Seni Berbaik Hati pada Diri Sendiri. Yuk Jangan Terlalu Keras dan Lebih Jujur Lagi!

berbaik hati ke diri sendiri

Sepertinya agak naif jika dalam menjalani hidup kita terbebas dari yang namanya mengeluh. Sesuka apa pun dengan bidang yang digeluti, secinta apa pun dengan pelajaran yang dipilih, seniat apa pun dengan setiap keputusan yang dibuat, pasti ada satu momen di mana diri ini merasa lelah dengan keadaan. Agaknya itu wajar dan bisa dirasakan oleh banyak orang.

Hal tersebut nggak salah kok, kehidupan itu kadang sulit untuk diprediksi. Fasenya pun bisa dengan cepat berubah, perasaan up and down itu normal, apalagi jika dikaitkan dengan proses mencapai tujuan yang selama ini didambakan. Dulu, aku sempat berpikir kalau jadi orang dewasa pasti punya banyak keuntungan; bisa beli ini-itu dengan uang sendiri, memutuskan pilihan hidup secara mandiri, nggak dianggap anak kecil lagi, dan hal-hal menyenangkan lainnya.

Akan tetapi, kalau ditanya sekarang, mungkin kamu juga sepakat kalau jadi dewasa itu menuntut kita untuk bertanggung jawab pada setiap keputusan yang diambil. Hih… rasanya mau teriak di telinga yang bilang jadi orang dewasa itu menyenangkan!

Dengan tujuan yang masih samar-samar, aku sering kali hanya punya keyakinan bahwa bekerja keras adalah kewajiban

Satu hal yang dikhawatirkan saat bertambah usia, banyak orang yang ingin hidup nyaman hingga bebas secara finansial. Namun, anggapan itu realitanya nggak semudah membalikkan telapak tangan. Ada usaha di sana yang harus dilalui satu demi satu, perjalanannya pun nggak instan. Anggapan usaha yang keras akan mencapai kesuksesan seolah jadi tertanam di pikiran. Pahitnya, aku jadi nggak sadar kalau ternyata sudah terlalu keras dengan diri sendiri.

Kalau masih kuliah atau menempuh pendidikan mungkin aku masih bisa mengetahui pencapaian apa di tahun berikutnya “Satu tahun lagi magang, selesaikan tugas akhir, dan lulus”. Namun, coba kalau sudah bekerja, beberapa orang jadi samar-samar melihat target ke depannya di kehidupan mereka.

Saking sulitnya memprediksi, beberapa memilih untuk jalani dulu sampai menerima kejutan lain yang diberikan oleh Tuhan. Hal inilah yang kemudian aku pahami, bahwa sekuat apa pun kita berusaha untuk mencapai sesuatu, ada beberapa hal yang berjalan di luar kendali dan itu nggak bisa dipaksakan terjadi.

Jujur pada diri sendiri dan mengakui kelemahan bukan berarti akan mengurangi nilai dalam diri kok

Mengasihi diri sendiri bukan berarti menganggapnya menjadi rendah. Namun, dengan menyayangi kekurangan yang ada akan membuat hati lebih tentram dan menerima keadaan.

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini