Siapa yang tidak mau cantik? Mendapat decak kegaguman dan menarik perhatian semua orang?

Kecantikan seolah menjadi tiket masuk untuk dapat diterima di segala bidang. Tidak sedikit lowongan pekerjaan di kota besar yang menyaratkan penampilan menarik sebagai kriteria. Karena itulah, perempuan berlomba-lomba menjadi cantik dengan berbagai usaha.

Advertisement

Tapi apa iya, cantik selalu identik dengan berat badan yang proporsional sehingga setiap kalori yang masuk dalam tubuh harus dihitung dengan cermat? Apa iya, untuk menjadi cantik kita harus menyakiti diri sendiri karena cantik selalu butuh pengorbanan?

Mulai dari iklan di televisi, sampai kontes ratu tahunan, cantiknya perempuan sarat dengan kompetisi

Beragam kontes kecantikan

Beragam kontes kecantikan via nickverrreos.blogspot.co.id

Sehari-hari kita kamu disuguhi dengan berbagai iklan produk kecantikan di TV. Sebagian besar iklan menceritakan tentang bagaimana perempuan yang kulitnya tidak putih, badan tidak kurus, dan rambut tidak lurus hitam berkilau akan kalah di mata laki-laki pencari pasangan. Lalu kontes kecantikan juga sudah tak asing lagi, mulai dari level kabupaten, provinsi, negara, sampai taraf internasional. Ini menunjukkan bahwa setiap harinya perempuan dicekoki oleh kriteria-kriteria kecantikan dan dikompetisikan.

Kamu pun berlomba-lomba menjadi cantik seperti kata mereka. Lupa bahwa sebenarnya cantik tak seperti hitungan matematika yang pasti dan mutlak

cantik jadi ada standarnya

cantik jadi ada standarnya via www.caramemutihkankulitwajah.com

Karena salah satu fungsi media masa memang sebagai alat propaganda, tidak sulit bagi kita untuk percaya bahwa yang namanya cantik itu ya seperti yang terlihat di iklan-iklan televisi. Kulit harus putih cerah, karena itulah ada alat kosmetik yang bisa membuat kita tambah putih. Rambut harus lurus hitam dan selembut sutera, karena itulah banyak produk perawatan rambut mulai dari sampo sampai obat pelurus. Tubuh harus kurus dan langsing bagai gitar spanyol, karena itu ada pil-pil diet dan peninggi badan. Kecantikan kini ada standarnya, sama seperti hitungan matematika yang serba pasti.

Segala hal dilakukan demi sebuah pengakuan. Termasuk dengan cara-cara yang menyiksa diri sendiri. Toh, katanya, cantik itu luka

Cantik itu luka, katanya

Cantik itu luka, katanya via www.svetmodelek.cz

Advertisement

Kerena siapapun yang tidak memenuhi standar kecantikan modern, dianggap akan kalah dalam persaingan, maka semua berlomba-lomba untuk mempercantik diri. Mulai dari yang wajar-wajar saja seperti ke salon dan melakukan perawatan diri, menjalankan diet ketat demi berat badan ideal, sampai yang ektrem operasi plastik. Semua demi menyamarkan kekurangan diri, agar bisa menjadi secantik Barbie. Sedikit rasa sakit akibat high heels yang terlalu tinggi dan risiko operasi plastik yang tidak kecil, tidak apa-apa. Cantik memang perlu usaha, katanya.

Padahal, ada yang lebih penting dari yang kamu kenakan. Demi pengakuan, kamu hampir membuang potensi dalam dirimu yang sebenarnya

Terlalu terpaku pada apa kata orang

Terlalu terpaku pada apa kata orang via www.tumblr.com

Sambil kita berusaha mempercantik diri, ada baiknya kita mulai bertanya: untuk siapa kita melakukan itu semua? Apakah kita mati-matian merawat diri untuk mendapat pengakuan bahwa kita cantik? Apakah kita mati-matian tampil cantik untuk menyenangkan hati pasangan? Supaya orang terkagum-kagum bahkan pria tergila-gila kepada kita? Dan demi itu semua, kamu mempertaruhkan segalanya. Dunia yang kamu hidupi mungkin memang menekankan kecantikan hanya sebatas penampilan. Lain-lain tidak penting dan bisa menunggu.

Kamu sibuk mengejar pengakuan dari orang luar. Tapi pengakuan dari diri sendiri justru terlupakan

Pengakuan dari diri sendiri terlupakan

Pernahkah kamu mendengarkan pengakuan dari hatimu sendiri? via www.tumblr.com

Alasan seseorang ingin cantik bisa dibagi menjadi dua alasan besar. Pertama, pengakuan dari orang-orang. Kedua, untuk kepuasan diri sendiri. Alasan yang pertama sering mendominasi. Karena itulah kita berlomba-lomba mengikuti tren masa kini, bukan? Karena kita ingin diakui memenuhi syarat-syarat cantik yang telah disepakati bersama. Saking sibuknya mengusahakan pengakuan dari luar, kita lupa pada pengakuan diri sendiri. Apakah kamu bahagia? Apakah kamu merasa sudah cukup baik? Itu semua tidak pernah terlintas di kepala.

Tidak ada perempuan yang tidak ingin cantik. Tapi bukankah lebih menyenangkan bila kamu ingin cantik untuk dirimu sendiri?

Cantik untuk diri sendiri

Cantik untuk diri sendiri via custardbasket.tumblr.com

Munafik bila mengatakan perempuan tidak selalu harus cantik. Memangnya siapa yang tidak ingin cantik? Mengundang decak kagum orang lain, dan pastinya, tidak pernah mengalami kesulitan menemukan pasangan. Tapi akan lebih menyenangkan bila kamu ingin cantik untuk dirimu sendiri. Perempuan dianugerahi keindahan oleh Tuhan. Adalah sebuah bentuk syukur yang sepenuhnya bila kita bisa merawat dan memaksimalkan keindahan itu. Jangan ingin cantik demi menyenangkan orang lain, tapi untuk menyenangkan dirimu sendiri. Bukan untuk mendapatkan pengakuan, tapi untuk kepuasan dirimu sendiri.

Karena cantik yang sesungguhnya, adalah bagaimana kamu bisa mencintai dirimu sendiri dan merasa nyaman dengan segala yang kamu miliki

Nyaman dengan diri sendiri

Nyaman dengan diri sendiri via snapwidget.com

Cantik itu sederhana. Tidak perlu mengikuti standar dari luar yang luar biasa tinggi itu. Rasa cantik itu akan muncul saat kamu bisa menerima dirimu sendiri. Kecantikan yang dari dalam itu, meski terkesan klise dan basi, tapi ada benarnya juga. Ketika kamu bisa menerima dirimu sendiri, kamu akan merasa nyaman dengan diri sendiri, dan akhirnya rasa percaya dirimu muncul. Rasa nyaman yang membuatmu berpikir ‘sudah cukup’ itu, tidak akan membiarkanmu untuk melakukan hal-hal berlebihan hanya supaya dibilang cantik.

Mengejar kesempurnaan tak akan pernah membuatmu puas. Tapi rasa nyaman dengan diri sendiri justru akan membuatmu bahagia

Kesempernaan tidak pernah ada

Kesempernaan tidak pernah ada via plus.google.com

Segala bentuk perawatan sampai perombakan wajah kamu lakukan agar kita bisa menjadi sosok yang sempurna. Hidung mancung, kulit putih cerah, kaki jenjang, dan rambut yang hitam berkilau. Tapi semakin kamu mengejar kesempurnaan, semakin jauh pula kamu dari sempurna. Semakin kamu berlari mendekati, semakin kamu merasa kurang. Karena yang sempurna memang tak pernah ada bukan? Tapi jika kamu menerima dirimu sendiri dan nyaman dengan itu, dengan sendirinya kamu justru akan merasa sempurna.

Ketika kamu bercermin, tanyakah pada dirimu sendiri, apakah kamu puas dengan apa yang kamu lihat? Bila tidak, kamu boleh memakai make up dan berias. Tapi ingatlah bahwa rasa cantik itu munculnya dari dalam. Dengan mencintai dirimu sendiri, rasa cantikmu muncul saat kamu menyadari bahwa dirimu adalah keindahan yang sebenarnya. Tapi bila kamu menganggap cantik adalah seperti apa yang diminta oleh dunia, di sana lah kamu akan terus-terusan terluka untuk memperjuangkannya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya