5 Alasan Berdiam Diri di Rumah itu Termasuk Perjuangan. Terima Kasih Sudah Rela Melawan Kebosanan

berdiam diri di rumah

Masa pandemi sudah memasuki bulan kesekian. Nggak terasa kita pun sudah berbulan-bulan berdiam diri di rumah. Semenjak COVID-19 merebak, kita semua jadi susah. Semua harus dilakukan di rumah, mulai dari kerja, belajar, sampai berolahraga. Awalnya terbiasa, tapi lama-lama bosan tiada terkira. Hmm… Sulit juga, ya.

Advertisement

Meski begitu, berdiam diri di rumah merupakan pilihan paling masuk akal saat ini. Meskipun ada wacana pemerintah mengganti masa PSBB dengan New Normal atau Normal Baru sejatinya kondisi di luar sana belum aman. Sungguh hebat buat kamu yang masih betah untuk di rumah dengan segala kebosanan yang melanda. Yang kamu lakukan adalah bagian dari perjuangan melawan pandemi agar semua kembali seperti semula.

1. Di rumah aja emang bikin kesepian, tapi itu jelas lebih baik daripada ke luar rumah yang justu memburuk keadaan

Di rumah aja via unsplash.com

Sudah hampir 3 bulan lebih kita di rumah aja dalam rangka swakarantina. Awalnya terasa begitu mudah. “Halah, tinggal di rumah doang mah apa susahnya,” begitu kata mereka. Namun lama-lama bosan juga melanda. Hal-hal yang dulu kita anggap sepele, sekarang jadi terasa betapa ngangeninnya. Kangen main, kangen bulu tangkis di GOR, sampai kangen nongkrong sampai larut malam. Bahkan yang dulunya malas berangkat ke kantor, sekarang beneran kangen mandi pagi dan pakai baju rapi buat berangkat ke kantor. Semua itu masih boleh untuk diimajinasikan tapi sebaiknya jangan dulu dilakukan. Kondisi di luar sana belum aman.

Di rumah memang bikin kesepian, tapi ke luar rumah sungguh riskan. Mengunjungi keramaian berpeluang terpapar virus yang nggak kita inginkan. Tahan dulu, ya. Setidaknya sampai kondisinya membaik.

2. Lagian ngapain juga ke luar kalau cuma buat nongkrong. Dengan berdiam diri di rumah kamu sudah menjadi pahlawan bagi keselamatan keluarga di rumah

Pahlawan keselamatan keluarga via unsplash.com

Nggak bisa dimungkiri aktivitas di luar rumah yang paling bikin kangen adalah nongkrong sama teman-teman. Semenjak Corona datang, praktis nongkrongnya cuma di teras rumah sama keluarga. Seru sih, tapi topiknya itu-itu aja dan lama-lama malah jadi forum di mana orangtua nasihatin kita. Sekali dua kali sih nggak masalah, tapi lama-lama dinasehatin mulu tiap hari ya rasanya males juga hehe.

Dari postingan media sosial beberapa teman, kamu melihat mereka sudah banyak yang berani keluar nongkrong. Jangan tergoda. Tahan. Jangan biarkan usaha yang telah kamu lakukan selama ini untuk nggak keluar rumah jadi sia-sia. Di luar sana belum aman. Pikirkan kalau misalnya kamu kenapa-kenapa, nanti keluargamu juga bisa kena. Sabar, Guys!

3. Sementara ini manfaatin media daring dulu buat ngobrol sama teman. Videocall rame-rame seru juga kok

Bisa ngobrol ramean kok via infokomputer.grid.id

Sejatinya banyak hal yang bisa kamu lakukan demi mengobati kekangenanmu dengan teman-teman. Kamu bisa videocall bareng, banyak aplikasi menyediakan fitur ini. Cuma modal kuota kamu udah bisa ngobrol sama temanmu yang sudah lama nggak ketemu. Atau kalau mau lebih seru bisa juga main game online kayak PUBG atau Mobile Legends bareng-bareng. Ini jelas lebih aman buat kamu, teman-teman, dan keluarga.

Advertisement

4. Jangan merasa paling susah karena lama di rumah, bukan cuma kamu doang yang melakukan. Harap bersabar, ini ujian

Bukan cuma kamu, lo via www.unsplash.com

Perlu diingat bahwa yang merasakan kesepian itu banyak orang. Jangan merasa paling sengsara kalau cuma kangen nongkrong bareng teman-teman doang. Gara-gara Corona banyak orang kehilangan pekerjaan, bahkan banyak juga yang sudah kehilangan orang tercinta. Dengan kamu ke luar rumah kesempatan Corona menyebar semakin besar. Masa kamu tega pandemi ini berlarut-larut lagi cuma gara-gara bosan doang. Kasihan tenaga medis yang berguguran demi merawat pasien positif COVID-19.

5. Tenaga medis berjuang merawat pasien Corona, perjuangan kita adalah mencegah penyebaran virus agar nggak menyebar. Caranya dengan berdiam diri di rumah

Perjuangan beda cara via mediaindonesia.com

Sesungguhnya yang paling diuji dari pandemi ini adalah para tenaga medis. Mereka mesti bertaruh nyawa demi merawat pasien positif Corona. Kesempatan tertular mereka jauh lebih besar daripada kita karena mereka berada di garis terdepan memerangi pandemi ini. Tugas kita cuma satu. Tetaplah di rumah karena dengan begitu kecil kemungkinan Corona menempel pada tubuh kita. Mudah banget kan perjuangan warga sipil seperti kita.

Masa PSBB sudah berubah jadi new normal, belakangan orang sudah mulai kembali turun ke jalan. Kondisi ini sungguh miris mengingat sejatinya pemerintah belum berhasil mengatasi kasus Corona. Sampai sekarang kasus penularannya masih terus ada. Bahkan beberapa daerah masih berstatus zona merah. Meski membosankan sudah sepatutnya kita terus melakukan disiplin-disiplin yang telah berhasil kita lakukan sebelumnya. Mulai dari pakai masker, rajin-rajin cuci tangan pakai sabun, tutup mulut pakai sikut kalau bersin, dan yang paling krusial yaitu beraktivitas di rumah.

Sudah waktunya kita lebih peduli, kenal, dan memahami virus corona yang sudah hidup di antara kita. Dapatkan E-book Panduan Normal yang Baru di sini.
Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Fiksionis senin-kamis. Pembaca di kamar mandi.

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE