Karena Laki-Laki Sejati Nggak Harus Keki, Meski Hidup Sendiri Tanpa Pasangan yang Mendampingi

Mungkin kamu adalah satu dari sekian banyak laki-laki yang memang belum diberi kesempatan untuk membina rumah tangga. Padahal usiamu sudah lewat dari seperempat abad dan boleh dibilang sudah cukup matang untuk menjalin hubungan yang serius alias menikah.

Tak bisa dipungkiri, menikah jelas bukan perkara mudah. Selain belum dipertemukan dengan jodoh yang tertakdirkan, entah sadar atau tidak mungkin diri kita sendiri sebenarnya merasa takut. Pasalnya, banyak hal yang mesti dipersiapkan sebelum mantap menjalin komitmen seumur hidup dengan seseorang. Perkara mental, kesiapan materi, hingga kemauan untuk setia pada pasangan juga harus dipikirkan matang-matang.

Jika saya, kamu, dan kita masih saja melajang di usia yang sekarang, tak perlu berkecil hati. Meski teman-teman seangkatan sudah sibuk dengan keluarga barunya sendiri, kita justru punya kesempatan untuk menikmati kesendirian lebih lama lagi. Lalu apa saja yang layak kita syukuri dari kondisi ini?

ADVERTISEMENTS

Usiamu boleh jadi terus menua, tapi tak perlu khawatir karena di luar sana banyak wanita yang lebih menyukai pria dewasa

Banyak wanita yang lebih menyukai pria dewasa bukan?

Banyak wanita yang lebih menyukai pria dewasa bukan? via movies.ndtv.com

Sebagian dari kita mungkin akan merasa was-was atau khawatir ketika usia terus saja bertamba sedangkan kesempatan untuk menikah belum juga datang. Berkaca pada soal kesehatan dan norma sosial, rasa cemas yang dirasakan tentu terdengar wajar.

Tapi jika direnungkan, bukankah usia yang terus bertambah sebenarnya tak perlu dirisaukan? Alasannya sederhana saja, banyak wanita yang punya kecenderungan memilih pasangan atau pria yang berumur. Pasalnya, pria yang memiliki usia lebih tua dianggap memiliki pandangan dan sifat yang dewasa. Mereka percaya bahwa membina hubungan dengan pria yang lebih matang justru akan lebih berhasil daripada dengan mereka yang seumuran.

Nah, oleh karenanya, kamu layak bersikap santai saja ketika di umurmu yang sudah lebih dari seperempat abad ini belum juga memiliki pasangan. Justru seharusnya kamu merasa lebih percaya diri karena kemungkinan akan lebih banyak wanita yang menginginkan menjadi pasanganmu. Hanya saja, Tuhan mungkin memang belum memberi restu untukmu melangkah ke jenjang kehidupan yang baru.

ADVERTISEMENTS

Hidup melajang tak semestinya membuatmu berkecil hati. Saat ini adalah kesempatanmu memaksimalkan diri dan meraih mimpi-mimpi tertinggi

Kejar mimpi-mimpi tertinggimu

Kejar mimpi-mimpi tertinggimu via imgarcade.com

Jika di usia yang sekarang kamu masih saja melajang sedangkan teman-temanmu yang lain sudah berkeluarga, anggap saja sebagai sebuah keberuntungan. Kenapa beruntung? Karena itu artinya kamu masih diberi kesempatan mengumpulkan ‘modal’ sebelum berumah tangga.

Dari sisi karir, kamu masih bisa fokus pada pekerjaan dan tugas-tugasmu di kantor. Kamu punya lebih banyak waktu memaksimalkan diri sehingga terbukalah kesempatan untuk menyamankan posisi dalam karir. Hal-hal semacam inilah yang mungkin akan sedikit terhambat saat kamu sudah berkeluarga. Waktu untuk istri dan anak-anakmu kelak tentu akan mengurangi waktu kerjamu. Segala keputusan yang akan diambil dan kaitannya dengan karir pun harus didiskusikan dahulu bersama pasangan. Bahkan, segala imbas atau akibatnya bagi keluarga kecilmu juga harus masak-masak dipikirkan.

ADVERTISEMENTS

Membina rumah tangga jelas bukan perkara mudah. Pastikan kamu sudah mempersiapkan diri sehingga kelak tak mudah menyerah ketika menghadapi masalah

akankah dia kuat saat ditempa masalah?

akankah dia kuat saat ditempa masalah? via acculturated.com

Selain masalah karir dan kemapanan, modal yang tak kalah penting dalam membina pernikahan adalah kesiapan dirimu sendiri. Sebagai laki-laki yang masih melajang, kamu justru punya lebih banyak waktu untuk menata diri dan menyiapkan mentalmu.

Masa-masa melajang bisa kamu jadikan kesempatan untuk sedikit demi sedikit belajar mengendalikan ego dan emosi. Kamu belajar agar bisa lebih sabar saat menghadapi masalah dan tentu saja belajar untuk berkompromi dengan pasangan. Keinginan untuk segera menikah yang belum diamini Tuhan justru jadi kesempatan agar kamu bisa menempa diri jadi sebaik-baiknya manusia. Kelak saat sudah menjalankan tugas sebagai seorang suami, ayah, dan tentunya kepala keluarga, kamu bisa bersikap bijaksana.

ADVERTISEMENTS

Usia muda dan status sebagai tuna asmara menjadikanmu punya lebih banyak kesempatan untuk melakukan hal-hal gila

Kapan lagi bisa melakukan hal gila ini?

Kapan lagi bisa melakukan hal gila ini? via mbike.com

Tak ada salahnya jadi pria muda yang hidup bahagia meski tanpa cinta. Yup, kamu yang saat ini masih melajang boleh dibilang punya lebih banyak kesempatan untuk melakukan apa yang kamu inginkan. Meski yang kamu lakoni adalah hal-hal yang menantang bahaya dan bahkan terbilang gila, kamu bisa lebih ringan menjalaninya.

Menghabiskan jatah cuti untuk berkelana ke daerah-daerah pedalaman atau ke luar negeri? Menguji nyali dan kekuatan diri dengan menyambangi puncak-puncak tertinggi? Melakoni olahraga-olahraga ekstrem, atau menghabiskan gaji untuk membeli barang-barang yang kaitannya dengan hobi? Apapun itu selama yang kamu lakukan terbilang positif, kamu tak layak dilarang-larang. Umumnya, hanya orang tua saja yang akan memberimu nasehat agar apa yang kamu lakukan tak kebablasan. Selebihnya, kamu punya otoritas penuh atas dirimu sendiri sebagai seorang laki-laki dewasa.

ADVERTISEMENTS

Soal jodoh, Tuhan lah yang menentukan. Belum menikah meski umur sudah mencukupi bukanlah perkara yang harus dirisaukan

Tuhan sedang mempersiapkan jodoh terbaikmu

Tuhan sedang mempersiapkan jodoh terbaikmu via soulguidancedreaminterpretation.wordpress.com

Banyak alasan yang mendasari mengapa kamu belum juga menikah di usiamu yang sekarang. Mungkin kamu memang belum bertemu dengan jodoh yang ditakdirkan untukmu. Bisa jadi kamu sudah punya pacar, tapi pasanganmu tak mau buru-buru menikah atau belum benar-benar mantap memilihmu.

Yang pasti, perkara jodoh jelas berada di luar kendali kedua tanganmu. Ada Tuhan yang Maha Berkehendak menentukan kapan waktu yang tepat dan dengan siapa kamu akan menikah. Tak perlu berkecil hati atau menyalahkan keadaan, percayalah bahwa kelak akan tiba waktu dimana kamu bisa bahagia bersama pasangan.

Kesendirianmu yang sekarang jelas tak perlu diratapi, justru apa yang kamu miliki saat ini layak disyukuri. Toh yang namanya jodoh juga akan datang jika Tuhan sudah menghendaki. Kita hanya harus memanfaatkan waktu, menempa diri agar bertumbuh jadi manusia yang lebih baik lagi.

Jadi, nggak usah keki ya kalau ada keluarga atau teman yang bertanya,

“Bro, hari gini masih single aja? Kapan nikahnya?”

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penggemar Mendoan hangat, dan kopi hitam nan kental