Saat ini kamu mungkin masih berada dalam fase pekerjaan pertama atau tengah asyiknya meniti karier. Bisa dibilang masih ingin membahagiakan diri dulu sampai kamu puas. Di samping juga menyisihkan penghasilan untuk ditabung meski jumlahnya tak banyak. Tujuanmu menabung mungkin masih untuk diri sendiri, seperti liburan, nonton konser, atau beli baju baru.

Lantas adakah menjaga orangtua di masa tua mereka dalam agendamu?

Sebagian kamu mungkin masih berpikir hal tersebut adalah rencana jangka panjang yang masih jauh untuk dipersiapkan dari sekarang. Atau bahkan sebagian kamu belum memikirkan tentang hal tersebut. Namun, tahukah kamu kalau sebaiknya hal tersebut harus dipikirkan dari sekarang, meski pun kamu belum begitu mapan.

Jadi dewasa itu bukan hanya tidak lagi bergantung pada orang tua, tapi bertekad agar kelak menjadi tempat bersandar untuk mereka

Tempat untuk saling bersandar via www.hancinema.net

Untuk sebagian kamu, saat ini yang terpenting adalah kamu sudah tak lagi bergantung pada orangtua, dari segi finansial terutama. Dengan kata lain, sebagai anak tugasmu sudah hampir kamu penuhi semua, yakni lulus kuliah dan punya penghasilan sendiri. Namun, sebaik-baiknya pendewasaan diri bukan hanya sekadar mandiri, melainkan bagaimana kamu sampai pada tahap menghidupi. Yang dalam hal ini tak hanya sekadar nggak lagi bergantung, tapi berniat di kemudian hari kamu ingin menjadi tempat bersandarnya mereka. Baik dari segi moril dan finansial.

Meski sekarang gaji masih kecil, teguhkan niat untuk bisa berkontribusi secara finansial untuk orangtua ketika dibutuhkan

Advertisement

Harus mulai bisa mentraktir ayah via newstimes.augusta.com

Memang, saat ini kamu mungkin masih dalam tahap meniti karir. Menjadi tulang punggung bagi orangtua pun kamu rasa masih jadi rencana jangka panjang. Atau alasan lainnya, keadaan ekonomi orangtuamu saat ini tergolong masih mapan. Jika benar demikian, yang perlu kamu siapkan adalah niat lebih dulu. Setidaknya kamu sudah bertekad agar kelak kamu yang akan menjadi tanggungan orangtua.

Akan berbeda dengan kamu yang saat ini sudah harus pasang badan membagi penghasilan demi membantu orangtua. Gajimu yang masih berkisar 2 atau 3 jutaan tersebut harus dialokasikan untuk membantu orangtua. Supaya mencukupi, membuka bisnis sampingan akan sangat membantu.

Mimpi dan cita-citamu buat kamu bertualang ke mana-mana, tapi selalu pertimbangkanlah jalan pulang ke rumah. Biar bisa selalu bertukar kabar, dekapan, dan segala dukungan

Sejauh apapun, harus bisa pulang via sumut.pojoksatu.id

Meski saat ini pasanganmu belum ada atau pun ada belum berniat menuju pelaminan, tapi pemikiran tentang menjaga orangtua harus dipikirkan dari sekarang. Dari sejak usia 25. Akan akan seperti apa rencanamu menjaga orangtua setelah orangtua. Apakah nantinya kamu akan tetap di kota kelahiran dan tinggal dekat rumah orangtua, supaya bisa menengok mereka kapan pun. Biar orangtuamu bisa menemui cucunya kapan pun. Atau opsi kedua, yakni menetap di perantauan bersama suami dengan memboyong orangtua untuk tinggal bersama. Setidaknya kamu harus memikirkan rencana tersebut dengan matang.

Namun, tak berarti juga rencanamu untuk menjaga orangtua akan membatasi karir dan kehidupan rumah tangga. Sama sekali bukan itu, menjaga orangtua semata bukti baktimu pada mereka.

Beruntunglah kamu yang punya kakak atau adik. Kalian bisa saling bahu-membahu jadi tim impian untuk menjaga orangtua sampai hari akhir

Tim impian yang bisa diandalkan kelak via unsplash.com

Kamu bisa diskusikan dengan saudara kandungmu. Nggak perlu diskusi yang serius, cukup saat tengah ngumpul santai di kamar atau saat tengah hangout bersama. Bahas topik tentang bagaimana kamu dan saudara-saudaramu berbagi peran menjaga orangtua. Jangan lupa untuk membahas apa saja yang perlu dipersiapkan agar orangtua kalian bisa menua dengan tenang dan nyaman. Bertukar pikiran dan berbagi peran dengan saudara kandung, akan memudahkan rencana kalian di kemudian hari.

Pastikan pasanganmu kelak juga berbagi prinsip hidup ini, biar setelah menikah pun kalian tidak berhenti jadi anak yang berbakti

Jadi keluarga solid yang saling menjaga via lifehappens.org

Untukmu yang saat ini sudah punya calon pasangan, baiknya topik menjaga orangtua juga diselipkan dalam obrolanmu dengannya. Diskusikan akan bagaimana ke depannya. Keberatankah dirinya jika kelak ke depannya kamu ingin membawa serta orangtua tinggal bersama. Pun jika tidak ingin tinggal bersama, bicarakan juga dengannya tentang kesiapan finansial kalian agar nantinya bisa membantu orangtuamu dan orangtuanya. Kamu dan dia harus menjadi tim yang baik untuk berbakti kepada orangtua. Baik untuk menjaga orangtuamu atau orangtuanya

Siklus hidup yang masih berputar adalah kesempatanmu untuk membalas segala kasih sayang. Ingat, banyak orang yang sudah tidak memiliki peluang itu karena orangtuanya berpulang terlalu cepat

Berganti posisi, sekarang tugasmu yang menjaga mereka via i.huffpost.com

Kamu beruntung masih punya kesempatan untuk menjaga orangtua dengan baik saat kamu sudah mampu. Karena tidak semua orang bisa merasakannya. Seperti mereka yang orangtuanya telah berpulang sebelum sempat untuk mereka bahagiakan. Jadi, jangan menjadikan menjaga orangtua sebagai beban. Jadikan hal tersebut sebagai caramu membalas segala kebaikan mereka. Walaupun sampai kapan pun, kita sebagai anak tak ‘kan mampu membalas kasih sayang mereka.

Satu hal lain yang tak kalah penting, yakni kesiapan membagi waktu untuk orangtua. Sebab akan menjadi percuma jika kelak tinggal bersama orangtua, namun kamu lupa untuk memperhatikan mereka. Ini bukanlah tugas yang membebani, melainkan semata keputusan yang datang dari hati.

Semoga kelak, rencanamu untuk menjaga orangtua di hari tua mereka bisa terwujud dengan baik. Karenanya, persiapkan segala sesuatunya dari usia 25, agar kamu bisa menjadi tempat bersandar yang kokoh bagi mereka.