Enaknya berkarir di mana ya setelah kuliah?

Pertanyaan yang entah kenapa selalu berhasil membuat setiap anak muda galau dengan masa depannya. Sebab pandangan tentang cita-cita pun tak lagi sama seperti saat kanak-kanak. Ada dari kamu yang bisa dengan santainya mengikuti kemauan orangtua dalam menentukan arah karir demi mencapai kata mapan. Tapi ada juga yang justru tak ingin bekerja di tempat yang tak sesuai dengan renjanamu. Sekalipun di luar sana ada banyak obrolan-obrolan yang kesannya menyudutkan kata hatimu sendiri.

Alih-alih kamu terus galau dengan omongan A, B atau C, sebenarnya yang kamu perlu hanya terus berusaha menjalaninya. Toh seseorang bijak pernah berkata, usahamu ini akan terlihat ketika kamu benar-benar konsisten menjalani. Lihat saja Nael Sihombing, anak muda asal Bandung yang berkarir sebagai content manager, MC sekaligus mantan penyiar di Hard Rock Jakarta ini diam-diam bisa lho jadi sumber inspirasi.

1. Memulai sesuatu tak ada yang mudah, Nael merasakan pengalaman membantu pembangunan arena ice skating sebelum akhirnya menjadi penyiar dan content manager

Semua awal memang sulit, tapi tak ada yang tak mungkin, Nael Sihombing via Hipwee

Lulus SMA, tak langsung melanjutkan kuliah. Sebab orangtuanya pernah berujar, jika dia tak bisa masuk Perguruan Tinggi Negeri maka orangtuanya tak mau membiayainya. Tapi siapa sangka keputusan itu justru mengantarkan Nael pada pengalaman yang berharga. Sambil menunggu tes masuk PTN, Nael diam-diam melamar pekerjaan sebagai penjaga konter di sebuah arena ice skating di Bandung.

Lucunya saat diterima, dia justru diminta ikut membantu pembangunan ice skating selama 3 bulan, sebelum akhirnya bekerja sebagai penjaga konter. Satu tahun berjalan, kesempatan untuk melanjutkan kuliah datang. Kuliah di jurusan komunikasi UNPAD tak membuat dia meninggalkan pekerjaannya di arena ice skating. Sampai datang lagi kesempatan baru untuk menjadi penyiar radio.

2. Renjana pun tak datang sekonyong-konyong seperti saat masih kanak-kanak, ada proses yang harus dilalui dengan saksama

Renjana sewaktu kecil dan saat sudah dewasa itu berbeda, Nael Sihombing via Hipwee

Meski tetap menekuni profesi sebagai penyiar. Dulu Nael pun sempat kukuh ingin menjadi seorang banker dengan alasan, sosok pegawai bank itu keren dan simbol kemapanan. Tapi mau seberusaha apapun melamar di bank ini dan itu, kalau memang renjananya bukan di sana apa mau dikata? Semua usahanya selama satu tahun tak membuahkan hasil. Sampai akhirnya pencarian renajananya terjawab, saat Hard Rock Radio yang justru menerima lamarannya.

Dari sana Nael menyadari, kalau bank memang bukan renjana untuknya. Sebab dia diberi jalan untuk bisa sampai ke radio yang sebenarnya dirinya ingin sedari dulu. Jadi impian untuk menjadi seorang banker memang harus dihentikan. Toh setelah dipikir-pikir, Nael sendiri merasa tak pernah punya skill ataupun basic di dunia perbankan. Sementara perjalanan karirnya pun tak lantas berhenti sebagai penyiar radio.

3. Sebab bekerja di tempat yang kamu impikan bukan berarti membuatmu berhenti berkembang. Justru di sini awal dari segala impian lainnya

Dia tak berhenti berkembang, Nael Sihombing via Hipwee

Dewasa ini media berkembang dengan sangat pesatnya. Dari keadaan ini, Nael mendapat motivasi baru untuk terus mengikuti perkembangan dunia media. Dia tak lantas puas sebagai penyiar radio. Perlahan tapi pasti dirinya mencoba terjun sebagai freelance content writer untuk berbagai brand seperti provider dan soft drink. Sampai setelah 4 tahun berkecimpung sebagai content writer dan sosial media, akhirnya Nael pun sampai pada jabatannya sekarang sebagai Content Manager di mig.me Indonesia.

Suka duka dalam menjalani proses ini pasti ada. Tapi satu hal yang membuat seorang Nael terus ingin maju dan maju, yaitu motivasi yang datang dari kompetitor. Nael selalu saja penasaran ketika ada penyiar radio yang bisa mendapatkan punchline dari berita yang dibawakan dengan sangat asyiknya. Atau saat ada orang lain yang bisa menyajikan content dengan ide yang menarik.

Intinya, kompetitor adalah inspirasi untuk bisa lebih baik dari mereka.

4. Tapi percaya saja, renjanamu kelak pasti akan menghantarkan banyak hal luar biasa, dari mulai prestasi sampai inspirasi untuk anak muda lainnya

Sebab kelak ada kebanggan sendiri untukmu via Hipwee

10 tahun menjalani profesi sebagai penyiar, 4 tahun lagi sebagai content writer, sampai satu setengah tahun terakhir ini menjadi seorang content manager. Cukup panjang memang waktu yang dilalui, tapi semua terbayar ketika dia mencapai prestasi yang dirinya buat sendiri. Bukan prestasi klise, tapi sesederhana seperti saat Nael akhirnya bekerja di Hard Rock radio. Ata bisa bekerja di 3 tempat sekaligus, sebagai content manager, penyiar freelance di V radio, serta content writer di salah satu brand.

Bukankah itu pencapaian yang membanggakan? Terserah orang mau bilang apa dengan renjananya. Karena pada akhirnya saat dia sukses di bidang yang sesuai dengan renjananya, orang yang tadinya bergunjing justru melihat Nael sebagai sosok inspiratif. Dia bisa bekerja dengan tetap happy dan santai. Sekalipun beban kerja sudah pasti ada. Tapi apalah artinya beban kerja kalau kamu sudah nyaman dengan apa yang dilakukan sekarang.

Jadi mengikuti renjana itu seninya ya harus menikmati prosesnya dari awal.

5. Sukses mencapai renjana, bukan berarti lupa penampilan. Justru di sini soal gaya jadi salah satu penunjang utama terhadap sosokmu

Style andalan menurut Nael Sihombing via Hipwee

Klise, tapi orang masih akan selalu menilaimu dari penampilanmu. Jadi sebagai sosok yang inspiratif sudah seharusnya juga penampilan diperhatikan dengan sangat baik. Begitu juga dengan Nael yang sesibuk apapun dirinya masih tetap memperhatikan penampilan.

Nah, Nael sendiri mengkategorikan style-nya ini sebagai style yang “aman”. Aman dalam arti tak terlalu banyak ornamen atau tabrakan warna-warna mencolok. Nael lebih memilih tampilan two tones atau monochrom, sementara untuk cutting dipilih yang simpel. Sebab penampilanmu ini bukan hanya harus menarik, tapi setidaknya nyaman dan aman untuk digunkan.

Dan buat Nael, style yang diusung UNIQLO sendiri sebenarnya pas sekali dengan katagori style aman untuknya. UNIQLO punya warna-warna yang membumi, seperti biru langit, coklat kream, hitam, putih. Sementara untuk ukuran entah kenapa, bagi Nael, UNIQLO bisa menghadirkan potongan yang pas. Di mana ukuran M-nya UNIQLO memang ukuran M untuk dirinya.

Jadi untuk urusan style, pesannya Nael cuma satu perbanyak koleksi yang mudah dipadupadankan. Setidaknya saat kamu terburu-buru tak lagi bingung urusan penampilan. Dan Uniqlo bisa dijadikan brand andalan untuk penampilan simpel buat kamu yang sibuk serta tak ingin ribet.

Nael menggunakan Celana Rileks Ankle Length, T-shirt SUPIMA Cotton, dan Kemeja Military semuanya dari UNIQLO.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya