Ibu : Andi, kamu main hape terus itu ngapain sih? Pacaran terus!
Kamu : Pacaran sama siapa? Pacar aja nggak punya. Cuma nge-game buuu…
Ibu : Main game kok tiap hari. Nggak ada gunanya, kamu makin bego nanti. Mana mana hapenya? *sambil merebut hapemu*

Kebanyakan orang di sekitar kita selalu memandang negatif kegiatan-kegiatan yang tidak terlihat menghasilkan sesuatu. Orang tidur siang dibilang pemalas, orang yang main game dianggap bodoh dan tidak berguna. Stereotipe yang tercipta dan dipercaya oleh masyarakat, game komputer, konsol, ataupun berbagai perangkat gadget itu hanya dimainkan oleh para pemalas. Lebih-lebih, main game dapat membuatmu bodoh lantaran mengalihkan kewajiban belajar.

Namanya orang tua sah-sah saja kalau merasa khawatir dan was-was akan masa depan anaknya. Tapi kamu bisa kasih tahu mereka, asal ada pengaturan waktu bermain yang tepat, ternyata banyak keuntungan yang diperoleh dari bermain video game lho. Dengan syarat waktu bermainmu pun harus dibatasi, cukup satu jam setiap hari.

1. Main video game justru bikin pasif? Tergantung game yang kamu mainkan, kalau malah bikin kamu punya aktivitas fisik kan malah oke

Pokemon Go! malah bisa bikin kamu aktif bergerak lho via www.telegraph.co.uk

Simak deh Pokemon Go! yang lagi nge-hits saat ini, bikin kamu aktif jalan-jalan ke luar rumah kan demi mencari monster alias beragam jenis Pokemon. Menyapa tetangga yang kamu temui saat kamu tengah mencari, apalagi kalau mengharuskan kamu berhenti dan bersilaturahmi ke rumah-rumah mereka. Bagus dong? Selain itu, masih banyak video game di pasaran yang dalam pengoperasiannya memerlukan beberapa jenis aktivitas fisik. Ada yang menari, bermain gitar, dan sebagainya. Jadi, pinter-pinternya aja kamu pilih jenis game untuk bergerak aktif ketimbang hanya duduk diam di sofa sepanjang hari.

2. Cukup satu jam setiap hari! Peneliti dari University of Rochester di New York, Amerika telah riset dan membuktikan dampak positifnya

Advertisement

Ini nih penampakannya FPS via lh5.ggpht.com

Dalam riset tersebut, para gamers usia antara 18 hingga 23 tahun dibagi menjadi dua kelompok. Yang pertama, gamer yang dilatih dengan game Medal of Honor (sebuah game FPS yang cukup terkenal). Mereka main game ini satu jam tiap hari selama sepuluh hari berturut-turut. Hasil penelitian menyebutkan bahwa para pemain game ini memiliki fokus yang lebih terhadap apa yang terjadi di sekelilingnya, dibandingkan mereka yang jarang main game, apalagi tidak main sama sekali. Mereka juga lebih mampu menguasai beberapa hal dalam waktu yang sama atau multitasking.

“Apalagi video game bergenre action, itu lebih menguntungkan lagi dan ini adalah fakta,” kata Daphne Bavelier, ahli syaraf dari Rochester.

Dalam penelitian tersebut, mereka juga menyebutkan bahwa proses belajar lewat main game ternyata lebih cepat diserap seseorang. Dengan kata lain, game dapat membantu melatih orang-orang yang memiliki problem dalam berkonsentrasi.

3. Ada lagi penelitian dari University of California-Irvine yang memastikan bahwa simulasi game juga mampu meningkatkan daya memori otak

Nge-game emang kudu fokus via cdnph.upi.com

Mereka menemukan bagian otak yang bernama hippocampus atau daerah otak yang berhubungan dengan memori dan hal kompleks, bisa berubah dengan memainkan game 3D. Dari sejumlah orang yang ikut dalam penelitian tersebut, daya memori mereka meningkat sebesar 12%. Nah, menurut para peneliti itu, hal ini bisa diterapkan pada orang-orang yang daya memori otak dan kesadarannya bermasalah. Berita bagus untuk para gamers kan?

4. Bermain game dapat meningkatkan koordinasi tangan dan mata. Kamu jadi lebih cekatan dibanding teman-teman lainnya

Cewek yang begini mah idaman, multitasking! via thegeekparent.com

Salah satu keuntungan bermain game ialah kemampuan koordinasi mata dan tangan yang luar biasa meningkat. Bahkan, beberapa judul game saat ini malah digunakan untuk melatih kemampuan para ahli bedah yang membuat gerakan tangan lebih punya presisi. Hubungan antara video game dan kemampuan motorik sudah diketahui banyak ahli sejak lama. Beberapa game yang memiliki tempo permainan tinggi seperti FPS (first person shooter) tadi, berperan besar untuk meningkatkan kemampuan motorik dan membantu gamer untuk membuat keputusan dengan cepat.

5. Tak hanya membantu meningkatkan daya memori, game juga membantu fungsi keseluruhan otak dan daya nalar. Asal, sesuai porsi ya!

Jangan lebay, secukupnya aja via cdn.makeuseof.com

Di dalam game, secara tak sadar kamu akan lebih memperhatikan hal-hal dengan lebih fokus dan terperinci. Kamu menjadi berpikir lebih kritis dalam membuat keputusan. Kamu sudah tahu belum, bermain game saat ini sudah jadi salah satu cara terapi bagi orang-orang yang menderita penyakit alzheimer dan dementia. Penyakit ini sering ditemukan pada orang-orang tua. Gimana? Mau ngajakin kakek nenekmu main game? Hihi.

6. Game itu ada banyak jenisnya, game strategi salah satunya. Dengan main game yang ini, intuisimu akan makin tajam tiap hari

Intuisimu selalu diuji via heresthethingblog.com

Saat ini memang sudah banyak game yang menampilkan keputusan moral dalam memutuskan alur ceritanya. Setiap keputusan tersebut nantinya akan memiliki konsekuensi masing-masing terhadap kelanjutan game itu sendiri. Di game strategi misalnya, kamu perlu berpikir secara kritis dalam mengambil keputusan untuk menyerang lawan atau mengatur unit. Bahkan di game FPS, kamu tetap kudu berpikir kritis dan strategis, ketimbang hanya membidik dan menembak saja. Kemampuan kamu yang terus diasah setiap hari itu akan berperan besar dalam kehidupan nyatamu kelak, percayalah.

7. Tentu saja game ditujukan sebagai hiburan. Kalau anggapannya gamers itu jauh dari depresi, kamu setuju dong?

Yakin deh kamu terhibur tiap hari via cdn.cheatcc.com

Sudah banyak bukti yang mengaitkan bahwa bermain game dapat menurunkan tingkat stres dan depresi. Dengan bermain game, otak akan sibuk mengolah informasi di dalam game dan melupakan segala masalah yang terjadi untuk sementara. Game juga dapat menjadi penyaluran stres paling tepat bagi banyak orang. Selain dapat melepas stres, game juga bisa digunakan sebagai sarana untuk bersosialisasi bagi orang-orang yang memiliki kepribadian yang cenderung pemalu.

8. Dalam sebuah jurnal Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking, melakukan hal buruk di dalam game bisa membuatmu jadi orang yang lebih baik

Hidup gamers! via www.damemagazine.com

Awalnya mungkin terdengar kontra intuitif, namun para peneliti ini telah membuktikan bahwa melakukan hal-hal yang buruk dalam video game sebenarnya dapat membuat kamu jadi orang yang lebih baik. Dalam studi itu, pemain game yang melanggar kode moral mereka sendiri dalam game dengan bermain sebagai seorang teroris misalnya, akan mengalami rasa bersalah yang nyata. Ini menyebabkan mereka melakukan refleksi pada perilaku pada kehidupan nyata. Cukup masuk akal ‘kan ya?

Buat kamu yang masih awam dengan game, yuk dikit-dikit belajar. Yang sudah akrab main game, ingat untuk tidak besar kepala. Semua manfaat di atas hanya bisa didapatkan jika kamu bermain sewajarnya. Ingat, segala yang berlebihan itu nggak bagus, buat kesehatan, sosial, dan segalanya.