Banyak yang bilang anak usia 20-an zaman sekarang dewasa sebelum waktunya. Baik dari segi penampilan, atau pemikirannya. Syukur-syukur kalau kedewasaannya ke arah pemikiran. MeMasnjadikannya sosok anak muda yang kritis dan berani mengambil langkah entah untuk kehidupannya atau urusan di luar dirinya.

Toh di usia 20-an ini kamu memang sudah seharusnya belajar memikirkan hal-hal yang ada jauh di depanmu. Tak perlu ikut-ikutan jadi anak muda yang berpendapat urusan nanti ya dipikirkan nanti juga. Bukankah hidupmu ini perlu kejelasan atau tujuan, sedangkan masa depan itu sudah pasti ada didalamnya. Lalu hal apa saja yang bisa kamu pikirkan sejak belia? Nggak perlu yang muluk-muluk, sederhana saja seperti pekerjaan impian, atau kriteria pasangan yang pas untuk pribadi sepertimu.

1. Belajar tak mengenal batas usia, di umur 20-an ini kamu diminta menentukan akan melanjutkan prosesnya seperti apa?!

tentukan masa depanmu semuda mungkin via www.pinterest.com

Jangan berpikir proses belajar berhenti ketika bekerja atau mencapai usia diatas 30-an. Justru semakin dewasa, semakin banyak hal yang harus terus kamu pelajari. Di usia 20-an ini mungkin fokusmu lebih ke urusan kuliah atau belajar sebagai pelajar. Tapi selepas masa kuliah D3 atau S1 ini kamu tetap perlu rencana. Kamu ingin melanjutkan ke jenjang berikutnya, atau berhenti dan mengubah proses belajar jadi lebih kekehidupan nyata saja. Sebab belajar itu tak mengenal batasan usia.

2. Sekalipun masih kuliah, menentukan arah karir dan bagaimana memulainya sedari sekarang sah-sah saja

pikirkan pekerjaan apa yang akan kamu ambil via ms-jd.org

Advertisement

Di usia menginjak 20-an ini kamu memang masih disibukkan dengan kegiatan perkuliahan. Tapi memikirkan urusan karir nantinya pun tak ada salahnya juga. Justru baiknya memang dari sekarang kamu memilih ingin berkarir sesuai jurusan kuliah, atau mengikuti kata hati. Kalau ingin sesuai dengan jurusan, sekiranya perusahan apa yang menjanjikan. Sedangkan menurut kata hati, bisa saja menggeluti hobi yang kamu punya untuk menghasilkan materi, entah membuat usaha, entah menjadi pekerja lepas.

Tetapkan pilihan sekarang, agar saat waktunya tiba kamu tak lagi kebingungan. Seolah tersesat di sebuah persimpangan yang kamu sendiri tak tahu harus menentukan arah ke mana.

3. Untuk belajar mandiri, usia 20-an ini tepat untuk memutuskan ingin tinggal bersama orangtua dulu atau segera merantau

Tetap tinggal atau merantau via www.playbuzz.com

Ada yang bilang usia 20-an ini usia emas untuk belajar banyak hal. Termasuk urusan belajar mandiri, sekaligus bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Jangan merasa kamu masih kuliah, belum bekerja dan menikah lalu menggantungkan semuanya kepada orangtua. Kamu perlu mendobrak zona nyaman yang tersuguh di usia 20-an dengan memutuskan akan tinggal bersama orangtua dulu, atau segera merantau.

Kamu perlu memahami baik dan buruknya dari setiap pilihan yang kamu ambil. Kalau tinggal dengan orangtua, keamanan dan kenyamanan pasti terjamin. Tapi sayang kemanjaanmu masih punya ruang untuk tumbuh. Berbeda dengan merantau, kamu diharuskan berhati-hati, pintar beradaptasi sampai membiasakan diri untuk melakukan dan menyiapkan keperluanmu sendiri.

Coba kamu pikirkan lagi, mau sampai kapan tinggal dengan orangtua atau kapan mau memulai merantau jauh dari keluarga?

4. Jangan merasa muda lalu hidup boros sesuka-suka, kamu harus mulai pikirkan mengolah keuangan yang bagaimana?

pikirkan cara menyelamatkan gajimu via familyshare.com

Katanya masa muda itu waktunya bersenang-senang. Tapi bukankah kesenangan ini biasanya harus dibayar dengan uang? Memang hidup usia muda itu belum ada tanggungan keluarga. Tapi lagi-lagi di usia 20-an ini kamu perlu belajr bijak untuk urusan keungan. Jangan merasa muda lalu belanja ini itu dan nongrong ke sana ke sini hingga dirimu merasa puas. Ada uang bulanan yang kamu punya disisihkan. Nggak perlu banyak, tapi setidaknya konsisten tiap bulannya.

Lebih bagus lagi kalau kamu sudah berpikiran untuk menambah pengahsilan dengan usaha kecil-kecilan. Usaha yang menurutmu seru dan tak terlalu menyusahkan alias menyita banyak waktu. Bisa seperti garage sale via akun sosial mediamu, atau sederhana menjual bubuk kopi ke teman-teman serta keluargamu sendiri.

5. Masalah jodoh memang nggak ada yang tahu. Tapi memiliki target berkomitmen pun patut dipikirkan segera olehmu

tetapkan usia untuk siap melepas masa lajang via dylandsara.com

Tak ada yang tahu kapan jodoh datang, termasuk kamu. Bisa saja seseorang yang kini bersamamu adalah jodohmu. Bisa juga seseorang yang hanya sekedar mampir kehidupanmu, bahkan yang sama sekali belum kamu kenal. Tapi yang pasti urusan menentukan terget berkomitmen dengan serius masih bisa direncakan olehmu. Apalagi menginjak usia 20-an, pasti sudah banyak yang memikirkan mau pacaran sampai kapan, atau menikah di usia berapa. Nggak ada salahnya juga kalau kamu memutuskan menikah diusia 20-an awal.

Toh jodoh itu misteri. Rancanamu bisa berjalan semestinya, bisa juga mundur sampai waktu yang kamu sendiri tak mengetahui.

6. Katanya usia 20-an terlalu belia untuk memikirkan masa depan. Tapi bukankah berencana sejak dini buatmu punya pegangan

masa depan memang wajib dipikirkan via dylandsara.com

Tidak ada yang namanya terlalu dini atau terlalu muda untuk mempersiapkan masa depan. Banyak hal yang perlu kamu rancang sekalipun kamu masih umur 20-an. Tak apa dianggap dewasa sebelum waktunya atau menjadi pemikir. Toh itu lebih baik daripada anggapan kekanakan padahal umur sudah tak lagi muda. Karena sesungguhnya memikirkan masa depan itu bukan kegiatan iseng semata. Tapi kewajiban biar kamu lebih terarah dan punya pegangan.

Jadi tetapkan sekali lagi di usia 20-an ini kamu mau menjalani hidup yang seperti apa dan bagaimana ke depannya. Jangan lupa untuk menjadikannya nyata. Bukankah takdir bisa diubah dengan usaha yang keras?!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya