Kalian tak pernah mengerti suasana hatiku, diam-diam ada banyak hal bikin hatiku sedih. Terutama untuk kalian yang dengan ringan berkata wajahku ini lebih tua ketimbang umurku, maksud kalian apa? Kalian melihat dengan mata kepala bahwa penampilan fisik mewakili apa yang ada di dalam? Kalian terlalu kejam, aku ini masih muda, usia dan muka adalah dua hal yang nggak bisa secara gamblang disetarakan.

Banyak hal yang ingin kusampaikan, tapi kali ini hanya satu keresahanku, bahwa aku masih muda dan urusan mukaku yang kelihatan tua adalah hal lain lagi. Aku berharap kalian mengerti, semoga nggak ada lagi guyonan yang sedikitnya bikin sakit hati. Kita masih bisa berteman, kita akan selalu tertawa bersama, aku hanya berharap bahwa yang terjadi padaku biarlah jadi masalahku. Kalian teman dan sahabat terbaikku, mengertilah keresahanku.

1. Punya kakak tapi aku yang lebih sering dikira anak pertama. Membuatmu bertanya, setua itukah wajahku?

Sering dikira anak pertama via unsplash.com

Advertisement

Sering banget ketika ada tamu datang ke rumah, dengan polosnya setelah berkenalan dan mengucapkan nama, aku dikira anak pertama. Apalagi setelah melihat kakak-kakakku, tamu itu jadi lebih percaya kalau aku ini anak pertama. Dengan sedikit sedih aku membela diri, bahwa aku saudara yang paling muda dari semua kakakku. Kekesalanku ini yang ada malah berbalas tawa dari para tamu.

2. Sudah mencoba berbagai cara untuk terlihat lebih fresh bahkan dandan sesuai umur, tapi malah dibilang naif

Malah dibilang kekanak-kanakan via unsplash.com

Aku bukan hanya terima begitu saja apa kata orang. Aku pernah mencoba berbagai cara, dari gaya bicara sampai penampilan ala-ala anak seumuranku. Tapi semua sia-sia, mereka yang terlanjur menyangka aku ini sudah dewasa jadi panggilan “kak” tak bisa lepas dariku. Pernah juga di kampus, dikira senior oleh beberapa kakak angkatan, rasanya ini bukan main kurang ajarnya.

3. Tubuhku memang lebih besar, tapi nggak berarti juga lebih tua. Apa perlu lihat KTP segala?

Bongsor nggak berarti lebih tua dari teman sebaya via unsplash.com

Punya perawakan bongsor kadang jadi kendala, kadang sering diejekin, di sisi lain malah dibilang tua. Aku seringkali malu, kalau harus berkumpul dengan teman seangkatan yang badannya jauh lebih kecil dariku. Aku terlampau kesal kalau harus menerima semua ejekan ini, kalau sudah begini apa iya aku harus kasih lihat KTP biar kalian paham bahwa aku masih belia.

4. Sering banget disalahkan, katanya “udah gede kok masih kayak bocah”. Lho, aku memang masih muda….

Ya, memang masih bocah kok via unsplash.com

Advertisement

Aku dengan sikap yang masih muda belia begini sering banget disalahkan. Kadang ada yang bilang, tubuh dan mukaku yang terlihat tua tak pantas melakukan hal seru yang anak muda banget. Mengesalkan! Aku hanya mencoba untuk bahagia tapi tampaknya tak berterima bagi mereka. Mereka yang kadang seperti anak kecil saja aku tak pernah komentar di depannya.

5. Sesekali aku coba mencoba introspeksi, apa mungkin aku kurang rajin merawat diri hingga tampak kusam dan berkerut?

Mungkin karena salah make-up? via unsplash.com

Aku juga punya keresahan, sampai akhirnya menatap cermin mencoba meraba tubuhku sendiri, dalam hati bertanay “kenapa bisa orang bilang wajahku ini sudah tua?” Lihat betapa hal yang kalian ucapkan kepadaku sangat menciderai perasaanku. Ya, mungkin mulai sekarang aku harus lebih bersemangat untuk merawat diri.

Kalau dengan muka yang kelihatan lebih tua dari umur aslinya ini bisa membuatmu tertawa, aku pun bisa menertawakan sifat kekanakan kalian itu? Tapi hal itu kupendam karena apa yang tampak hanya akan tampak di mata saja, dan apa yang ada di dalam hati pikiran tak pernah tampak secara gamblang. Boleh saja kalian yak meyakini kalau aku masih muda, boleh saja kalian menyangkalnya, tapi apapun kesimpulan kalian, biarkanlah dan jangan digunjingkan. Aku masih muda, muka atau penampilan fisik tak akan jadi penghalang bagiku untuk melangkah ke depan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya