekerjaan yang jauh lebih besar dari pekerjaan lainnya. Dunia pertambangan termasuk yang dunia minim perempuan.

Raras Hayu Lumanti adalah salah satu dari sedikit perempuan yang berkarir di dunia tambang. Sama seperti perempuan-perempuan hebat sebelumnya, Raras juga tidak hanya duduk di meja administrasi. Jabatannya sebagai Koordinator Pelatihan di sebuah perusahaan tambang di Kutai, Raras bertanggung jawab memberikan pelatihan kepada ribuan karyawan mengenai pengoperasian unit, perbaikan unit, safety awareness, dan banyak lagi. Diremehkan karena dianggap bukan gender yang tepat untuk dunia tambang, adalah hal yang biasa dia alami. Tapi perempuan kelahiran 1986 ini justru menjadikannya lecutan semangat untuk membuktikan bahwa perempuan juga bisa diandalkan.

Pekerjaan maskulin adalah pekerjaan yang di dalamnya menuntut skill khusus, ketangkasan, daya tahan, dan keberanian menghadapi kerasnya dunia. Pekerjaan-pekerjaan ini dianggap berbanding terbalik dengan perempuan yang identik dengan kelembutannya. Variable gender dianggap sebagai penentu apakah dia cakap atau tidak. Namun perempuan-perempuan tangguh di atas membuktikan bahwa asal ada kemauan mereka bisa saja bertahan di dunia yang kerasnya bukan kepalang. Seperti kata Alexandra, setidaknya kamu harus mencoba. Agar kamu tahu makna kesuksesan.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!