“Duh males. Nanti jam 10 deh mau mulai ngerjain”

*Jam 10*

“Sepuluh menit deh. Lagi seru ini timeline, ada yang twitwar*

*10 menit kemudian*

“Ah, mulai ngerjadin besok aja deh, bangun subuh.”

Kalau nggak memang hobi, setiap orang pasti pernah menunda-nunda pekerjaan. Nanti-nanti, lalu besok pagi, sampai akhirnya baru dikerjakan H-1. Maksudnya satu jam sebelum deadline. Nggak bisa dipungkiri memang, kalau inspirasi bisa melesat cepat tak terkira saat detik-detik deadline di depan mata.

Advertisement

Tapi nggak selamanya menjadi deadliner itu menguntungkan. Masalahnya, tugas yang harus kamu selesaikan kan nggak hanya satu. Tunda ini, tunda itu, tahu-tahu pekerjaan menumpuk dan harus selesai di waktu yang sama. Kan repot. Karena itu, ada baiknya kamu mulai membiasakan diri mencicil pekerjaan. Susah? Tenang, Hipwee kasih tahu caranya!

1. Yuk pakai sistem (10+2) x 5. Jangan mumet dulu, maksudnya 10 menit kerja bonus istirahat 2 menit

atur rutinitasmu sendiri

Atur rutinitasmu sendiri

Salah satu ciri kamu procrastinator yang handal, alias tukang menunda-nunda pekerjaan kelas berat, adalah kamu sulit berkonsentrasi dalam waktu yang lama (kecuali kalau deadline sudah di depan mata). Untuk mengatasi hal ini, kamu bisa pakai sistem buatan Merlin Mann ini. Dalam satu hari kamu sisihkan waktumu untuk bekerja 10 menit, lalu istirahat 2 menit, kemudian kalikan 5. Totalnya adalah 60 menit, alias satu jam. Nggak lama kan? Sekadar bocoran, kalau menerapkan sistem ini, biasanya kamu nggak akan memakai jatah 2 menit istirahatmu sih. Nggak percaya? Monggo dicoba.

2. Suasana kerjamu juga patut diperhatikan. Berikan dominasi warna merah dan biru, biar pikiranmu nggak terdistraksi dengan mudah

Atur meja kerja sekeren mungkin

Atur meja kerja sekeren mungkin via studying-hard.tumblr.com

Masalah niat untuk bekerja nggak hanya ditentukan oleh ada atau nggaknya inspirasi lho. Kenyamanan tempatmu bekerja juga punya pengaruh yang signifikan. Kalau meja kerjamu berantakan, kamarmu berantakan, pencahayaan suram, yang ada kamu jadi nggak mood mengerjakan. Nah, bila dekorasi tempat kerjamu terasa mengganggu, coba atur ulang. Berilah dominasi warna merah, yang akan meningkatkan konsentrasimu pada detil-detil kecil, dan biru, yang akan meningkatkan daya kreatifmu. Lagian keren juga sepertinya ya, kalau meja kerjamu didominasi warna merah dan biru.

3. Jauh-jauh dari gadget ya! Daripada nulis satu kalimat, lalu scroll timeline satu jam. Kapan kelar?

Jauhkan HP!

Tapi ya nggak gini juga ya~ via www.huffingtonpost.com

Advertisement

Jangan protes. Memang benar kan, faktor terbesar yang membuatmu menunda-nunda pekerjaan adalah gadget-mu? Menaruh ponsel di sebelah laptopmu sama dengan bunuh diri. Bisa dipastikan tanganmu gatal untuk mengecek ponselmu setiap lima menit sekali. Nggak heran kalau jadinya malah: nulis 1 kalimat, scroll timeline 15 menit, nulis 1 kalimat, scroll timeline 15 menit, dan seterusnya. Iya apa iya? Nah, karena itu, selama kamu bekerja, jauhkan ponsel dan segala gadget yang bisa mendistraksi konsentrasimu.

4. Bila mengerjakan langsung semua membuatmu bosan, buatlah mini task dari sana. Sedikit-sedikit, lama-lama kelar kok

Senggaknya udah nulis 'chapter one'

Senggaknya udah nulis ‘chapter one’ via www.kokoarroselaculture.com

Oke, mengerjakan semuanya secara langsung dan tunai mungkin terlihat terlalu berat dan nggak mungkin. Lalu kamu merasa lelah duluan, dan akhirnya memberi excuse diri untuk nggak memulai sekarang. Duh, jangan tertipu dengan alasan yang dibuat dirimu sendiri. Coba kerjakan mulai dari yang kecil-kecil dulu.

Misalnya, kamu harus menulis 3 artikel sekaligus. Kamu bisa memulainya dengan membuat kerangkanya dahulu. Setelah itu, coba cicil untuk paragraf pembuka dan penutup dulu. Trik semacam ini sangat membantu lho, karena meski sedikit dan masih jauh dari selesai, kesannya kamu sudah buat pencapaian.

5. Beri dirimu sendiri hadiah. Meski cuma janji secangkir kopi setelah satu bab selesai, itu akan membuatmu semakin bersemangat

Work hard and play hard

Work hard and play hard via giphy.com

Seseorang yang mudah menyerah dengan rasa bosan dan lelah dan akhirnya menunda ini butuh sesuatu untuk memicu semangat. Nah, nggak harus menunggu apresiasi atau hadiah dari atasan kok. Kamu bisa memberikan dirimu reward kecil yang menambah semangat.

Misalnya, kamu sedang menulis artikel. Buat janji untuk dirimu sendiri. Bila kamu bisa menyelesaikan 50% dari artikel itu, kamu akan membuat kopi. Di sini, keinginanmu untuk minum kopi bisa bertambah. Dan karena itu, motivasimu untuk segera mencapai target yang kamu bikin sendiri juga meningkat. Gampang kan?

6. Coba kamu dekat-dekat dengan teman yang sedang bekerja juga. Keseriusannya bisa mengintimidasimu untuk segera mulai bekerja lho!

Kalau deket dia, kamu keder nggak?

Kalau deket dia, kamu keder nggak? via askagamedev.tumblr.com

Nggak bisa disangkal kalau lingkungan sangat berpengaruh dengan motivasimu untuk bekerja. Kalau kamu berada di dekat orang yang sama sepertimu, yang santai-santai saja, dan nggak bisa mengerjakan sebelum deadline tiba, ya kamu akan semakin keenakan. Kamu akan merasa ada pembenaran. Coba deh, kamu pindah duduk di dekat orang yang sedang serius bekerja. Ekspresinya yang super serius, suara ketikan-ketikan di keyboard laptopnya, dan tulisan-tulisan yang bertambah di worksheetnya, apa kamu nggak terintimidasi dengan itu semua? Mau nggak mau, kamu jadi terpacu untuk mulai juga.

7. Buat to-do list dan tempelkan di tempat yang mudah tertangkap mata. Bete nggak kalau lihat daftar tanggungan yang macet kayak jalanan?

Buat to-do list yang mencolok mata!

Buat to-do list yang mencolok mata! via www.thechirpingmoms.com

To-do list ini memang sangat berguna. Bukan hanya untuk orang-orang pelupa supaya ingat apa saja yang harus dilakukan, tapi juga untuk orang-orang yang hobinya nunda pekerjaan. Setiap kamu punya pekerjaan yang harus di selesaikan, tulis di selembar kertas atau apa saja yang bisa terbaca dengan mudah. Setiap pekerjaan yang sudah kamu selesaikan, boleh dihapus. Nah, semakin lama kamu menunda pekerjaan, semakin banyak yang berderet di to-do list milikmu. Kesal kan? Sebaliknya, setiap kamu melihat satu daftar yang dicoret, semangatmu untuk bisa mencoret yang lain juga akan terpacu.

8. Deadline adalah jawaban atas semua penundaan. Yuk, bikin deadline palsumu sendiri biar kamu kelabakan dan cepat selesai

DEADLINE

DEADLINE via www.studfiles.ru

Memang hanya deadline yang bisa mengatasi hobi menunda-nunda ini. Kalau memang begitu, kamu harus membuat deadline palsu untuk dirimu sendiri. Apa itu deadline palsu? Begini, misalkan kamu punya banyak pekerjaan di hari Jumat yang harus kamu selesaikan sebelum hari Senin. Tapi malas dong kalau kamu harus kerja di hari Sabtu dan Minggu? Di hari ketika semua orang bersenang-senang, masa iya kamu belum terbebas dari pekerjaan? Nah! Di situ, buatlah deadline bahwa semua harus sudah selesai sebelum jam 23.59 Jumat malam. Biar weekend kamu bisa bersenang-senang.

Menunda-nunda pekerjaan bisa bermakna positif maupun negatif. Kalau kamu menunda demi ide yang sempurna, itu positif. Tapi kalau kamu menunda, karena kamu malas saja, yah itu jelas negatif. Bukannya kejam kepada diri sendiri, tapi nggak boleh dong kita selalu memanjakan diri dengan menerima excuse-excuse yang merugikan itu. Hidup itu berat, jenderal!

Jadi, sudah berapa persen yang kamu kerjakan hari ini?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya