Tanpa Alat Canggih, Pemuda Ini Berhasil Membuat Robot untuk Bantu Ibunya Jualan Telur Dadar

Robot Buatan Anak Bangsa

Bicara soal robot, pasti yang terbayang di pikiran adalah alat-alat canggih, modal besar, dan juga fungsi yang bisa mengubah dunia. Misalnya robot-robot militer yang biaya pembuatannya sampai miliaran. Atau mungkin juga Asimo, si robot cerdas dari Jepang yang memiliki kecerdasan manusia. Pokoknya, yang namanya robot pasti identik dengan kecanggihan yang wow dan biaya yang besar.

Advertisement

Namun, di luar robot-robot terkenal itu, ada robot sederhana yang dibuat oleh seorang lulusan SMK di Purworejo, Agung Budi Wibowo, yang hanya dibuat berdasarkan tutorial di internet. Meski begitu, robot lengan ini terbukti bisa membantu pekerjaan sang ibu yang berjualan telur lho. Yuk, simak kisah selengkapnya~

Penyakit mata sang Ibu mendorong Agung untuk mencari solusi. Robot ini tercipta dari keinginannya membantu orangtua

sang ibu jualan telur (foto: Tangkapan layar AntaraTV) via www.antaranews.com

Agung  yang tinggal di Desa Kledung Karangdalem, Kecamatan Banyuurip, Purworejo ini, sering melihat sang Ibu memiliki kesulitan saat berjualan telur di sebuah sekolah dasar. Karena gangguan penglihatan yang diderita, membuat sang Ibu sulit melihat jarak jauh. Karenanya, saat menggoreng telur, sang Ibu harus mendekatkan wajahnya ke penggorengan. Hal ini, membuat Agung berusaha mencari solusi, yaitu dengan membuat robot yang bisa membantu menuang adonan telur ke penggorengan. Sehingga sang Ibu nggak lagi harus mendekatkan wajah ke penggorengan, yang tentunya selain panas juga berisiko besar.

Robot buatan Agung cukup simpel dan cara kerjanya pun sederhana. Tapi fungsinya luar biasa


Dengan niatan memudahkan pekerjaan sang Ibu, Agung membuat robot yang berbentuk seperti lengan mobil keruk. Dalam unggahan video di Twitter di akun @lantip, terlihat bagaimana robot buatan Agung bekerja. Robot ini bertugas menyedot adonan dari wadah yang disediakan dan menuangnya ke dalam 12 cetakan di penggorengan. Sistem kerjanya pun mengikuti prinsip robotik, yaitu menanamkan memori pada program yang mengatur motor penggerak. Robot yang dinamai “Egg Filling Robot” ini menggunakan baterai 4,2 volt sebanyak 2 buah yang bisa bertahan selama dua minggu.

Advertisement

Jika pembuatan robot identik dengan alat-alat canggih, Agung membuat robot dengan alat seadanya dan tutorial di internet saja

robot sederhana tapi fungsinya juara (foto: tangkapan layar AntaraTV) via www.antaranews.com

Di bangku SMK, Agung menempuh jurusan Teknik Kendaraan Ringan. Namun, ia sudah menggemari dan mempelajari cara kerja robot secara otodidak sejak duduk di kelas 1 SMK. Informasi tentang microcontroller dan robot ia dapatkan dari YouTube dan Google. Bahkan proses pembuatan robot itu hanya tiga hari, lho. Biaya yang dihabiskan dari mulai awal eksperimen hingga sudah jadi sekitar 1,5 juta. Biaya tersebut didapatkan oleh Agung dari honornya menjadi programmer freelance yang ia kumpulkan.

Kini, upaya Agung membantu sang Ibu sudah membuahkan hasil. Nggak hanya memudahkan pekerjaan sang Ibu, robot buatan Agung juga menarik perhatian dan rasa penasaran pembeli. Akibatnya, omzet penjualan harian sang Ibu pun mengalami kenaikan.

Selain Agung, ada juga siswa MAN 1 Yogyakarta yang membuat robot untuk memilah telur

Advertisement

dua siswa MAN 1 Yogyakarta pembuat robot pemisah telur (foto: Kemenag/Dok. Humas) via www.medcom.id

Istilah robot memang terkesan sangat canggih. Tapi, sebenarnya sudah banyak siswa dan siswi di Indonesia yang berhasil membuat robot-robot sederhana. Selain Agung, ada juga Abizard Rahadiyan Wahyudi dan Ammarsatya Esza, dua siswa MAN 1 Yogyakarta yang berhasil memenangkan medali emas pada ajang International Robotic  Competition yang diadakan oleh sebuah Universitas di Malaysia.

Abizard dan Ammarsatya membuat robot yang bisa membedakan telur yang baik dan yang busuk dengan basis cahaya. Dengan robot ini, proses menyortir telur yang sebelumnya hanya bisa dicek satu persatu dengan air ataupun diterawang, bisa jadi lebih cepat. Wah, keren ya?

Di tingkat pendidikan yang lebih dasar pun sudah ada yang bisa bikin robot lho. Siswa SD di Surabaya berhasil membuat robot pengupas sayur

SD Muhammadyah 4 Pucang Surabaya (foto: Dian Kurniawan/Liputan 6) via www.liputan6.com

Jika zaman kita SD dulu kegiatan sekolah terbatas pada belajar di kelas, saat ini ekstrakurikuler robotik sudah ada sejak bangku sekolah dasar. Di Surabaya, siswa-siswi SD Muhammadyah 4 Pucang berhasil membuat robot pengupas sayur yang berfungsi untuk membantu memudahkan para ibu-ibu saat memasak. Sehingga kegiatan masak-memasak pun lebih praktis dan efisien. Atas robot ini, mereka berhasil membawa pulang medali perak dan menjadi juara dua dalam ajang Internasional Islamic School Robotik Olympiade di Lombok, Nusa Tenggara Barat, tahun 2016 lalu.

Teknologi memang nggak harus sesuatu yang besar. Yang penting punya fungsi yang memudahkan

Robot nggak harus wow via www.pexels.com

Zaman sekarang ternyata hal-hal hebat nggak hanya bisa dilakukan oleh orang-orang dewasa, ya. Anak-anak dengan usia yang masih muda bahkan belia juga bisa melakukan hal-hal hebat yang mungkin dulu nggak terpikirkan. Perkara teknologi memang nggak harus wow ataupun berfungsi mengguncang dunia, kok. Selama bisa memecahkan atau memudahkan kegiatan sehari-hari, tentunya sudah bisa menjadi solusi.

Apalagi sekarang informasi mudah sekali diakses. Langkah-langkah membuat robot atau hal-hal lainnya, bisa dicari dengan mudah di internet. Karena selama digunakan dengan tepat dan bertanggung jawab, internet memang bisa menjadi sumber ilmu dan pengetahuan yang bisa diakses dengan gampang.

Berawal dari keinginan sederhana, yaitu membantu sang Ibu, Agung berhasil menciptakan teknologi yang mengundang decak kagum. Semoga dagangan sang Ibu selalu laris, dan sukses terus, Agung!

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Pecinta harapan palsu, yang berharap bisa ketemu kamu.

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

CLOSE