Duh ceroboh banget sih….

Bukan cuma orang lain, tapi kamu pun pernah mengatakan itu ke dirimu sendiri. Mau bagaimana lagi, sudah berusaha untuk berhati-hati dan mengingat segala sesuatunya, tapi tetap saja ada yang terlewat atau salah. Rasanya menjadi orang ceroboh memang ada tantangannya sendiri. Kamu harus terus belajar tenang supaya tak lekas kalang kabut. Melatih fokusmu pun tak boleh tertinggal olehmu.

Selain usaha-usaha untuk meminimkan kebiasaan cerobohmu. Hal-hal apa lagi sih yang sering kamu rasakan selama ini? Udah santai saja, ceroboh itu juga manusiawi kok!

1. Gregetan dan bingung jadi satu saat ketinggalan atau kehilangan barang penting, seperti dompet pribadimu

Bingung kan! via unsplash.com

Duh, ke mana ya dompet, perasaan tadi udah dimasukin tas…. Ah ceroboh banget sih nih!

Advertisement

Mulai dari dompet, segala jenis kartu entah ATM atau tanda pengenal, sampai kadang jaket atau benda yang cukup besar pun pernah kamu lupakan dan hilangkan. Entah tertinggal di rumah, kantor, atau hilang di jalan. Alhasil kamu pun tak bisa menghindari rasa gregetan ke dirimu. Sampai kadang menggerutu sendiri.

2. Saking sering lupa, kamu jadi lebih sering diingatkan

Pas diingatkan lagi cuma bisa senyum ~~ via demetriamq.weebly.com

Mus, jangan lupa gambar di cover diganti ya.

Oh iya, itu juga belum ditambah tagarnya….

Hampir semua orang yang kenal denganmu selalu bantu mengingatkan. Mau bagiamana lagi, kamu kalau sudah panik dan buru-buru pasti ada saja yang terlupakan. Bahkan saat sedang selow pun kadang kamu lupa sesuatu.

3. Kalau sudah buru-buru, pasti ada saja salah yang dilakukanmu

Salah lagi via unsplash.com

Nissss, tolong dicek lagi naskahnya, banyak yang typo itu. Cepat ya….

Fokusmu yang sering kali berantakan saat buru-buru nggak cuma sering buatmu lupa. Tapi juga melakukan beberapa salah. Kacaunya lagi kadang itu terjadi pada tugas yang kamu sedang kerjakan. Huft!

4. Saat panik pun kamu sudah terbiasa mendengar celetukan, “Lebay banget sih….”

Eh ini bagaimana dong, aku lupa bawa flash disk lagi. Mana dua jam lagi acaranya.. Duh mati deh aku….

Apa sih, lebay banget. Tinggal minta dianter pakai kurir aja sih!

Panik dan akhirnya jadi mengeluh berlebihan, itu bukan hal yang baru buatmu. Dibilang lebay pun sebenarnya sudah biasa, meski perasaan tak terima kadang tak bisa ditampik.

5. Malu sendiri, seperti saat panik mengira barang hilang, padahal cuma lupa menyimpannya

disembunyikan saja deh mukannya via unsplash.com

Eh, ketemu, ternyata nggak hilang….

Ketemu di mana?

Di musholla. Aku lupa kalau bawa, dan tadi ketinggalan pas sholat. Hehehe -_-

Sudah ceroboh, pelupa, panikan pula, rasanya kebiasaan-kebasaan itu lengkap untuk melahirkan rasa malu. Dan seringnya kamu cuma bisa pasrah saja.

6. Kamu sering dianggap menyusahkan orang, sedih rasanya hati ini

Sedih nyusahin terus via unsplash.com

Selain perasaan gemas, kesal, dan malu, kamu juga sering mendadak sedih saat orang menganggap kecerobohanmu ini sangat menyusahkan. Selain itu sebenarnya masih ada juga komentar atau ledekan yang tak kalah nyelekit di hati.

7. Seringnya kamu lelah sendiri, saat kecerobohan dan kepanikan ini membuatmu rugi

Lelah sendiri kan hmmm via www.goodreads.com

Rasa-rasa capek karena sering banget salah dan lupa ini itu. Apalagi saat kecerobohan ini mebuatmu celaka, seperti tersandung karena jalan terburu-buru, atau saat kamu mejatuhkan sesuatu. Sebegitu kompleksnya memang drama yang diciptakan dari kebiasaan burukmu ini. Lelah ~~

8. Diam-diam ada rasa takut lupa atau salah lagi

Takut salah lagi via unsplash.com

Jangan sampai ini salah lagi. Kali ini aku harus ingat buat tambah tagar

Kamu sering kali berbicara dengan dirimu sendiri, mengingatkan untuk tak lupa dan berusaha untuk tetap fokus. Sebab diam-diam kamu memang sering juga merasa takut jika kecerobohan ini lagi-lagi merugikanmu serta orang lain.

Sulit memang jadi orang dengan kebiasaan ceroboh dan panik. Tapi alih-alih selalu menyalahkan diri sendiri atau menyesali, kamu harusnya bersabar lagi untuk coba memperbaikinya pelan-pelan. Sebab kebiasaan ini masih bisa dirubah, selama kamu benar-benar berusaha dengan niat yang penuh.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya