Banyak anak muda Nusantara tergesa pergi belajar ke luar negeri karena lebih bergengsi. Memang, ditilik dari beberapa sudut pengelolaan pendidikan di tanah air belum cukup mumpuni. Namun bukan berarti kamu harus buru-buru mencampakkannya dan mencari dermaga pengetahuan yang lain kan?

Pendidikan adalah niat dengan segudang rasa ingin tahu. Semangat itu pula yang menggiringmu untuk mendapatkan ilmu. Di dalam maupun luar negeri sebenarnya sama saja, karena semua orang adalah guru dan semua tempat adalah sumber ilmu. Gak perlulah terburu-buru memutuskan ingin menimba ilmu di negeri orang, jika di negeri sendiri juga tak kalah bagusnya.

1. Gelar sarjana di negeri sendiri membuatmu memiliki dasar yang kuat atas penguasaan ilmu. Sebab kamu mendalaminya dengan bahasa ibu.

Lebih mudah menangkap via keepo.me

Salah satu syarat mengenyam pendidikan di luar negeri adalah penguasaan bahasa inggris yang mumpuni. Memang, segala hal dapat dipelajari dan dikuasai dengan kemauan besar dalam diri. Kami yakin, kamu mampu menguasai bahasa inggris dengan fasih. Ada begitu banyak sumber yang menawarkan jasa itu. Namun, ini adalah persoalan bahasa. Bagaimanapun bahasa ibumu lebih melekat dalam diri daripada bahasa asing. Untuk itu, tingkat penyerapan ilmu akan lebih baik ketika disampaikan dalam bahasa ibu.

Soal bahasa asing, bisa dipelajari sembari menempuh jalur sarjana di negeri sendiri. Ketika saat wisuda telah tiba, saat itu pula kemampuan bahasa asingmu siap sedia untuk dibawa melanglangbuana. Di samping itu, kamu memiliki dasar yang kuat atas ilmu yang kamu kuasai. Ini merupakan bekal yang baik untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tingi.

2. Penguasaan inilah yang memberikan kesempatan untuk mengenal bangsa sendiri. Tak hanya gengsi sempat mengenyam pendidikan tinggi, kamu juga belajar arti berbagi.

Advertisement

Aktif di organisasi sosial via ulseaz97.blogspot.co.id

Ilmu yang kamu kuasai itulah yang membuatmu semakin mengenal bangsamu sendiri. Apapun ilmunya, entah eksakta atau sosial. Kita belajar dengan melihat sekitar kita, jaringan otak terangsang dengan peristiwa yang terjadi di sekitar. Lalu apa untungnya mengenal bangsa sendiri? Tak hanya soal nasionalisme semata, namun bekal kepribadian agar tak minder ketika sekolah di luar sana.

Selain itu, kamu juga bisa terjun ke dalam masyarakat untuk mengaplikasikan ilmu yang sudah kamu timba. Bukankah rasanya akan sangat bangga ketika sanggup membantu masyarakat sendiri dengan perbuatan yang nyata?

3. Lagipula, kualitas sekolah di negeri sendiri tak kalah bagusnya dengan Universitas di luar sana. Bahkan, ada beberapa pendidikan tinggi yang sudah bertaraf internasional.

Tak kalah dengan luar negeri via sakeraui.blogspot.co.id

Tak usahlah terlalu khawatir dan merasa bangsa ini tak mampu memberikan yang terbaik bagi putra-putrinya. Saat ini, pendidikan tinggi mulai berkembang cepat. Infrastruktur semakin lengkap, sumber-sumber pengetahuan semakin banyak. Tentunya, para pengajar juga semakin berkualitas. Percayakanlah dasar pengetahuanmu pada mereka.

Kolaborasi internasional kerap diadakan oleh beberapa kampus untuk menguatkan jejaring dan memperbaharui pengetahuan. Bahkan, beberapa negara tetanggapun percaya pada apa yang dimiliki Indonesia, lalu mengapa kamu tidak? Toh, prestasi bukan soal lokasi belajar, melainkan kemampuan diri untuk menggenggam target yang cukup tinggi.

4. Kamu tak perlu malu menimba ilmu di negara sendiri. Justru ini waktumu untuk menunjukkan taji pada dunia.

Mengharumkan nama bangsa via adindasaraw.blogspot.co.id

Kita yang orang Indonesia selalu merasa bangga ketika putra-putri bangsa ini mampu masuk ke universitas di luar negeri. Hal itu memang baik adanya. Namun, sebenarnya internasional bukan hanya yang ada di luar negeri saja, melainkan segala apa yang ada di dalam negeri juga bagian dari itu semua.

Sudah banyak anak negeri yang menuntut ilmu di negeri sendiri dan berhasil menunjukkan tajinya pada dunia. Para pelajar negeri ini juga sudah banyak yang menorehkan prestasinya dengan memenangkan lomba antar negara. Banyak pula event berskala Internasional yang digelar di negara kita tercinta. Ini menunjukkan bahwa Indonesia juga masuk hitungan dunia. Jangan lagi rendah diri karena kamu menimba ilmu di negeri sendiri. Berbanggalah, ini waktumu untuk mengharumkan nama bangsa!

5. Membangun jejaring di rumah sendiri itu penting. Jangan sampai, pulang dari negeri orang justru membuatmu menjadi orang asing.

Banyak berkumpul via www.sbm.itb.ac.id

Sekolah di negeri sendiri juga memperluas jejaringmu di rumah sendiri. Sungguh, akan sangat percuma ketika kamu berhasil mendapatkan gelar sarjana di luar negeri, namun terasing di rumah sendiri. Pulangmu akan terasa sepi. Sebaliknya, bangunlah jejaring seluas mungkin sembari menyusun tugas akhirmu nanti. Agar kamu lebih siap untuk menerjunkan diri di masyarakat.

Kadang, kita menganggap bahwa ilmu luar negeri mampu menaruh diri di level tertinggi ketika pulang nanti. Padahal, kamu membutuhkan bantuan banyak orang untuk bekerjasama memupuk karier sendiri. Ketika berpikiran bahwa jejaring bisa dipupuk sepulang dari sana, agaknya kurang tepat. Sebab, saat kepulangan, semua teman yang seumuran telah sibuk di dunia masing-masing. Tiada lagi keakraban yang natural dan serba tiba-tiba. Padahal disitulah kamu bisa menemukan arti dari kerjasama.

6. Selain itu, sekolah di luar sana memerlukan kedewasaan yang matang. Tak ada yang dapat menjagamu untuk terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan.

Bahaya…. via favim.com

Saat lulus SMA, hormon anak muda bergejolak tak karuan, semua hal ingin dicoba. Inilah alasan mengapa di semester awal banyak mahasiswa yang mengikuti kegiatan di dalam maupun di luar kampus. Bayangkan saja, apabila kamu mengikuti itu semua di negeri orang. Jelas, bisa dipastikan asik. Namun ada banyak resiko juga yang menghadang karena perbedaan cara pandang dan budaya pergaulan.

Dasar kepribadian yang tak kuat akan membawamu pada hal-hal yang kurang tepat. Sebab kontrol yang beredar di sekelilingmu tak sempat menjaga setiap saat. Akibatnya, mungkin saja kuliah dapat terganggu dan teralihkan oleh hal-hal yang tak menjadi prioritas. Resiko yang lebih besar mengintai di luar sana. Bukankah nyaman dan aman rasanya ketika ada keluarga dan teman dekat yang ada di sekitar dan bisa ikut menjaga kita?

7. Simpan tenagamu untuk gelar master di luar sana. Tepat ketika dirimu menginjak kedewasaan yang lebih matang.

S2 di luar negeri via madahbahana.org

Ilmu yang berdasar kuat, kedewasaan yang berdiri tegak, dan kesiapan mental yang matang akan penuh dalam diri setelah mendapat gelar sarjana di negeri ini. Ketekunanmu di negeri sendiri akan berbuah manis di luar sana. Sebab, secara personal segala hal tersiapkan dengan baik. Benteng diripun terbangun kokoh. Proses belajar di luar sana akan melesat begitu cepat.

Strategi semacam ini mampu mengurangi resiko kesia-siaan yang timbul akibat kurang persiapan. Tabungan pengalaman yang dipadu dengan kematangan secara emosi bisa jadi bekal yang mumpuni. Kamu memiliki tekat baja, orangtua bahagia, dan bangsa ini pun turut berbangga.

Pendidikan bisa hadir di mana-mana, bahkan di rumah sendiri. Dan rumah itulah yang mengerti dirimu secara sungguh-sungguh. Nilai-nilai yang diberikannya akan lebih sesuai dengan potensi yang ada di dalam diri sendiri. Dan ketika potensi dipupuk secara tepat, maka akan menghasilkan orang yang berbakat. Percayalah, tanah ini adalah rumah – tempat yang paling mengerti para manusianya.