Nanti malam ikut yuk. Kita mau hangout sambil nyobain tempat baru.

Duh, sorry. Aku skip lagi ya~

Setiap ada ajakan melakukan sesuatu, kami memang jarang ikutan. Mungkin kalau dipersentasikan, dari 10 ajakan, hanya sekali dua kali kami mengiyakan. Sisanya, kami selalu ogah ikutan. Karena tak mau menyakiti hati mereka yang mengajak, kami sampai menyisipkan kata maaf. Kadang kami sampai harus menjelaskan panjang lebar kenapa kami nggak mau ikutan. Tapi tetap saja, kalian diam-diam melabeli kami sebagai makhluk anti sosial di belakang.

Advertisement

Dear teman-teman, sebenarnya kamu sama saja seperti kalian. Kami tetap manusia biasa yang perlu kehadiran kalian semua dalam kehidupan. Tapi ada kalanya kami lebih suka melakukan segala sesuatunya sendirian. Mungkin hal-hal di bawah ini akan lebih menjelaskan, mengapa kami lebih suka melakukan sesuatu sendirian.

1. Setiap orang punya keunikan sendiri. Dan keunikan kami itu tak suka melakukan sesuatu di tengah keramaian

Ini keunikan kami via unsplash.com

Di dunia ini ada hitam dan putih. Ada siang dan malam. Perbedaan tersebut membuat dunia bisa berputar lebih nyaman. Namun sepertinya perbedaan di antara manusia selalu saja menimbulkan masalah. Seperti saat kalian begitu menikmati kebersamaan di bawah tawa renyah dan senda gurau bersama, kami justru sebaliknya. Kami merasa kurang nyaman jika lama-lama terjebak dalam keramaian. Jadi, bersediakan kalian menerima dan nggak melabeli keunikan kami yang nggak suka dengan keramaian ini?

2. Kami terbiasa melakukan sesuatu sendirian atas nama efisiensi waktu. Kalau ramai-ramai, kami hanya khawatir terlalu lama menunggu

Kami nggak suka menunggu lama via unsplash.com

Melakukan sesuatu beramai-ramai biasanya memakan waktu untuk menunggu. Menunggu mereka yang belum datang, yang pekerjaannya belum kelar, sampai belum punya niat untuk berangkat. Terlalu lama menunggu seperti ini jelas akan membuang waktu. Dan mohon maaf, kami belum mau terlalu lama menunggu seperti ini.

3. Bukannya tak mau bersosialisasi, tapi melakukan sesuatu sendiri sudah mendarah daging dan menjadi kebiasaan kami

Kadang sendiri itu lebih asik lho via unsplash.com

Advertisement

Ah, nggak asik!

Iya, kami kadang memang kurang asik seperti kata kalian. Tapi nggak asih bukan berarti kami nggak mau bersosialisasi. Kami tetap manusia yang butuh kehadiran kalian semua. Tapi kali ini izinkan kami melakukan hal yang sudah menjadi kebiasaan ini. Sebab kami juga menghormati kebiasaan kalian entah apapun itu bukan?

4. Menolak ajakan belanja atau nonton bareng bukannya kami anti sosial. Kami hanya ingin menikmati momen-momen tersebut lebih dalam

Lebih menikmati kalau sendirian via unsplash.com

Ya ampun, jadi orang anti sosial banget sih.

Satu kalimat itu memang terdengar biasa bagi kalian semua. Tapi sungguh menghujam di ulu hati kami yang paling dalam. Bagaimana bisa orang-orang yang menyebut diri sebagai teman melabeli kami seperti itu? Kalaupun niatnya hanya bercanda, tentu kalian sudah paham benar batasannya. Kami menolak ajakan untuk belanja atau nonton film bersama karena ingin menikmati momen tersebut sendirian dan lebih dalam. Sebab rasanya tenggelam dalam kegiatan yang kami sukai itu rasanya menenangkan.

5. Suka melakukan sesuatu sendirian itu masalah kenyamanan dan selera. Kalau kami nyamannya sendiri, tolong dimengerti

Tolong cobalah mengerti~ via unsplash.com

Kami dan kalian semua punya selera yang berbeda. Kalian suka nongkrong-nongkrong dan menghabiskan waktu bersama. Sementara kami begitu menikmati setiap detik sendirian. Kami sama sekali nggak ada masalah dengan selera kalian. Toh itu sepenuhnya hak kalian, bukan? Satu permintaan, kalau selera dan nyamannya kami itu melakukan hal-hal sendirian, tolong ya diberi sedikit pengertian.

6. Terima kasih sudah mengajak kami. Tapi mohon maaf, melakukan hal-hal sendirian seperti ini adalah pilihan kami

Terima kasih~ via unsplash.com

Bukan, bukannya kami nggak menghargai ajakan kalian. Kami justru berterima kasih karena kalian senantiasa mengajak tanpa lelah. Meskipun kadang kalian tahu sendiri, ajakan tersebut harus kami tolak. Sekali lagi, mohon maaf atas penolakan-penolakan yang kami lakukan. Namun sekali lagi kami juga mohon pengertian. Bahwa melakukan hal-hal secara sendirian itu adalah murni pilihan yang kami ambil dari hati.

Ditolak memang sakit. Tapi lebih sakit lagi jika kalian terus saja menganggap kami sebagai makhluk anti sosial. Semoga dengan tulisan ini, kita sama-sama bisa saling menghargai. Kalian dengan keramaian dan kami yang suka melakukan sesuatu sendirian.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya