Menjadi ibu atau wanita karir?

Dua pilihan itu masih saja sering dipertentangkan. Menjadi ibu yang baik diartikan harus memberikan seratus persen waktunya untuk keluarga dan buah hati, sementara menjadi perempuan karir dituntut untuk selalu mobile demi pekerjaan beres dan karir yang mentereng. Tapi apa iya menjadi kamu tidak bisa menjadi seorang ibu yang baik sekaligus wanita karir yang mandiri?

Jawabannya, bisa kok. Namun tentu saja kamu membutuhkan perjuangan yang lebih berat untuk bisa membagi waktu 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu untuk keluarga dan pekerjaan. Karena mengurus keluarga dan bekerja sama-sama menguras waktu dan energi. Nah untuk kamu calon mamah muda yang sedang mengejar karir, skill-skill inilah yang kamu butuhkan agar tidak ada salah satu antara keluarga dan pekerjaan yang dikorbankan.

1. Menolak dan berkata tidak adalah modal utama. Jangan sampai gara-gara meeting di luar jam kerja membuat keluarga jadi terlantar

Bila mengikuti jam kerja normal, yaitu 9-5, seharusnya kamu masih punya cukup waktu untuk keluarga. Pagi hari, kamu masih sempat mengurus suami dan anak mulai dari menyiapkan baju dan sarapan, ngobrol sebentar, bahkan mengantar anak ke sekolah. Sore  harinya, kamu masih bisa makan malam bersama keluarga dan menemani anak belajar. Yang sering membuatmu keteteran adalah jika muncul pekerjaan tak terduga di jam-jam pulang kerja. Sudah hampir pukul 5, tapi tiba-tiba bos mengajak meeting. Di sinilah, kamu harus punya skill untuk menolak bila meeting tidak terlalu penting. Dengan menerapkan garis batas yang tegas, kamu tahu kapan kamu menjadi perempuan karir dan kapan kamu menjadi ibu rumah tangga.

2. Menyusun list prioritas adalah keahlian yang wajib kamu punya. Jangan sampai hal penting justru terlupakan karena hal kurang penting lainnya

Advertisement

buat skala prioritas via www.huffingtonpost.com

Untuk memastikan semua pekerjaan selesai tepat waktunya, menyusun list prioritas mutlak hukumnya. Dalam pekerjaan, sebelum kamu memasuki jam kantor, kamu harus memastikan bahwa kamu sudah tahu apa yang harus kamu kerjakan dalam satu hari, dan mana yang harus kamu bereskan terlebih dahulu. Dengan begitu, tidak ada ceritanya kamu menunda jam kerja karena ada pekerjaan penting yang belum kamu selesaikan. Mengurus rumah tangga pun tidak jauh berbeda. Kamu harus tahu mana yang harus kamu lakukan terlebih dahulu. Apakah belanja bulanan, ataukah mencarikan tempat kursus untuk anak, ataukah membersihkan rumah. Lakukan satu persatu, mulai dari yang paling penting terlebih dulu.

3. Menyingkirkan ego itu perlu. Meski ingin menjadi superhero untuk keluargamu, jangan ragu untuk minta bantuan jika memang tidak mampu mengatasi semuanya sendirian

Kamu bukan wonderwomen! via www.huffingtonpost.com

Sebagai seorang ibu rumah tangga sekaligus perempuan karir, egomu barangkali tidak kalah jauh dengan ego para pria. Dalam benakmu, kamu harus bisa menjadi superhero. Kamu ingin karirmu melesat tinggi, tapi kebutuhan keluarga juga terpenuh dengan baik. Karena ini, kamu harus tahu juga sebatas apa kemampuanmu. Jangan memaksa untuk mengerjakan segalanya sendirian, karena kamu masih manusia biasa. Karena memaksa mengerjakan semuanya sendirian mungkin justru hasilnya tidak akan maksimal. Bila kamu butuh bantuan suami untuk melakukan sesuatu, tak perlu malu. Bila kamu memang membutuhkan bantuan asisten rumah tangga untuk mengurus rumah, kenapa harus ragu? Yang penting tidak ada yang terlantar, dan semuanya berjalan sesuai porsinya.

4. Kamu juga harus menjadi koordinator yang hebat. Belajar mendelegasikan tugas kepada anggota keluarga dan mempercayainya akan membuat rumah tangga bisa berjalan lebih maksimal

Belajar mempercayai via www.entrepreneur.com

“Aku yang bersih-bersih rumah, kamu yang temenin anak-anak nyari buku ya?”

“Aku yang ambil rapot anak, kamu yang urusin pembayaran semua tagihan ya?”

Selain menjadi multitasking handal, kamu juga harus menjadi seorang leader dalam mengurus rumah tangga. Leader artinya bukan kepala rumah tangga, melainkan orang yang harus bisa mendelegasikan tugas supaya semua urusan selesai tepat waktunya. Kamu bisa berbagi tugas dengan suamimu kelak. Siapa yang akan mengurus semua tagihan, dan siapa yang akan mencarikan referensi sekolah bagus untuk anak. Dan ketika anak-anakmu sudah cukup dewasa dan bisa diajak bekerja sama, kamu juga harus bisa mendelegasikan tugas-tugas sederhana kepada mereka. Terkadang ini sulit, karena mempercayakan sesuatu kepada orang lain tidak selalu mudah.

5. Tidur di segala kesempatan yang memungkinkan. Karena mengurus keluarga dan mengurus pekerjaan sama menyita waktunya

Siang sibuk di kantor, sore dan malam menemani anak belajar, setelah anak tidur kamu masih harus membereskan rumah dan mungkin menyelesaikan tanggungan kerja dari kantor, sementara esok harinya kamu harus bangun jam 4 untuk menyiapkan sarapan dan semua kebutuhan keluarga. Menjadi Ibu rumah tangga sekaligus perempuan karir memang tidak mudah. Kedua peran itu sama-sama menyita waktu dan menuntutmu untuk selalu siaga. Kurang tidur adalah hal yang biasa. Untuk menggantikan waktu tidurmu yang kurang, kamu harus punya skill bisa tidur di segala kesempatan. Dalam perjalanan ke kantor, di jam istiarahat, di perjalanan pulang, waktu-waktu sempit itu harus bisa kamu gunakan sebaik-baiknya demi kesehatan, karena kurang tidur juga bisa berbahaya.

6. Poker face itu perlu. Karena seburuk apapun harimu di kantor, kamu harus tetap menjadi ibu yang penuh kasih sayang, bukan?

badmood/goodmood harus tetap ketawa via alejacarreno.blogspot.co.id

Bukan hanya di lingkungan kerja saja kamu dituntut untuk profesional. Di rumah pun kamu harus demikian. Pekerjaan yang menumpuk, atasan yang menyebalkan, klien yang berkali-kali minta revisi proposal, rekan kerja yang membuatmu emosi tingkat dewa, semua itu bisa membuat moodmu di ambang kehancuran. Namun apapun yang kamu alami di kantor, jangan pernah dibawa ke rumah. Karena di rumah, kamu harus menjadi ibu yang penuh perhatian dan siap mendampingi putra-putrimu kelak. Sebaliknya, apapun masalah yang terjadi di rumah, jangan sampai terbawa ke kantor dan mengganggu kinerja. Di sinilah, kamu harus belajar ekspresi poker face seperti lagu Lady Gaga.

7. Selera humor yang tinggi itu perlu. Sebab kamu harus pandai menghibur dirimu sendiri, biar stres tidak berkelanjutan menjadi kegilaan ;p

Harus jago menghibur diri sendiri via showandtellonline.com.au

Selain poker face, kamu juga harus punya skill menghibur diri sendiri. Di saat situasi sedang buruk-buruknya, deadline pekerjaan di depan mata sementara anakmu sedang sakit dan suamimu sedang ke luar kota, situasi ini bisa membuatmu gila kalau kamu tidak punya selera humor yang tinggi. Spaneng dan tegang menghadapi situasi hanya akan membuatmu stres lebih berat. Selera humor yang tinggi akan membuatmu tetap kalem menghadapi segala situasi. Bukan hanya membuatmu tetap sehat dan terkendali, tapi juga akan membuat pikiranmu tetap jernih sehingga bisa mengambil keputusan untuk mencari solusi.

Menjadi ibu sekaligus perempuan karir memang tidak mudah. Banyak skill khusus harus kamu punya supaya bisa mengurus keduanya dengan masksimal. Tapi bukan berarti kamu tidak bisa. Dengan memastikan semua berjalan sesuai porsi, kamu bisa mengurus keluarga dan pekerjaan sama baiknya. Kan memang perempuan terkenal jago mengurus banyak hal dalam waktu yang bersamaan. Hehe. Semangat terus, calon mamah-mamah muda harapan bangsa!

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!