Tetap Harus Bekerja di Luar Saat Pandemi Memang Bikin Was-was. Percayalah, Kita Pasti Bisa Melaluinya Bersama

Kerja di luar rumah corona

Tak terasa, beberapa bulan telah berlalu sejak pandemi bermula. Bagaimana perasaanmu? Wajar kalau kamu masih merasa cemas karena takut tertular virus corona yang mematikan. Karena itulah orang-orang melakukan berbagai pencegahan, salah satunya berada di rumah terus supaya virus tak menyebar.

Advertisement

Namun, sayangnya tak semua bisa melakukan itu. Sebagian orang tetap harus menjemput rezekinya di luar rumah. Ada yang menjadi driver ojek online, berjualan di pasar, dan lain sebagainya. Apalagi sebagian kantor tak menerapkan aturan work from home atau masa work from home di kantornya sudah usai. Jadi mau tak mau, sebagian orang tetap harus keluar rumah setiap hari untuk bekerja. Apakah kamu juga harus melakukannya?

Saat pandemi masih mengkhawatirkan, tentu berat rasanya harus bekerja di luar rumah. Tetapi apa boleh buat, ini semua demi mencari sesuap nasi

Kerja di luar rumah / Credit: Saulo Mohana via unsplash.com

Tentu kita sudah paham betapa bahayanya virus corona. Inginnya sih di rumah aja agar tetap aman, tetapi kondisi tak memungkinkan. Banyak orang yang tetap harus bekerja di luar rumah karena tak ada pilihan. Ada yang bekerja sebagai driver ojek online, berjualan di kedai, menjadi petugas keamanan, dan masih banyak lagi. Seandainya kamu termasuk salah satu di antaranya, yang sabar ya. Kondisi ini memang berat. Tetapi apa boleh buat, adakalanya kita harus berjuang lebih keras untuk mencari nafkah.

Apalagi kini new normal sudah berjalan. Setiap hari, orang-orang berangkat lagi ke kantor dengan perasaan yang waswas

Memakai masker / Credit: Ani Kolleshi via unsplash.com

Di awal pandemi, banyak kantor yang mengizinkan karyawan untuk bekerja dari rumah. Kita beruntung kalau sempat merasakannya. Tetapi, kini new normal alias kondisi normal yang baru sudah diterapkan. Orang-orang kembali beraktivitas seperti biasa. Sebagian kantor juga meminta karyawan untuk masuk lagi. Padahal, saat ini pandemi masih mengkhawatirkan dan korban terus berjatuhan. Wajar kalau kamu berangkat kerja dengan perasaan waswas karena takut ketularan.

Advertisement

Di tempat kerja, semua terasa berbeda. Orang-orang memakai masker untuk menutupi wajahnya dan berbagai peraturan baru dibuat

Bekerja di kantor / Credit: Christin Hume via unsplash.com

Banyak kantor berusaha memberi pengamanan yang terbaik. Misalnya, setiap orang yang bekerja harus memakai masker. Meja dan kursi juga diberi jarak untuk mengurangi penularan virus. Mungkin awalnya kamu merasa heran. Apalagi suasana kantor berbeda dengan yang dulu. Walaupun setiap orang tetap berusaha ceria, ada perasaan waswas karena harus berkumpul dengan banyak orang di tengah pandemi. Yang bisa dilakukan hanyalah bekerja sebaik dan secepat mungkin agar tugas cepat selesai.

Selepas jam kerja, tak ada lagi kumpul-kumpul bersama teman. Kebanyakan orang memilih langsung pulang demi keamanan

Langsung pulang / Credit: Anubhav Saxena via unsplash.com

Masih ingat kebiasaan sebelum pandemi terjadi? Kadang-kadang, kita janjian dengan sejumlah teman untuk berkumpul setelah kerja. Lalu makan malam bersama sembari saling bertukar obrolan. Kini kebiasaan itu berubah. Selepas kerja, banyak orang yang memilih langsung pulang karena tak ingin berlama-lama di luar rumah. Rasanya kesepian sih. Tetapi tenang aja, kita masih bisa bertemu teman kalau kondisi sudah membaik. Yang penting cepatlah pulang dan jangan berkeliaran kalau tak ada keperluan penting.

Setelah pulang, wajar kalau kita takut membawa virus ke rumah. Apalagi jika masih tinggal bersama orang tua yang kesehatannya lebih lemah

Orang tua di rumah / Credit: Huyen Nguyen via unsplash.com

Muncul kebiasaan baru begitu kita pulang ke rumah. Pokoknya harus cuci tangan dengan bersih, lebih bagus lagi kalau langsung mandi dan keramas. Tetapi, kita tetap khawatir seandainya membawa virus ke rumah dan menularkannya pada keluarga. Apalagi kalau masih tinggal bersama orang tua yang kondisi fisiknya lebih rentan. Bagaimana seandainya mereka sakit parah gara-gara ketularan kita? Kemungkinan itu memang ada, tetapi tak perlu dipikirkan terus karena bisa menyebabkan stres.

Advertisement

Dalam situasi seperti ini, kita hanya bisa melakukan pencegahan sebisanya. Jangan lupa berdoa agar pandemi lekas usai

Bersiap kerja / Credit: Pille-Riin Priske via unsplash.com

Wajar kalau kita merasa khawatir dan takut di tengah pandemi. Tetapi, jangan sampai berlarut-larut. Sebaiknya kita fokus untuk mencegah penularan virus. Jaga kondisi fisik kita dengan baik, usahakan makan dan istirahat secara teratur. Minumlah vitamin dan suplemen kesehatan agar tubuh lebih prima. Selain itu, patuhi berbagai peraturan agar kita tak menularkan virus pada orang lain. Mulai dari memakai masker, mencuci tangan dengan benar, dan menjaga jarak secukupnya.

Semoga segala pencegahan itu bisa membuat kita semua selamat di tengah pandemi corona. Mari bekerja dengan rajin dan tetap berhati-hati agar virus tak semakin menyebar. Semangat!

Sudah waktunya kita lebih peduli, kenal, dan memahami virus corona yang sudah hidup di antara kita. Dapatkan E-book Panduan Normal yang Baru di sini.
Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Tinggal di hutan dan suka makan bambu

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE