Dibayanganmu semua usaha yang sedang dijalani akan berbuah manis. Tapi sayang hidup terkadang memberi kejutan dengan rencana lain di luar kuasa juga harapan. Semua gambaran pencapaian di kepalamu seperti kaca yang pecah berkeping-keping. Usahamu bertemu dengan kegagalan di titik ini, dan kamu merasa seperti didorong hingga tersungkur di jalan beraspal, ada rasa kesal yang harus mengalah dengan kepedihan.

Menerima kegagalan memang tak pernah mudah, Tapi biar bagaimana pun kamu harus menghadapinya. Tak perlu malu juga untuk mengakui kegagalan yang kamu alami. Sebab kelak saat semua kembali membaik, kamu akan merasakan jika sakitnya gagal itu justru yang menguatkan semangat dan tekadmu untuk bangkit. Dan nanti, hal-hal di bawah ini pula yang akan selalu kamu ingat.

1. Hidup selalu menawarkan dua kemungkinan salah satunya kegagalan. Sebab itu kamu sudah harus selalu siap menerimanya datang kapan saja di luar dugaan.

mau tak mau harus diterima

mau tak mau harus diterima via imgfave.com

Advertisement

Tak ada seorang pun yang ingin memesan kegagalan. Namun sayangnya, gagal atau sukses selalu tersuguhkan begitu saja di luar keinginan. Kamu mau tak mau harus menerima dan menelannya seburuk apapun rasa yang diberikan.

Di kepala kamu sendiri rasanya penuh dengan pertanyaan. Mulai dari, kenapa sih kamu harus gagal padahal usahamu terasa sudah maksimal? Atau kemudian mucul pertanyaan sebaliknya, apa iya usahamu ini sudah masimal semaksimalnya? Perlu kamu sadari, jika gagal tak lain sebuah konsekuensi yang harus kamu terima dalam tiap langkah yang dipilih. Konsekuesi pun tak selamanya negatif. Mungkin memang belum saatnya kamu untuk lolos dan sukses. Sebab masih banyak hal lain yang perlu pelajari, asah dan rapikan lagi.

Dengan begitu, kamu akan menganggap kegagalan adalah proses untuk berbenah diri.

2. Meski keadaan terlihat payah, tapi gagal bukan akhir dari segalanya. Justru itu permulaan dari kesempatan baru untuk masa depan yang lebih cemerlang.

semuanya tampak payah

semuanya tampak payah via favim.com

Advertisement

Kamu melihat temanmu satu persatu sudah mulai memetih buah kesuksesannya. Banyak dari mereka yang urusan karirnya sudah mapan. Sedangkan kamu masih tertatih-tatih mencari pijakan, bahkan kini malah terjatuh. Betapa keadaan kini terlihat payah dimatamu, membuat pikiran picik berbisik seenaknya tentang keputusasaan.

Hei! Duniamu belum berakhir. Diibaratkan kiamat, gagal itu tak lain kiamat kecil yang ada untuk mengingatkan sekaligus menguji kemampuanmu. Seharusnya gagal kamu jadikan batu loncatan, untuk mendapatkan kesempatan baru. Toh masa depanmu masih terbentang panjang. Seperti matahari yang setelah tenggelam pasti akan kembali terbit lagi.

3. Kegagalan juga bukan hal yang sia-sia, masih ada bekal untuk kamu melangkah kedepan. Tinggal kamu yang menentukan, diambil atau ditinggalkan?

mau kamu jadikan bekal atau tidak?

mau kamu jadikan bekal atau tidak? via kaliningrad-room.ru

Huft, sia-sia deh semua waktu dan pikiran yang kemarin aku curahkan, kalau tau akhrinya tulisan ini tak lolos!

Salah jika kamu menganggap semua usahamu itu sia-sia karena berbuah kegagalan. Di dunia ini tak pernah ada yang sia-sia, akan selalu ada hal yang bisa diambil dari itu semua. Anggap saja kemarin itu bagian dari latihan untuk menghasilkan sebuah karya. Sedangkan kegagalan mengajarkanmu untuk mengkoreksi kembali pada bagian apa ya yang kira-kira kurang dan harus diperbaiki lagi.

Menjadi penulis, peneliti, programmer, pengusaha atau apapun itu pasti akan selalu ada tahapannya. Kamu tak bisa langsung mahir tanpa adanya latihan, dan di sela-sela latihanlah gagal bisa datang kapan saja.

Tapi semua kembali ke kamu, apakah bekal yang diberi kegagalan akan diambil atau ditinggalkan. Satu yang pasti dan harus kamu ingat, untuk melangkah ke depan selalu dibutuhkan bekal sebagai pegangan.

4. Gagal urusan cinta, karir atau hubungan sosial dengan lingkungan sekitar, masih tak seberat gagal paham, kenapa kamu bisa seputus asa ini?

kenapa bisa seputus asa ini aku? :(

Keputusasaan yang medera dirimu lebih sulit dipahami daripada rasa gagalnya itu sendiri. Rasanya semua jalan sudah buntu, kamu sendiri seperti seonggok raga yang tak berintuisi. Iya, nyawamu tetap ada, tapi pikiranmu untuk kedepannya seperti berkelana entah di mana dan tak tahu kapan pulang ke ragamu ini.

Padahal putus asa tak lain sebuah fase yang harus kamu hadapi bukan takuti atau diikuti. Fase ini menjadi penentu kelak kamu benar-benar layak atau tidak untuk mendadpatkan kesuksesan. Sebab, di depan kesuksesan masih ada kemungkinan coba lain atau kegagalan lain. Sebab, hidup ini tak lain proses untuk selalu belajar memahami apapun itu.

5. Ibarat jatuh, gagal rasanya sakit. Tapi sesakit apapun, kamu tetap harus bangkit dan mengejar segala hal yang sempat tertunda.

Segera bangkit dan berlari

Segera bangkit dan berlari via id.pinterest.com

Namanya jatuh ya sudah pasti sakit. Tapi tak ada luka atau kesakitan manapun yang tak bisa membaik, sembuh dan akhirnya hilang. Asalkan kamu mau mengobatinya dengan semangat baru. Sebab tak ada obat yang lebih mujarab selain semangat dari dirimu sendiri.

Bayangkan orang yang sakit parah atau koma berhari-hari bisa saja sembuh dan sadar kembali. Sebab dalam hati kecil mereka api semangat tak pernah mati dan perlahan-lahan membara membakar semua penyakit tak bersisa. Masa iya kamu yang cuma gagal ujian atau putus cinta saja tak bisa bangkit dan mengejar kembali segala hal yang sempat tertunda? Coba kamu renungkan untuk kedepannya nanti.

6. Tak ada yang lebih melegakan dan membanggakan, jika gagal akhirnya terlewati dan terganti dengan kesuksesan.

kelegaan setelah semua kesulitan terlewati

kelegaan setelah semua kesulitan terlewati via www.theodysseyonline.com

Sudah tahu rasanya gagal seperti apa, membuatmu benar-benar mensyukuri apapun yang didapat termasuk langkah kecil menuju kesuksesan. Dalam pikiranmu, kamu pun masih tak menyangka, jika semua kesukaran terlewati meski dengan tertatih dan berdarah-darah. Sampai di sini kamu benar-benar yakin, Sang Pencipta hidup ini lebih bijak dari dirimu sendiri. Ia menyiapkan segala rencana sendiri tanpa pernah ada yang mengetahui. Ia juga mengingatkan kembali, jika di dunia ini tak ada yang sempurna, sebelum ada bahagia akan ada kesukaran terlebih dahulu. Membuat pahit dan manis saling berdampingan dan bergantian selalu.

Ternyata benar, pahitnya hidup pasti akan berbuah manis asalkan ada kesabaran. Toh kesabaran pula yang membuat harapan dan mimpimu tetap menyala. 🙂

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya