Dream is a key

“Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia” – Andrea Hirata

Setiap orang pasti bermimpi, begitu juga dengan kita. Tapi sadar atau tidak, kita kerap pesimis untuk meraihnya hanya karena keterbatasan yang dialami. Kita acap minder dengan segala kekurangan pada hidup kita. Inilah kemudian yang menghambat proses kita memperjuangkan mimpi.

Advertisement

Padahal realitanya, banyak tokoh di dunia ini yang meraih sukses di tengah keterbatasan yang mereka miliki. Mulai dari keterbatasan fisik sampai ekonomi. Beberapa di antaranya dari ranah lapangan hijau alias sepak bola. Nah berikut ini adalah secarik kisah dari beberapa pesepak bola yang buktikan, bahwa mimpi bisa diraih oleh siapa saja.

1. Sebelum sesukses sekarang, Alexis Sanchez pernah menjalani hidup sebagai seorang pencuci mobil

Striker via www.google.com

Alexis Sanchez terlahir dari keluarga miskin. Ayahnya dipanggil Yang Maha saat ia masih balita. Demi kelangsungan hidup, ibunda Sanchez terpaksa bekerja sebagai tukang sapu di sekolah Sanchez. Saat itulah pemain Manchester United ini menjalani hidup sebagai seorang pencuci mobil demi membantu orangtuanya mendapatkan uang.

I used to washing cars for such little money so i had enough money to buy my football boots” – Alexis Sanchez

2. Keberhasilan Jamie Vardy menembus liga top dunia bukti bahwa tak ada kata terlambat untuk mewujudkan cita-cita

Pemain timnas Inggris via www.usatoday.com

Advertisement

Karena bergaji rendah di klub amatir yang dibelanya, ia terpaksa merangkap kerja menjadi buruh pabrik alat-alat penyangga patah tulang untuk menyambung hidup. Sampai usianya 25 tahun pun ia masih berkiprah di klub amatir Inggris, Fleetwood Town.

Semua berubah saat klub profesional, Leicester City meminangnya tahun 2012. Di musim 2015/2016, ia membawa klubnya menjadi juara dan didaulat sebagai pemain terbaik di Liga Premier Inggris. Di musim itu juga ia menjalani debut timnas Inggris. Kisah Vardy ini membuktikan kesuksesan tak mengenal usia. Ia meraih segalanya di usia yang bisa dibilang terlambat bagi pesepak bola. Usaha keras tak akan membohongi hasil.

3. Diskriminasi ras selalu menyelimuti hidup Mario Balotelli. Namun ia tetap gagah melaluinya

Super Mario via www.thesun.co.uk

Masa kecil Balotelli bisa dibilang kurang membahagiakan. Pada usia lima tahun, ia menjadi satu-satunya pemain akademi USO Mompiano yang berkulit hitam. Karena hal itu, Balotelli mendapatkan perlakukan kurang menyenangkan dari para orangtua pemain yang ingin agar dirinya dikeluarkan dari klub. Namun, pihak klub menolak dan membantu perjuangan mantan pemain AC Milan itu terhadap rasialisme.

Dan terbukti Balotelli membayarnya dengan kesuksesan yang diraih sekarang. Kerja kerasnya menghadapi diskriminasi hingga ia meraih sukses patut diteladani

4. Lionel Messi muda mengidap penyakit yang membuat tubuhnya pendek. Tapi dia tetap bekerja keras demi menjadi pemain sepak bola dunia

Pemain terbaik dunia via www.morningnewsusa.com

Siapa yang tak kenal Messi? Lionel Messi merupakan striker Barcelona dan timnas Argentina bergaji Rp 9,1 miliar per pekan. Namun di balik kesuksesannya, tersimpan pengalaman pahit yang di alami Messi sewaktu muda. Messi dulu mengidap gangguan hormon yang menyebabkan pertumbuhannya terganggu. Tapi atas bakat dan kemauan untuk bekerja keras, FC Barcelona pun membiayai pengobatan penyakitnya dengan syarat ia bersedia menjadi pemain FC Barcelona.

Meskipun fisiknya tak sempurna, Messi membuktikan bahwa ia bisa menjadi pemain terbaik dunia. Kisah Messi ini membuktikan bahwa selalu ada jalan bagi ia yang bersungguh-sungguh.

5. Tak ada yang tahu seberapa sulit hidup Neymar, sebelum akhirnya dia menjadi pemecah rekor transfer senilai 222 Juta Pounds, atau sekitar 3,4 Triliun jika dirupiahkan

Pemain termahal didunia via www.theweek.co.uk

Saat Neymar Jr lahir, keadaan ekonomi keluarga sedang parah-parahnya. Satu-satunya kemewahan yang bisa mereka rasakan adalah bisa bergabung dalam klub sosial, Tumiaru. Di perkumpulan itu, Neymar kecil suka menghabiskan waktunya berjam-jam untuk bermain bola futsal. Permainan Neymar sering mengagumkan dan mulai terkenal, Neymar mulai menonjol dalam pertandingan sepak bola antarsekolah. Ia sudah menjalani debut bersama Santos saat usianya 17 tahun.

Kehidupan keluarga Neymar semakin menanjak dan mereka sudah jauh dari kemiskinan saat Neymar dibeli Barcelona. Tak disangka. Keluarga Neymar yang dulu kesulitan makan, kini berlimpah harta.

6. Ronaldo memiliki masa kecil yang keras. Kakaknya pecandu narkoba, begitu pula ayahnya yang meniggal karena overdosis

Hidup yang keras via celebjury.com

Di balik kesuksesan Ronaldo tersimpan kisah pilu yang dia lalui. Ronaldo memiliki trauma masa kecil setelah ayahnya meninggal akibat overdosis. Ini diperparah ketika ia berusia ke-16, Ronaldo harus membantu mengurus dan menanggung biaya hidup kakaknya yang kecanduan narkoba karena keluarganya tidak berkecukupan.

Ditengah kondisi yang carut marut, Ronaldo tak menyerah untuk mengejar cita-cita menjadi pesepak bola profesional hingga akhirnya ia berhasil menjadi salah satu pesepak bola terbaik didunia.

7. Egy Maulana Vikri, talenta muda yang baru saja direkrut klub Polandia. Dulu Lechia Gdansk ini hampir gagal jadi pesepak bola

Messi Indonesia via www.instagram.com

Dahulu, orangtua Egy sempat putus asa mewujudkan mimpinya menjadi pesepak bola profesional. Egy selalu menarik pikat pemandu bakat sepak bola, namun mereka kerap meminta sejumlah uang untuk mengorbitkan. Sayangnya, acapkali orangtua Egy tak mampu memenuhinya karena keterbatasan ekonomi.

Orangtua Egy bahkan sempat tak bisa lagi percaya dengan janji para pencari bakat karena persyaratan uang tersebut. Sampai akhirnya ada seorang pengusaha yang peduli terhadap sepakbola datang. Subagja Suhian, orang yang sangat berjasa mengorbitkan Egy muda hingga meraih sukses seperti sekarang ini.

Itulah beberapa pesepak bola yang sukses meraih mimpinya di tengah segala keterbatasan dan masalah yang menerpanya. Mereka menjadi bukti bahwa setiap orang berhak bermimpi karena mimpi tak hanya diperuntukan oleh yang pintar, sempurna atau kaya saja. Siapapun bebas untuk mewujudkannya, tak terkecuali kita yang acapkali minder dengan segala keterbatasan diri. Kuncinya hanya cuma dua, pede dan berusaha!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya