Sebagai lulusan S1, keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 mungkin pernah terlintas di benakmu. Berbagai alasan bisa terpikirkan secara serius atau cuma asal melintas saja. Utamanya adalah karena ingin memperdalam bidang keilmuan dan berkontribusi di bidangnya. Akan tetapi, tak bisa dipungkiri, masih banyak segudang alasan lainnya.

Karena melanjutkan S2 adalah sebuah pilihan besar, alasan di balik itu pun harus dipertimbangkan matang-matang. Nah, kali ini Hipwee punya daftar alasan-alasan buruk yang sebaiknya tidak kamu jadikan alasan utama untuk lanjut S2. Karena jika diteruskan, bisa susah jalanmu ke depan nantinya.

1. S2 jadi pelarian dari status yang tak kunjung digenapkan! Daripada frustasi ditanya kapan nikah melulu

Mending sok sibuk dengan kuliah.

Mending sok sibuk dengan kuliah. via www.langports.com

Tak sedikit dari kamu, terutama kaum hawa yang memutuskan lanjut S2 lantaran ingin mencari pelarian dari pertanyaan kapan nikah. Mungkin beberapa dari kamu bakal mirik betapa lebaynya alasan ini. Hmm, tapi buat yang udah terlanjur frustasi dengan pertanyaan tersebut, mungkin akan berusaha mencari kesibukan supaya lari dari kenyataan. Sekolah lagi jadi pelarian dari statusnya yang masih jomblo, padahal sudah masuk usia menikah. Biar ada alasan kalau ditanya-tanya lagi, gitu.

2. Karena nggak kunjung dapat kerja, daripada menyandang status pengangguran, mending jadi mahasiswa lagi aja. Hehehe~

Da

Daripada nganggur… via www.qerja.com

Advertisement

Hampir semua sarjana merasakan bagaimana rasanya mencari pekerjaan. Kecuali buat kamu yang sudah mendapatkan pekerjaan sejak masih menyandang status mahasiswa. Di antara mereka yang tengah mencari pekerjaan, ada yang berhasil lulus mendapat pekerjaan impian, dapat kerja namun bukan di tempat yang diimpikan, dan ada pula yang belum juga dapat kerja.

Nah, sebagian mereka yang belum kunjung bekerja, padahal udah hampir setengah tahun jadi sarjana, akhirnya memilih untuk lanjut S2. Yup, setelah direnungi, daripada menyandang status pengangguran, lebih baik kembali jadi mahasiswa lagi.

3. Jenuh menanti kepastian karier yang tak kunjung menanjak juga membuat orang memutuskan pindah haluan sejenak

Kamu

Karena kariermu gitu-gitu aja. via bestofpicture.com

Sebagian kamu yang jenuh dengan karier yang gitu-gitu aja, akhirnya memutuskan untuk lanjut kuliah ke jenjang master. Kamu pun akhirnya resign demi menimba ilmu lagi. Rencananya, gelar pendidikanmu nantinya akan dipergunakan untuk meningkatkan jenjang karier. Alasan yang terdengar masuk akal. Namun akan jadi bumerang buatmu jika kamu cuma fokus kejar gelarnya saja, bukan ilmu dan pengembangan skill-nya. Toh, di dunia kerja gelar cuma mengantarkanmu ke tahap wawancara saja.

4. Pengen ngoleksi gelar aja sih, biar nampang banyak gelar di undangan pernikahan nanti! Hihiihi~

Padahal anak presiden aja nggak mencantumkan gelar di undangan pernikahannya.

Padahal anak presiden aja nggak mencantumkan gelar di undangan pernikahannya. via www.dream.co.id

Dr. Selamet Dunia Akhirat, S.S., M.Hum

Hayoo, ngaku yang mau lanjut S2 karena mengejar gelar semata? Kalau demikian, kamu termasuk orang yang peduli banget sama pencitraan. Yup, sampai niat banget bisa S2 demi bisa majang gelar di undangan.

5. Ya, cuma mau uang-buang duit aja sih niatnya. Karena kamu ngerasa biaya S2 semurah bayar pipis di toilet umum

Ternyata S2 nggak semurah bayar pipis di toilet umum 'kan?

Ternyata S2 nggak semurah bayar pipis di toilet umum ‘kan? via arisuu9.blogspot.com

Baiknya kamu yang ingin melanjutkan S2 tanpa beasiswa dan tanpa bantuan dari orangtua, baiknya kamu pikir-pikir dulu deh. Yup, kamu harus punya komitmen untuk serius menimba ilmu. Akan sayang banget kalau kamu kuliahnya nggak serius (apalagi berhenti di tengah jalan), padahal biayanya dari jerih payah sendiri. Baiknya kamu luruskan niat dulu sebelum mendaftar S2 ya.

Hei, biaya S2 itu pada kenyataannya jauh banget dari kata murah. Untuk S2 di dalam negeri, minimal kamu harus menyiapkan 8-10 juta/semesternya. Belum lagi biaya hidupnya. Hayoo, mending KPR rumah atau S2? Hehhehehe.

6. Ikut-ikutan temen aja, karena kamu belum bisa pisah sama teman satu gengmu zaman kuliah sebagai sesama calon sarjana

Selamanya.. kita akan bersama..

Selamanya.. kita akan bersama.. via www.theodysseyonline.com

Ada juga yang lanjut S2 karena ikut-ikutan aja. Kamu yang klop dengan nomor ini, tandanya masih belum menemukan apa yang kamu inginkan. Lho, kok gitu? Yup, karena kamu masih membiarkan dirimu mengikuti jejak orang lain, ketimbang berani mengambil keputusan berdasarkan kata hatimu.

Akan sangat sayang banget kalau renjanamu menjadi pengusaha muda tertunda oleh sebuah keputusan yang diambil bukan berdasarkan keinginanmu.

7. Sekalian nyari jodoh di sekolah pasca nanti, siapa tahu ada yang cocok dijadikan pasangan

Kali aja dapet jodoh pas S2.

Kali aja dapet jodoh pas S2. via www.hancinema.net

Sambil menyelam, minum air. Sembari menuntut ilmu, sambil juga cari jodoh. Kali aja ada sesama anak pasca yang kece atau dosen muda yang masih lajang. Buat kamu yang cocok banget dengan alasan nomor 7 ini, selamat ya! Selamat belajar nyari jodoh! ;p

8. Biar tetap dapet uang jajan walau nggak kerja. Mumpung masih bisa mengandalkan beasiswa dari orangtua! 😀

Masih mengandalkan beasiswa dari orangtua.

Masih mengandalkan beasiswa dari orangtua. via elev8.hellobeautiful.com

Mau bekerja tapi tak kunjung dapat pekerjaan yang cocok, banyak dari kamu yang akhirnya memilih kembali ke lingkungan kampus. Dengan bonus tambahan uang bulanan masih dapet dari orangtua. Pokoknya kamu tinggal duduk manis di kelas menikmati pelajaran aja, nggak usah capek-capek kerja. Hayo, siapa yang ngerasa cocok banget dengan alasan yang satu ini? Ingat, kamu kuliah dibiayain sama orangtua, baiknya jangan main-main ya kuliahnya.
Setiap orang punya alasannya tersendiri ketika mempertimbangkan untuk lanjut S2. Nggak ada alasan yang salah, yang ada hanyalah alasan yang buruk. Karena, hei, kamu bisa punya alasan yang lebih baik dari itu! Sejatinya, melanjutkan studi adalah keputusan yang nggak bisa kamu ambil dengan gegabah dan dalam waktu yang singkat. Pikirkan dengan matang-matang dulu ya. 🙂