5 Kegiatan Ini Bukti Bahwa Pada Dasarnya Manusia Itu Baik. Pandemi Jadi Momen Untuk Saling Berbagi

kegiatan berbagi

Sesuatu yang buruk nggak benar-benar buruk jika kita melihatnya lebih dekat dengan persektif yang berbeda. Seperti halnya saat kita tertimpa musibah, di balik nasib sial pasti ada pelajaran yang bisa diambil. Jatuh dari sepeda misalnya, gara-gara terjatuh kita jadi lebih berhati-hati saat mengendarai: nggak ngebut, fokus, dan selalu pakai perlengkapan yang standar ketika berkendara.

Advertisement

Pandemi pun begitu. Jangan melihatnya dari sisi buruknya saja sebab nggak akan ada habisnya untuk dibahas. Sesekali cobalah untuk melihat pandemi ini dari sisi yang berbeda. Salah satunya, gara-gara Corona kita jadi tahu bahwa masih banyak orang baik di sekitar kita. Pandemi menjadi momentum buat orang-orang untuk saling berbagi. Berikut beberapa di antaranya.

1. Relawan medis Covid bukti kalau masih banyak orang baik di Indonesia. Semoga mereka diberi kesehatan selalu

Relawan Covid via nasional.kompas.com

Kasus Corona di Indonesia termasuk tinggi. Gara-gara ini tenaga medis kesulitan menangani sampai akhirnya membuka pendaftaran buat masyarakat umum untuk jadi relawan. Nggak disangka, ternyata banyak juga yang mendaftar. Ini menjadi bukti kalau masih banyak orang baik di Indonesia. Panjang umur aksi kemanusiaan. Para relawan ini berani mempertaruhkan keselamatan diri mereka demi membantu sesama.

2. Saat tenaga medis butuh bantuan APD, orang-orang bergerak membantu secara sukarela. Bahkan ada yang lebih cepat dari aksi pemerintah

Bantuan APD via republika.co.id

Selain tenaga, bantuan lain juga datang dalam wujud donasi APD (Alat Pelindung Diri). Beberapa waktu lalu tenaga medis sempat kesulitan merawat pasien karena keterbatasan APD. Foto-foto para tenaga medis yang mengenakan alat pelindung seadanya seperti jas hujan pun banyak tersebar di dunia maya. Berawal dari situ, orang tergerak dan memberikan bantuan langsung. Para pelaku konveksi pun ikut memproduksi APD untuk disumbangkan kepada garda terdepan melawan Covid-19. Perlu diingat, banyak dari mereka yang usahanya sedang dilanda kesusahan selama pandemi ini, tapi mereka nggak ragu buat mengubah produksi dari yang biasanya baju, jadi APD untuk berdonasi dan memenuhi kebutuhan para petugas medis. Salut.

Advertisement

3. Ada juga yang membagi-bagikan makanan dari rumah. Ini bukti bahwa nggak perlu sekaya sultan untuk bisa berbagi

Banyak caranya via www.fixindonesia.com

Berbagi itu masalah ketulusan. Nggak perlu nunggu kaya untuk melakukannya karena ada banyak cara. Beberapa orang sudah mempraktikkannya. Di masa pandemi ini, sudah banyak contoh orang-orang hebat yang membagi-bagikan makanan dari rumah. Ada yang bikin dapur umum, ada yang yang bikin nasi bungkus, ada yang mencantolkan bungkusan sembako di pagar rumahnya, dan masih banyak lagi. Gotong royong, peduli sesama. Meski mereka sendiri nggak sekaya sultan, tapi mereka punya empati dan jiwa kemanusiaan yang tinggi.

4. Di rumah aja bikin orang mudah bosan. Bertolak dari sana akhirnya bantuan hiburan dari para musisi pun berdatangan

Konser amal virtual via nasional.republika.co.id

Bantuan datang dari berbagai kalangan. Musisi pun nggak mau kalah untuk ikutan. Dengan memanfaatkan platform daring mereka melakukan konser yang bisa ditonton secara gratis oleh masyarakat umum. Cara ini juga dipakai banyak media untuk menghibur orang-orang yang bosan di rumah aja. Kita jadi bisa nonton konser idola, tapi tetap aman di rumah.

5. Ada juga bantuan dalam bentuk exposure. Public figure membantu mempromosikan bisnis UMKM secara cuma-cuma

Advertisement

bantu promo via foto.kompas.com

Nggak melulu harus uang, bantuan bisa dilakukan dengan cara apa saja. Seperti bantuan yang dilakukan oleh mereka yang punya banyak follower. Lewat akun media sosialnya, beberapa public figure membuka jasa promosi gratis buat usaha-usaha warganet. Harapannya promosi itu bisa meningkatkan penjualan mereka yang menurun semenjak ada pandemi.

Seperti kata Rutger Bregman, seorang penulis dan sejarawan asal Belanda, dalam bukunya “Humankind: A hopeful History”, sifat dasar manusia itu baik hati. Hal-hal di atas bisa jadi bukti. Pandemi mengungkap fakta bahwa masih banyak orang baik di luar sana. Mau itu dalam bentuk bantuan materi atau bantuan jasa, masih banyak orang-orang yang baik hatinya dan rela membantu sesama. Makanya yuk kita sebar energi positif di masa pandemi ini. Sekecil apapun bantuan yang kita beri, dampaknya akan sangat besar buat mereka yang membutuhkan.

Sudah waktunya kita lebih peduli, kenal, dan memahami virus corona yang sudah hidup di antara kita. Dapatkan E-book Panduan Normal yang Baru di sini.
Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Fiksionis senin-kamis. Pembaca di kamar mandi.

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE