Entah sejak kapan tren setelah lulus S1 langsung lanjut ke jenjang S2 menjadi kian marak. Alasan yang melatarbelakangi mereka yang memilih langsung lanjut ke jenjang pendidikan S2 pun beragam. Mulai dari alasan yang paling masuk akal, yakni merasa ilmu yang didapatkan selama S1 masih kurang lalu ingin memperdalam dengan mengambil jenjang S2. Sampai alasan melanjutkan S2 karena tak juga mendapatkan pekerjaan setelah lulus S1.

Punya gelar master di belakang nama setelah lulus S2 memang terlihat mentereng. Namun bukan berarti kamu yang ‘hanya’ lulusan S1 boleh berkecil hati. Ada alasan-alasan yang akan menaikkan kepercayaandirimu lagi. Kadang kamu yang lulusan S1 justru yang banyak dicari oleh para pencari kerja.

1. Lulusan sarjana lebih bisa dibentuk sesuai kebutuhan perusahaan, ketimbang mereka yang bergelar S2

1

Lulusan sarjana lebih mudah dibentuk via www.theodysseyonline.com

Advertisement

Sebagian kamu mungkin udah sering banget mendengar Graduate Development Program atau Management Trainee. Program pelatihan sebuah perusahaan yang ditujukan untuk karyawan baru. Pada program tersebut para peserta yang kebanyakannya lulusan sarjana, akan diarahkan dan dibekali tentang profil dan unit bisnis perusahaan mereka.

Nah, biasanya sih perusahaan lebih suka menerima mereka yang lulusan S1 ketimbang S2, karena mereka yang bergelar sarjana lebih bisa dibentuk sesuai dengan visi dan misi perusahaan. Lain ceritanya dengan mereka yang lulusan S2 yang udah punya ideologinya sendiri.

2. Lulusan S2 kadang punya ekspektasi yang terlalu tinggi, yang belum tentu perusahaan bisa beri

Sedari kuliah mereka udah

Sedari kuliah mereka dibekali gambaran tentang perusahaan ideal via www.dailymail.co.uk

Mereka yang lulusan S2 sudah dibekali ilmu tentang bagaimana gambaran perusahaan yang ideal. Hingga ketika memasuki dunia kerja, mereka cenderung kesulitan beradaptasi karena ekspetasi yang dipasang sudah terlalu tinggi. Dan tak semua perusahaan bisa memenuhi permintaan calon karyawan baru yang memasang standart terlalu tinggi

Advertisement

Kadang, lulusan sarjana tak segan untuk bekerja apapun dari level paling bawah. Karena mereka masih ingin mencari pengalaman sebanyak-banyaknya. Usia yang masih terbilang muda pun tak menjadi halangan para lulusan S1 untuk mencari pengalaman bekerja sebanyak-banyaknya. Berbeda dengan lulusan S2 yang sudah kadung punya standart sendiri soal pekerjaan.

3. Banyak yang belum tahu jika yang dicari perusahaan adalah kecakapan dalam bekerja, bukanlah gelar master di belakang nama

Yang dicari adalah keahlian, bukan gelar.

Yang dicari adalah keahlian, bukan gelar. via www.dailymail.co.uk

Banyak perusahaan yang tidak begitu memedulikan gelar. Hal yang dicari adalah keahlian dan kecakapan dalam bekerja. Nah, biasanya perusahaan melihat keahlianmu dari seberapa banyak rekam jejak pengalamanmu. Kamu yang memilih langsung lanjut S2 setelah lulus sarjana, ada baiknya tak menyepelekan soal pengalaman kerja. Pendidikan tinggi, bukan berarti pengalaman kerja harus minim

Kamu pun bisa mencoba memulai mencari program magang yang disediakan perusahaan-perusahaan. Setidaknya kamu tidak terlalu buta soal dunia kerja.

4. Lulusan S2 punya ego yang tinggi soal gaji padahal minim pengalaman kerja, ini yang bikin perusahaan berpikir dua kali menerima mereka

Meminta gaji yang tinggi

Berpikir dua kali via www.dailymail.co.uk

Banyak lulusan S2 yang mematok gaji tinggi saat wawancara kerja. Padahal tak semua dari mereka punya pengalaman kerja yang mumpuni. Itulah mengapa yang membuat perusahaan berpikir dua kali untuk menerima lulusan S2 dengan pengalaman minim.

5. Banyak perusahaan yang enggan menerima lulusan S2, jika alasan mereka melanjutkan S2 hanya karena ogah bersaing di dunia kerja

Hire me!

Hire me! via www.today.com

Saat wawancara kerja,

HRD: Jadi begitu lulus S1, kamu langsung lanjut S2?

Kamu: Iya

HRD: Kenapa saat itu kamu memilih untuk lanjut studi dan tidak bekerja dulu?

Kamu: Karena saat itu, daripada saya susah dapat kerja, lebih baik saya langsung lanjut S2 saja.

Ini juga yang menjadi alasan kenapa banyak perusahaan lebih tertarik mempekerjakan lulusan sarjana. Biasanya saat wawancara akan ditanya kenapa kamu dulu memilih untuk langsung melanjutkan studi dan tidak bekerja dulu. Dari jawabanmu nanti, perusahaan bisa menilai ketangguhanmu. Jika jawabanmu karena ketika itu masih belum siap memasuki dunia kerja atau karena takut jadi pengangguran, dapat dipastikan mereka enggan menerima kamu. Sebab dari jawabanmu itu tergambar bahwa kamu bukan tergolong pribadi yang tangguh, pribadi yang mereka cari.

6. Sebenarnya tak salah dengan pilihan langsung lanjut S2, asal jangan menjadi pribadi yang minim pengalaman

Jangan sampai minim pengalaman

Jangan sampai minim pengalaman via unsplash.com

Pilihan untuk langsung melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 sebenarnya tak selamanya menjadi pilihan yang salah. Namun ada baiknya, kamu tetap memperkaya pengalamanmu selama kuliah S2. Entah itu magang di perusahaan atau mencoba menjadi pekerja lepas yang waktunya masih bisa dikompromikan dengan jadwal kuliah.

Hal ini tentunya penting untuk dilakukan. Agar nantinya kamu tidak terlalu kaget dalam menghadapi persaingan di dunia kerja. Bekal ilmu yang tinggi, tak akan ada artinya tanpa pengalaman yang mumpuni.

Sesungguhnya yang dicari oleh perusahaan adalah keahlian yang dibuktikan dengan pengalaman. Bukan semata gelar master di belakang nama. Apapun jenjang pendidikan kamu, tak seharusnya kamu berkecil hati. Asal kamu punya keahlian yang bisa diandalkan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya