Wisuda menjadi salah satu momen bersejarah dalam hidup sebagian besar manusia. Berhasil membuat orang tua bangga dan sukses melewati perjuangan menggarap penelitian skripsi tentu bahagia rasanya. Kelulusan ini juga berarti membuktikan bahwa kamu bertanggung jawab atas keputusanmu berkuliah dengan menyelesaikannya.

Meski berbahagia itu perlu tapi jangan terlalu berpuas diri sebab wisuda bukanlah sebuah puncak hidup, masih ada terminal-terminal lain yang mesti kamu hampiri. Justru semuanya baru dimulai, sekarang kamu sudah harus berjuang sendiri dari segala tantangan hidup tanpa bantuan orang tua. Sebagai permulaan sebentar lagi kamu akan akrab dengan beberapa pertanyaan dari orang-orang setelah kamu diwisuda.

1. “Apa rencananya sekarang mau nerusin S2, kerja, atau langsung nikah?”

Galau via www.pexels.com

Advertisement

Kedengarannya memang biasa saja, tapi saat kamu mengalaminya sendiri lama-lama pertanyaan ini terasa menyebalkan juga. Selain karena ditanyakan berulangkali, juga karena semakin membuatmu bingung menentukan pilihan. Sebab banyak pertimbangannya, kuliah lagi duit dari mana.. masa mau minta orang tua lagi, mau kerja belum ada panggilan, mau nikah belum ada calonnya.. haduhhh..

2. “Mencari kerjaan sekarang susah, nggak usah pilih-pilih kalau sudah ada yang diterima”

Nggak usah pilih-pilih via aroqqib.blogspot.com

Kamu yang sudah melakukan segala usaha untuk bisa mendapat panggilan, mulai dari bikin CV, ikut jobfair, sampai menghubungi teman yang telah bekerja tapi belum ada hasil. Lantas kemudian ada yang menasehati nggak usah pilih-pilih.. hmm boro-boro milih, panggilan interviewnya aja belum ada sampai sekarang.

3. “Dari kemarin lamar sini lamar sana nggak dapet-dapet, sudah mending ikut bapak/om saja”

Ditawarin kerja via www.pexels.com

Maksud hati mau mandiri, memperjuangkan nasib sendiri.. eh malah dapat godaan tawaran kerja dari orang tua atau saudara sendiri. Memang sih niat mereka baik tapi terkadang bisa bikin kesal karena mau terima malu, mau menolak tapi perlu. Masa iya sih dari hasil bantuan orang lain lagi?

4. “Itu tes CPNS udah bukaan, lho.. kamu nggak mau coba daftar?”

Tes CPNS via trensulut.com

Advertisement

Nggak semua orang tertarik menjadi PNS dengan iming-iming dapat pensiunan di hari tua. Tapi namanya juga orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya, mereka pasti akan membujukmu berulang kali untuk mengikuti bukaan CPNS. Sekali dua kali mungkin masih bisa sabar, tapi kalau sudah berkali-kali lama-lama kesal juga.

5. “Lulusan dari jurusan kayak kamu kerjanya apa ya? Bukannya dikit ya lowongannya?

Kerjanya apa via www.unsplash.com

Pertanyaan semacam ini biasanya berbalut ledekan oleh teman. “Emang kalau sarjana pertanian kerjanya apa? Jadi petani, ngapain kuliah kalau gitu”. Pertanyaan sindiran semacam ini seringkali bikin gemes sendiri. Tapi itu wajar terjadi karena nggak semua paham dengan jurusan dan pilihanmu. Tenang, kamu hanya perlu membuktikannya dengan bekerja.

6. “Yah paling orang kayak kamu lulus kuliah langsung cari cowok kaya, terus nikah deh”

Langsung nikah via www.pexels.com

Pertanyaan semacam ini juga bersumber dari teman lama. Meski hanya bercanda tapi perlakuan menganggap remeh ini sering bikin panas hati. Secara nggak langsung ucapan tersebut meremehkan kepintaranmu dan kemampuanmu untuk mandiri. Seakan-akan usaha mencari ilmu yang telah dilakukan selama ini hanya menempatkanmu di dapur sembari melihat suamimu bekerja.

7. “Nggak capek apa setelah wisuda terus masih lanjut S2? Gara-gara nggak dapat kerjaan, ya?

Pertanyaan julid ini juga kemungkinan akan teralamatkan kepadamu . Meski entah kapan waktunya, tapi kamu mesti mempersiapkan mentalmu untuk bersikap dan menimpalinya. Tapi sejatinya kamu nggak perlu terlalu menghiraukannya sebab buang waktu. Fokus saja berkuliah dan lekas lulus, nanti dia juga akan diam sendiri setelah melihatmu sukses.

8. “Udah lulus kuliah, kok kerjaannya di rumah aja?”

Pertanyaan ibu-ibu beli sayur via www.pexels.com

Pertanyaan ini biasanya ditanyakan oleh tetangga-tetanggamu yang kebetulan melintas di depan rumah, atau saat sedang beli sayur. Meski singkat tapi kamu akan merasakan sendiri betapa “jleb”nya mendengar pertanyaan ini. Hmm.. memang harus sabar menghadapi tetangga-tetangga semacam ini.

9. “Sekolah tinggi-tinggi kok kerjaannya cuma jagain toko orang tua?”

Meneruskan usaha orang tua via www.eveningtelegraph.co.uk

Pertanyaan seperti ini hanya akan diterima oleh mereka yang orang tuanya memiliki usaha. Bagi yang mengalaminya jelas pertanyaan ini punya potensi menyesakkan dada. Pasalnya kamu yang menjalaninya juga awalnya ingin kerja jauh dari rumah, entah membangun bisnis sendiri, atau profesi lain yang kamu inginkan. Namun karena desakan orang tua dan iba melihat mereka, alhasil kamu memilihnya. Eh malah disindir sana-sini, gimana nggak kesal?

Itulah beberapa kalimat yang akan akrab terdengar di telingamu setelah diwisuda. Meski menyebalkan namun tetap harus kamu terima dengan lapang dada. Jangan teralu diambil hati sebab yang semacam itu sudah biasa, nggak cuma kamu yang mengalaminya. Satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah dengan senantiasa berusaha keras agar bisa melakukan sesuatu yang bisa dibanggakan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya