Hubungan pacaran bisa dianggap sebagai tahap lanjut dari penjajakan antar dua insan manusia. Mempertahankan hubungan asmara adalah tantangan yang harus dilewati bersama. Harapannya agar bisa jadi pembelajaran untuk membangun rumah tangga yang sesungguhnya di masa depan kelak.

Tapi pacaran terkadang dimaknai jauh melewati fungsi yang sebenarnya. Mulai dari panggilan ‘Mama-Papa’ ala anak SMP yang sering membuat dahi berkerut, sampai ketergantungan berlebihan kepada pasangan. Biar aman dan tetap berada di jalur yang benar, meski kamu punya pacar, jangan sampai kamu lupa pada 6 hal penting ini!

1. Meski punya pacar, kamu dan dia adalah dua orang yang berbeda. Tidak harus selalu sama pendapat untuk setiap masalah

Beda pendapat adalah hal biasa via www.hipwee.com

“Sayang, nanti malam final Liga Champion nih. Kamu dukung Barcelona kan?”

“Aku dukung MU.”

“Dih, kok kamu gitu sih? Masa kita beda kubu? Dukung Barcelona juga dong sayaaang…”

“Aduh, gimana ya. Aku dari dulu dukungnya MU. Ini aja aku lagi pakai jersey MU.”

“Oh jadi gitu? Kamu pilih MU atau aku?”

“?”

Ingat bahwa hidup tidak selamanya seperti soal matematika yang hanya punya satu jawaban benar. Bukan berarti ketika kalian pacaran, kamu dan dia harus selalu sepakat dengan satu hal. Perbedaan pendapat tentang segala hal itu wajar. Jangan sampai menimbulkan pertengkaran yang tidak masuk akal.

2. Untuk saat ini kamu dan dia belum resmi. Tidak ada alasan bagimu untuk memberikan seluruh waktumu untuk pasangan

Advertisement

Tidak seluruh waktumu harus untuknya via papasemar.com

“Beb, nanti malam kita nonton yuk? Udah lama nih nggak nonton bareng sama kamu.”

“Nanti malam aku ada acara sama teman-teman tuh, beb. Besok aja gimana?”

“Oh jadi kamu lebih milih teman-temanmu dibanding aku?”

“Ya nggak gitu, tapi…”

“Ah, ya udahlah. Baru pacaran aja aku udah dinomorduakan. Gimana nanti kalau udah nikah??”

Meski sekarang kalian sepakat untuk saling menyayangi, bukan berarti seluruh waktumu untuk dia dan sebaliknya. Toh kamu dan dia memang punya dunia yang berbeda. Waktumu dan waktunya sepenuhnya milik kalian masing-masing, terserah mau dihabiskan dengan siapa. Lain halnya jika memang sudah resmi dalam ikatan pernikahan, keseharian kalian yang nantinya akan jadi satu memang membuat kalian akan banyak bersama-sama menghabiskan waktu.

3. Ditemani pacar ke mana-mana memang asyik, tapi jangan lupa untuk terus belajar menjadi sosok yang mandiri

Tetap harus mandiri via surgatraveller.com

Salah satu keuntungan punya pacar adalah kamu punya teman untuk diajak ke mana-mana. Ke kondangan, kamu nggak perlu tengsin sendirian. Nonton, belanja, atau sekadar duduk-duduk saja di kafe, kamu selalu ada temannya. Tapi jika terlalu terbiasa bersama-sama pacar, kamu bisa jadi canggung saat jalan sendirian. Kamu jadi bergantung terus kepadanya dan sebaliknya, padahal belum tentu kalian akan terus bersama-sama. Kamu lupa belajar untuk mendiri dan melakukan apa-apa sendiri.

4. Kamu juga butuh waktumu sendiri untuk mengembangkan diri. Untuk mengejar mimpi dan menjadi sosok yang lebih baik setiap hari

Kamu butuh waktu untuk mengembangkan diri via www.theplaidzebra.com

Ini dan itu kamu lakukan dengan pacar. Begini dan begitu semua kamu lakukan demi pacar. Segala hal dalam hidupmu terpusat sepenuhnya untuk menyenangkan pasangan. Kamu lupa bahwa dirimu juga punya hal untuk mengembangkan diri. Agar kelak bukan hanya dirinya saja yang menjadi sosok terbaik saat pernikahan tiba, tapi kamu juga. Punya pacar tidak berarti kamu harus merelakan semua mimpi dan waktumu untuk berdua. Tapi kamu dan dia sepakat untuk jalan bersama, menyempurnakan diri setiap harinya.

5. Hubungan yang sehat adalah pasangan yang saling mendukung dalam mengejar mimpi. Bukan saling menghalangi karena takut ditinggal sendiri

Saling mendukung via blog.dormify.com

“Ta, kemarin aku nggak lihat kamu di seminar beasiswa?”

“Hehe iya, aku nggak datang. Aku nggak jadi ambil beasiswanya.”

“Lho kenapa? Kan sayang banget?”

“Nggak boleh sama cowok aku…”

Takut kehilangan dan takut ditinggal sendiri itu wajar. Karena itulah muncul rasa cemburu. Tapi sebuah hubungan yang sehat tidak akan mengatasnamakan cinta untuk menghalangi mimpi salah satunya, hanya karena kamu takut ditinggal sendirian. Jika memang status saat ini sebatas pacaran pun sudah membuat mimpimu tak berkembang, mungkin kamu patut berpikir ulang tentang hubungan kalian.

6. Menggantungkan hidupmu pada pacar saat ini bukan pilihan bijak. Sebab hidup selanjutnya kamu tidak pernah tahu apa

Menggantungkan hidup pada pasangan bukan hal yang bijak via www.glamourmagazine.co.uk

Punya pacar memang enak. Ini itu ada temannya. Jika ada masalah, ada orang yang bisa diajak berdiskusi mencari solusi. Senang dan susah, kamu tidak melaluinya sendiri lagi. Tetapi pacar tetap bukanlah sosok yang tepat bagimu untuk menggantungkan hidupmu. Ingat bahwa kamu tidak tahu apa yang terjadi di masa depan. Belum tentu, pacarmu saat ini adalah orang yang akan menjalani hidup bersamamu selamanya.

Kamu dan dia bisa menjadi sosok yang bahu-membahu menyongsong masa depan dengan segala perbaikan diri. Tapi untuk saat ini, akui saja kenyataan bahwa kalian belum resmi. Punya pacar bukan berarti kamu berhenti hidup mandiri. Kamu juga berhak mengembangkan diri. Agar kamu tetap selamat sampai cincin pernikahan tersemat, jadikan pacar sebagai rekan menggapai mimpi, bukan sosok yang menentukan seluruh hidupmu saat ini.