Pencapaianmu memang nggak bisa dianggap sebelah mata, perjuangan yang melelahkan itu terbayar dengan lunas. Kamu boleh bangga, setelah menang dalam pergelutan itu rasa syukur nggak lupa kamu ucapkan. Sayangnya, kadang ada saja kritik yang datang bahkan nyinyiran dan perundungan yang mengesalkan. Apa yang telah kamu lakukan dianggap sebelah mata oleh orang lain, jangan sampai deh luapan kemarahanmu untuk membalas mereka malah mencemari pencapaianmu.

Menghadapi kemenangan harus dengan bijak, salah-salah menyikapinya malah menodai kepuasanmu. Tapi jangan salah juga, kadang kepuasan saat menggapai kesuksesan justru menyebabkan kamu stagnan nggak berkembang. Mungkin kamu sudah merasa cukup puas dengan hasil yang telah kamu dapat. Tapi apakah kamu benar-benar nggak mau mencapai sesuatu yang lebih lagi?

1. Karena semua hal terus berjalan, kepuasanmu hari ini akan berakhir saat kamu tak lagi produktif dan akhirnya tertinggal

Tetap produktif jangan terlena dengan kesuksesan via unsplash.com

Advertisement

Waktu berjalan ke depan, kita adalah manusia yang ramai dalam keributan dan acak-acakan, tapi rezeki selalu datang kepada orang yang tepat, yang mau berusaha. Boleh jadi sekarang adalah kamu orangnya, pencapaian yang diberikan Tuhan karena doa dan usahamu. Tetapi waktu kembali berjalan, kalau kamu masih terlena dalam pencapaianmu kini, kesuksesan selanjutnya bisa jadi milik orang lain. Jangan berhenti di sini, bangkit dan berkarya lah.

2. Sebenarnya kamu bisa lebih dari ini, tapi karena kamu terlalu cepat puas hasil yang sebenarnya pun jadi tak tercapai

Kamu bisa lebih dari ini via unsplash.com

Kadang saat menjalani hidup kita akan menghadapi sebuah pilihan. Kali ini mungkin kamu dihadapkan pada pilihan, puas dan berhenti, atau terperangkap dalam rasa penasaran dan ingin menggapai yang lebih lagi. Kesuksesan yang kamu raih sekarang memang membanggakan banyak orang, tapi apa kamu sudah puas? Kalau kamu belum puas boleh jadi kesuksesan yang lebih memuaskan akan kamu gapai selanjutnya. Jadikan rasa belum puasmu itu sebagai pelecut untuk mencapai keberhasilan yang lebih lagi.

3. Kamu mungkin nggak peduli dengan hasil yang dicapai sekarang, tapi orang-orang terkasih percaya kalau kamu bisa lebih dari ini

Orang sekitarmu menilai kamu mampu lebih dari pencapaian yang sekarang kamu gapai via unsplash.com

Tapi ada juga satu di antara kalian yang nggak peduli dengan pencapaian yang diraih. Kadang malah kesuksesan yang dicapai baginya bukan hal yang istimewa. Padahal keluarga dan orang-orang terkasih menantikan kesuksesan itu. Mungkin dia sudah cukup puas dan nggak peduli kesuksesan ke depannya lagi, sehingga bikin hati dan pikirannya bebal. Penantian orang terkasih tak pernah diacuhkan.

4. Hasilmu memang membanggakan, tapi lihat mereka yang terus berkembang akan menyusulmu dari belakang

Jangan mudah puas, rencanakan sesuatu untuk hari depan. via unsplash.com

Advertisement

Bangga banget ketika berhasil menunjukkan kesuksesan kepada orang lain. Kesuksesan yang kamu pupuk dengan perjuangan dan pengorbanan itu menghasilkan sesuatu yang sangat memuaskanmu. Namun kalau kamu terlena akan kesuksesanmu, bisa saja esok hari pencapaianmu teramat biasa bagi orang sekitarmu. Kamu harus bisa mempertahankan semangat untuk meraih kesuksesanmu kembali.

5. Kamu akan kesulitan berkembang, kepuasanmu itu bikin kamu cuek dengan perubahan zaman

Terus menghimpun energi positif dan semangatmu, jangan berdiam diri dan ketinggalan perkembangan zaman via unsplash.com

Kamu puas dan nggak mau sibuk atau ribet dengan hal-hal baru lagi, perkara mencapai kesuksesan bagimu adalah sesuatu yang gampang dan bisa digarap esok hari. Jangan salahkan kalau kamu nggak bisa berkembang dan ketinggalan jauh dari mereka. Sebenarnya kamu bisa menghimpun energi baru dan semangat yang menyegarkan, kemampuanmu pun bisa dikembangkan untuk menjawab perkembangan zaman yang kian hari kian kejam. Kamu harus sadar semua berjalan cepat, kamu harus siap, rencanakan segala hal tanpa harus ribet.

Kamu boleh puas sekarang, tetapi waktu terus berjalan dan semua berkembang, kalau kamu anggap sekelilingmu adalah sainganmu, kamu mungkin segera disusul oleh mereka. Kepuasan batin memang perlu, nggak bisa dimungkiri tanpa kepuasan kamu nggak bisa merasakan kelegaan dan rasa syukur. Kamu tak punya alasan juga untuk berhenti dan memuji pencapaianmu sendiri. Bergerak maju, sambut dan susun ulang tujuan baru, pencapaian gemilang menantimu di hari depan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya