6 Mantra Afirmasi Positif yang Bisa Kamu Gunakan Biar Nggak Melulu Pesimistis Tentang Hubungan

Kalimat afirmasi positif

Perjalanan hidup manusia itu berliku, menanjak, dan kadang menukik. Seperti contoh dalam hubungan asmara, ada kalanya kamu berhasil dengan mulus melewati tiap rintangan yang kelak bisa dikenang sebagai nostalgia bahagia. Tapi ada pula saatnya usaha melalui itu semua berjalan kurang baik dan malah meninggalkan bekas semacam luka atau trauma.

Advertisement

Nah, luka atau bahkan trauma yang muncul akibat pengalaman kurang mengenakkan, bisa mengantarmu jadi seorang pesimis dalam memandang hubungan selanjutnya jika nggak diobati loh. Padahal menjadi pesimistis hanya akan membuatmu nggak percaya diri, atau malah bisa menjauhkanmu dari cinta sejati. Memang, perkara mengobati luka hati nggak segampang dengan membaca kalimat-kalimat motivasi. Tapi bukan berarti hal tersebut mustahil dilakukan. Karena faktanya, sekadar mengucapkan dan menanamkan afirmasi positif setiap hari saja bisa menjauhkanmu dari sikap pesimistis. Melansir Your Tango, pakar hubungan Amy Schoen mengungkapkan 6 maantra afirmasi positif yang bisa kamu gunakan.

1. “Aku layak mendapatkan cinta dan kasih sayang”

Kamu layak mendapatkan cinta dan kasih sayang via www.pexels.com

Kesampingkan dulu segala kesalahan yang pernah kamu lakukan di masa lalu, yang mungkin membuatmu berpikir nggak layak lagi menerima cinta. Kamu perlu menegaskan bahwa dirimu saat ini layak mendapatkan cinta dan kasih sayang. Seseorang yang nggak merasa layak dicintai mungkin nggak akan tahu bagaimana menerima dan juga memberi cinta. Meyakini bahwa “aku layak”, selain sebagai awal yang penting dalam membangun komunikasi positif dengan diri sendiri, juga merupakan sikap membuka diri terhadap cinta yang akan kamu terima. Hal ini juga merupakan ekspresi tertinggi dari harga dirimu.

2. “Aku pantas diperlakukan dengan lebih baik, dan orang harus tahu itu”

Kamu pantas diperlakukan lebih baik via www.pexels.com

Selain harus merasa layak dicintai, kamu juga harus merasa pantas diperlakukan dengan lebih baik. Menanamkan hal ini secara langsung akan membangun sebentuk filter diri, yang secara alami akan memilih orang-orang yang bisa memperlakukanmu dengan baik untuk berada di dekatmu. Merasa pantas diperlakukan dengan baik bisa menghindarimu dari orang-orang yang nggak bisa menghargai. Kamu bisa lebih terbuka terhadap kemungkinan baru dalam hubungan, karena yakin bahwasanya diri pantas mendapat perlakuan yang baik dalam sebuah hubungan.

3. “Aku percaya diri dan nyaman dengan diriku apa adanya”

Percaya diri via www.pexels.com

Percaya diri, sebagaimana sering disematkan dalam upaya memotivasi diri, memang merupakan kualitas terbaik yang bisa dimiliki manusia. Merasa percaya dan nyaman dengan diri sendiri adalah salah satu bentuk kesiapanmu dalam menempatkan diri, tanpa terikat dengan apa yang dunia dan orang lain harapkan. Ketika hal ini dilakukan, maka bertemu dengan orang yang benar-benar bisa menerima dan nyaman didekatmu merupakan keniscayaan.

4. “Hatiku terbuka dan siap menerima seseorang ke dalam hidupku”

Membuka hati via unsplash.com

Tiga hal yang sudah disebutkan di atas, harus dibarengi dengan sikap membuka diri. Sekali lagi, kesampingkan dulu pengalaman pahitmu dalam sebuah hubungan. Menjadi skeptis dan hati-hati terhadap hubungan setelah pengalaman pahit tentu sebuah sikap yang wajar. Tapi, jika kamu terus berkutat dengan hal itu, dirimu hanya akan membuat batasan-batasan yang bisa saja menjauhkanmu dari segala kemungkinan dalam hubungan asmara.

5. “Setiap orang yang aku temui mengajarkan tentang apa yang aku butuhkan dan tidak butuhkan dalam sebuah hubungan”

Hubungan adalah pelajaran via unsplash.com

Sikap ini merupakan wujud kamu telah menyadari bahwa perjalanan hubungan adalah sebuah pelajaran. Dengan manjalani manis dan pahitnya asmara, kamu jadi mengetahui apa yang kamu butuhkan dan nggak butuhkan dalam sebuah hubungan. Intinya, kamu bisa mempelajari banyak hal tentang dirimu sendiri hanya dengan menjalani hubungan dengan berbagai orang. Sikap ini akan membuatmu lebih fleksibel membuka diri, dan tentunya menjauhkan dari sikap pesimistis.

Advertisement

6. “Aku membutuhkan seseorang bukan untuk melengkapi diriku”

Dirimu sudah lengkap via www.pexels.com

Sikap pesimistis bisa jadi muncul jika pada awalnya kamu membutuhkan seseorang hanya untuk melengkapi dirimu. Sebab ada ekspektasi yang ikut muncul berbarengan dengan hal itu. Istilah saling melengkapi dalam hubungan nggak selalu benar meski juga bukan hal yang keliru. Karena pada dasarnya, seseorang nggak harus datang ke hidupmu hanya untuk melengkapi atau memperbaiki hidupmu. Dirimu saat ini sudah lengkap, dan kamu siap untuk bertemu seseorang yang lengkap pula. Menurut Amy, nggak satupun dari kita benar-benar bisa mengubah pasangan dalam sebuah hubungan. Yang terjadi hanyalah kita mengenali, menerima dan mencintai. Hanya itu.

Skeptis dan bersikap hati-hati itu wajar, dan 6 afirmasi positif di atas bisa kamu gunakan biar nggak jadi pesimistis terhadap hubungan. Afirmasi positif tersebut bekerja dengan cara mengubah apa yang kamu pikir “seharusnya ada” menjadi sesuatu yang “sudah ada”. Dengan ini, ia menjauhkanmu dari angan-angan dan menempatkanmu pada posisi penerimaan paling baik.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

colour my life with the chaos of trouble

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE